Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Part 78 : Teman Lama


__ADS_3

Selama di penerbangan Ana hanya menundukkan kepalanya menahan malu.


"Apa yang kau lakukan perempuan bodoh !!"


"**** !!!"


Umpatan demi umpatan Ana gumamkan untuk dirinya sendiri.


"Kau membuat dia semakin menginginkanmu.. bukan ini yang kau inginkan.." gumamnya dalam hati, mengusap wajahnya kasar sambip terus mengingat ingat apa yang sudah di lakukannya tadi pada Louis.


Ana lalu merogoh saku nya ketika merasakan getar dari ponselnya. Ternyata ia menerima beberapa pesan dari mantan asisten Franz, Pak Kim, Jane laluuuu 'Louis'.


Lagi lagi bayangan Louis memenuhi pikirannya, Ana memukul dahinya beberapa kali.


Ana segera mengalihkan pikiran kotornya dengan memeriksa pesan dari mantan asisten Franz sebelumnya, ia mengatakan bahwa semua keperluan Ana di negara E telah di persiapkan, namun Ana segera membaca pesan Pak Kim uang ternyata mengatakan hal yang sama soal fasilitas itu, dengan cepat Ana membalas pesan Pak Kim untuk menolak semua fasilitas yang mereka sediakan untuk Ana dengan alasan personal.


Kemudian Ana melihat pesan Jane yang mengatakan bahwa anak buahnya sudah stand by di negara E. Jane sebelumnya memaksa Ana membawa beberapa pengawal karena khawatir Franz bisa menyerang kapan saja, namun Ana justru menginginkan itu, dengan cara mengelabui Franz. Ana setuju Jane memerintahkan anak buahnya untuk mengawal Ana namun secara sembunyi-sembunyi, agar Ana tetap terkesan tanpa pengawalan khusus. Untuk hotel ia juga berencana memesan 2 kamar hotel sekaligus di hotel yang berbeda dan dengan atas nama yang berbeda.


Pertama Ana segera mencari beberapa referensi hotel mewah, lalu segera memesannya dengan atas nama Ana. Lalu selanjutnya ia menemukan sebuah hotel standar dengan fasilitas seadanya, Ana menyukai tatanan klasik kamar tidurnya, tanpa pikir panjang Ana segera memesan kamar itu dengan nama 'Louis'.


Selama 12 jam penerbangan Ana mengerjakan banyak pekerjaan, ia sempat tertidur kurang lebih sejam, sisanya ia habiskan untuk bekerja.


Setibanya di landasan private jet di negara E pukul 12 siang waktu negara E, berarti pukul 6 sore di negara K.


Ana langsung di sambut oleh anak buah Jane yang sudah menunggu disana, Ana segera menuju mobil mereka dan di minta untuk mengantarnya ke sebuah showroom mobil sport kenalannya "Tyo".


Tyo anak seorang pengusaha mobil sport di negara E. Kini perusahaan mobil sport itu sudah memiliki banyak cabang di seluruh penjuru dunia. Mereka saling kenal saat Ana pernah berkuliah daring di salah satu universitas bergengsi yang ada di Amerika.


Saat itu mahasiswa yang mengikuti kelas daring jarak jauh hanya ada 5 orang, Ana dan Tyo di antaranya.


Saat itu Tyo pernah berkunjung ke negara L, dan ingin mencari penginapan yang bagus, lalu ia ingat bahwa Ana memiliki bisnis hotel, ia lalu memilih untuk menghubungi Ana dan memutuskan untuk menginap di hotel Ana bersama keluarganya. Saat itulah mereka saling kenal meski sangat jarang berkomunikasi bahkan hampir tidak pernah, namun mereka tetap akrab.


Itu di karenakan Ana tidak pernah merespon banyak chat atau panggilan Tyo, ia selalu dingin dan sinis seperti biasanya, meskipun begitu ia tau Ana gadis yang sangat baik.


Saat masih di pesawat tadi Ana sudah menghubunginya untuk membeli sebuah mobil sport model apa saja. Setibanya di showroom Tyo di tengah kota ia tampak pangling saat melihat Ana masuk kesana.


"Tyo.." sapa Ana tersenyum hangat.


"Oh my god !! Is that you????? Ana??" Serunya kaget.


"Hmm.. it's me.." angguk Ana.


Ia tampak menghampiri Ana dengan langkah lebar lalu memeluk Ana hangat.


"Wow !! Aku sangat pangling saat melihatmu.. kau sangat sangat berbeda.."


"Berbeda apanya??" Tanya Ana ketus.


"Lihatlah.. kau tambah cantik, dan ini pertama kalinya kau tersenyum hangat seperti itu padaku.. dulu kau akan selalu tersenyum dengan sangat menakutkan.. kini kau tampak tulus.."


Ana hanya tersenyum tipis menghiraukan ocehannya.


"Dimana mobil pesananku??"

__ADS_1


"Kau buru-buru??"


"Tidak juga.. sebenarnya aku baru saja tiba.."


"Benarkah?? Kau pasti sangat lelah.. duduklah di ruang vip disana.. aku akan membawakan campagne untukmu.."


"Aku mau berkeliling melihat lihat dulu.." seru Ana menunjuk ke arah rentetan mobil sport yang di susun rapi sesuai type.


