Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Part 47 : Kesepakatan


__ADS_3

Ana berjalan lesu masuk menuju lobi. Ia jalan tertunduk. Sepanjang jalan ia memikirkan perkataan Albert. Awalnya ia kehilangan basecamp nya yang melukai banyak anak buahnya, lalu ia dipermainkan oleh Jane beserta Dominic, lalu sekarang ia membongkar basecamp Ana yang berhasil ia bakar. Jika Ana tertangkap kali ini, ia akan di deportasi dari negara itu, lalu ia akan di penjara seumur hidupnya di negara L atau bahkan bisa kena hukuman mati.


Langkahnya terhenti ketika seseorang berdiri di depannya. Ia mengangkat pelan kepalanya yang terasa berat. Wajah itu membuatnya merasa benar benar harus menyerah dan mengaku kalah pada Jane.


Franz berdiri di depannya sambil tersenyum hangat.


"Ada apa? Kau terlihat sangat lelah? Apa kau sakit?" Tanyanya melihat wajah lesu Ana.


Ana tak bergeming, ia melangkah maju perlahan dan membenamkan kepalanya ke dada bidang Franz sehingga membuatnya salah tingkah.


"Kau baik baik saja? Bukankah pagi tadi kau tampak sangat bersemangat??" Tanya Franz lagi salah tingkah karena orang di sekeliling mereka tampak mulai memperhatikan.


Franz lalu memberanikan diri mengambil kesempatan dengan memeluk Ana erat.


"Kau bisa cerita denganku Ana.. aku akan mendengarkan keluh kesahmu.." ujarnya mencoba menenangkan Ana.


Sementara di kejauhan Louis yang melihat itu hanya terdiam. Kata kata Ana pagi tadi terus terngiang ngiang di pikirannya. Ia harus percaya pada Ana. Ia harus menutup mata dan telinganya. Ia harus percaya pada Ana.


Terus menerus ia meyakini dirinya untuk tidak mempercayai apa yang dia lihat saat ini.


***


Di mansion malam itu, Ana duduk bersebrangan dengan Jane. Ini pertama kalinya ia mendatangi Ana ke mansion.


"Aku dengar kau berbuat baik pada Franz.. apa sekarang kau sudah memutuskan untuk melawanku atau menurutiku Ana??" Tanya Jane sambil melihat ke sekeliling mansion.


Ana hanya diam tak bergeming.


"Jika kau benar benar bisa terus menurutiku, aku berjanji akan berbuat sangat baik padamu Ana.. kau tidak perlu terus menerus melawanku.. itu hanya akan sia sia.." ujarnya lagi lirih.


"Apa Mr.Zhou sudah meneleponmu? Seharusnya ia sudah memberi kabar padamu.." kali ini ia berhasil menarik perhatian Ana. Tak lama kemudian ponsel Ana berdering ternyata itu adalah Mr.Zhou.


Ana segera menerima panggilan itu.

__ADS_1


"Halo.."


"Ms.Grey.. anak buahmu sudah kembali dengan selamat.. mereka semua baik baik saja.. aku akan membawa mereka ke kota T untuk sementara waktu.. kau tenang saja.."


Ana hanya diam tak merespon penjelasan Mr.Zhou. Ia justru segera mematikan ponselnya.


"Anggap saja itu hadiah dariku karena kau sudah berbuat baik Ana.. Aku bisa memberikan hadiah yang lebih jika kau segera menikah dengan Franz.."


"Baiklah.." jawab Ana singkat tanpa berpikir panjang.


"Benarkah? Kau tidak bisa mempermainkan aku lagi Ana.. kau tau apa yang bisa aku lakukan bukan? Jadi sebaiknya kau benar benar berhenti mempermainkan aku.." timpal Jane dengan nada mengancam.


"Kalau begitu.. aku pergi dulu.." pamit Jane segera bangkit.


"Apa sebenarnya hubunganmu dengan Bibi Layla dan Dominic??" Pertanyaan itu ternyata membuat Jane menghentikan langkahnya.


"Kenapa kau tiba tiba bertanya? Apa kau sekarang sudah mulai mencurigai Layla??" Celetuk Jane kembali bertanya.


"Siapa kalian sebenarnya?" Tanya Ana lagi dengan mata berkaca kaca.


Ana menghela nafas berat mendengar ucapan demi ucapan dari Jane. Ia masih bingung dengan perkataan Jane. Apa sebenarnya hubungan mereka bertiga. Kenapa Bibi Layla tampak akrab sekali dengan Dominic.


***


Malam itu Ana duduk di teras kamarnya yang menghadap kolam renang yang telah membeku, cuaca dingin tidak menghentikannya untuk duduk bersantai disana. Ia terus menenggak habis wine nya dan menikmati rokoknya hingga larut malam. Tubuhnya bahkan terasa sudah membeku, tapi tetap tak dipedulikannya.


Ponselnya terus berdering namun tak juga ia hiraukan, ia benar benar tak memperdulikan apapun saat ini. Hingga suara seseorang mengalihkannya.


"Apa yang kau lakukan diluar sini Ana.. kau bisa mati kedinginan.." seru Bibi Layla segera menyelimuti Ana dengan sweater yang ia kenakan.


Ana menatapnya sedih.


"Hei.. ada apa? Ayo masuk kedalam.." Layla menariknya memaksa masuk ke dalam kamar Ana. Ia tampak segera menutup pintu kamar Ana

__ADS_1


"Apa kau akan tetap disana jika aku tidak membawamu masuk???" Omel Bibi Layla cemas.


"Aku sangat menyayangimu Bi.. dengan seluruh sisa hidupku.." imbuh Ana lirih.


"Aku juga sangat menyayangimu Ana.. apa yang terjadi??" Tanyanya lagi tampak khawatir melihat Ana.


"Tidak ada apa apa.. aku hanya merindukanmu.." geleng Ana pelan. Padahal ia memiliki banyak pertanyaan di benaknya. Ia mengurungkan niatnya karena ia sendiri tidak tau harus mulai darimana.


"Sekarang kau istirahatlah.. tenangkan pikiranmu.." Bibi Layla menyelimuti Ana yang sudah berbaring di tempat tidur karena badannya terasa lemas.


"Bi.." seru Ana mengenggam tangan Layla pelan.


"Ada apa??" Tanya Layla dengan tatapan hangatnya yang membuat Ana enggan menanyakan hal yang lain. Ia merasa belum siap saat ini untuk mengetahui hal lai tentang Bibi nya.


"Aku akan menikah dalam waktu dekat.."


"A..apa?? Menikah?? Dengan siapa?? Apa dengan Louis??" Bibi Layla terlonjak kaget dengan pernyataan Ana barusan.


"Bukan.. bagaimana bisa kau beranggapan aku akan menikah dengan Louis??" Ana tampak heran dengan tebakan bibi nya.


"Karena kau hanya terlihat sangat akrab dengannya.. lalu dengan siapa kau akan menikah??"


"Grandma mengenalkanku dengan seseorang.."


"Apa kau yakin?? Tidakkah ini terlalu buru buru Ana??"


"Bukankah kau menginginkan ku untuk menikah??"


"Ya..maksudku tentu menikah dengan orang yang kau cintai.. lagi pula ini mendadak sekali.. kau pasti belum lama mengenalnya kan??" Bibi Layla tampak sangat cemas tentang ini.


"Bibi jangan khawatir.. doakan saja aku panjang umur dan terus hidup bahagia.."


"Tentu saja.. aku selalu berdoa agar kau selalu hidup panjang umur, selalu bahagia dengan orang yang kau cintai Ana.."

__ADS_1


"Terima kasih Bi.."


***


__ADS_2