"Baiklah.." angguk Tyo tampak segera memanggil staff nya.


"Tolong ambilkan campagne paling mahal di bar dan 2 buah gelas untuk kami.." pintanya sopan.


"Baik Mr.Tyo.." angguk gadis cantik bak model itu segera berlalu sambil mencuri pandang sekilas pada Ana.


Tentu saja, siapa saja yang melihat Ana akan terpesona, karna style nya saat ini di tambah wajahnya yang cantik sempurna meski tampak dingin dan sinis. Ia saat itu hanya mengenakan kaos slim fit body lengan pendek berwarna hitam, celana jeans hitam serta sepatu boots cokelat. Di negara E sudah memasuki musim semi, musim dingin telah usai, sehingga setibanya di bandara ia sempat berganti pakaian karena merasa gerah.


Ana berkeliling melihat lihat mobil sport disana di dampingi Tyo.


"Aku dengar kau memiliki mobil bugati veyron edisi terbatas.."


"Ah.. gosip cepat kali tersebar.." gerutu Ana lirih sambil melihat tiap mobil yang ia lewati.


"Karena mobil itu edisi khusus.. itu produksi terakhir.. makanya harganya selangit.."


"Aku tau.. itu sebabnya mobil itu hanya menjadi pajangan di garasi.."


"Juallah padaku.." timpal Tyo memohon. "Aku kehabisan saat ingin memesannya.."


"Maaf.. aku tidak menjualnya.. lagi pula itu pemberian dari Grandma Jane.."


"aku tidak berniat menjual barang barang pemberian orang lain.. aku lebih memilih mobil itu aku biarkan rusak dan hancur terbengkalai di garasi daripada harus aku jual.."


"Wahh..  aku akan membayar lebih.."


"Apa aku terlihat seperti membutuhkan uang??" Celetuk Ana sinis.


"Ini bukan soal uangnya.. tapi soal prinsip dan harga diri.."


"Ah.. kau memang sejak dulu susah sekali di lunakkan.." gumam Tyo mengalah.


"Jika suatu saat kau ingin menjualnya.. katakan padaku.. ok??"


"Aku tidak akan menjualnya sampai kapanpun.." tukas Ana penuh penekanan.


"Terserahlah.."


Ana berdiri cukup lama pada sebuah mobil yang menarik perhatiannya. Sebuah mobil Ferrari 599xx berwarna hitam. Ana memang tidak mengerti spek mobil tapi ia menggunakan mobil karena butuh dan karena suka dengan modelnya, tidak peduli murah atau mahal. Tapi tentu saja pilihannya tidak ada yang murahan.


"Sepertinya kau sudah menentukan pilihanmu.." seru Tyo dari arah belakangnya.


"Hmm.. aku akan mengambil yang satu ini.." tunjuk Ana mengangguk yakin.


"Wow.. pilihan yang tepat !! Ini hanya ada 1 disini.. dan baru saja masuk tadi pagi.."

__ADS_1


"Baiklah.. aku akan mengambil ini.." angguk Ana yakin.


"Baiklah.." Tyo segera memberi kode pada staff nya untuk mengurus semua berkas mobil itu. Staff itu segera mendekat ke arah Tyo dan Ana.


"Pembayarannya cash atau credit Nyonya??" Tanyanya ramah pada Ana.


"Cash.." jawab Ana singkat.


Tyo yang mendengar itu lagi lagi di buat terpesona pada Ana.


Dulu ia selalu mengejar ngejar Ana, tapi Ana selalu menolaknya mentah mentah. Dan sangat ketus padanya.


"Kau selalu saja bisa membuatku terpesona berkali kali.."


"Apa kabar anak dan istrimu??" Celetuk Ana dingin, segera duduk di sebuah sofa dekat mereka berdiri tadi.


"**** !! Kau selalu saja bisa menyudutkanku.. kabar mereka baik baik saja.." gerutu Tyo tak semangat.


Ana hanya tersenyum sinis mendengar gerutuan Tyo yang mencoba menggodanya.


"Aku akan langsung membawa mobil itu.. aku butuh kendaarn selama disini.."


"Benarkah? Baiklah.. biar di urus dulu oleh staff ku sejenak.. mari kita minum dulu sampai semuanya beres.." angguk Tyo mengerti.


"Baiklah.." angguk Ana setuju masih melihat lihat sekeliling.


"Berapa lama kau disini??" Tanya Tyo lagi.


"Hanya beberapa hari.."


"Lalu mobil ini??"


"Tentu saja nanti akan aku jual lagi padamu.."


"Kenapa kau repot repot sekali??? Kenapa tidak mencari mobil sewaan saja??"


"Ah.. itu sangat tidak aman.." geleng Ana tidak setuju.


"Baiklah.. serahkan saja nanti mobil ini padaku.. saat kau tiba di negara K aku akan memberikan mobil baru seperti ini padamu.. disana ada perusahaan cabangku.."


"Aku tidak membutuhkannya lagi disana.. aku punya beberapa mobil disana.."


"Kau benar benar ingin mempermainkanku??"


"Kau tidak perlu mengembalikan uangnya.. tapi aku minta 1 hal padamu.."


"Sungguh??? Apa itu???" Tanya nya semangat.


--->>


Ferrari 599xx


__ADS_1


Tyo Huebl



__ADS_2