Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Part 75 : Tetangga Baru


__ADS_3

Dengan keadaan yang lemas, Ana segera menyusun barang barangnya, bekal makanan tadi segera ia simpan ke kulkas, tanpa ia makan terlebih dahulu.


Ia juga mengemas pakaian lainnya ke dalam koper, karena ia harus pergi ke negara E untuk pengurusan banyak hal penting yang menyangkut pengambil alihan perusahaan Franz, saat perusahaan Franz dinyatakan hampir bangkrut, Ana membelinya dengan harga murah, dan segera memasukkan banyak modal saham untuk menutupi semua kerugian dari saham yang sudah di kosongkan oleh penanam modal saham. Tentu saja dengan uang yang ia dapat dari rekening gelap milik Franz dan Layla.


2 hari lagi akan diadakan acara peresmian untuk Ana sebagai pemilik resmi perusahaan Franz.Co yang baru saja di ambil alih, dan tentu ia akan mengganti namanya menjadi Grey.Co.


Setelah berkemas Ana mengambil bungkus rokok dan pemantiknya dalam laci bufet dapur.


Ia segera menuju balkonnya dan duduk di sofa santai yang sudah disusunnya disana.


Ana membakar rokoknya dan menghisapnya dalam. Sudah lama ia tidak merokok dengan tenang seperti itu.


Ia menyandarkan kepalanya dan memejamkan matanya, tak peduli cuaca yang sangat dingin, ia tetap duduk bersantai disana.


Drrt..drrt..drrt..


Ponsel Ana bergetar di saku celananya. Ia lalu segera merogoh kantong celananya.


"Haloo baby.. how are you.." sapa Ana dengan nada mengejek.


"Dasar kau wanita sial*n.. jangan kau pikir kau bisa bebas begitu saja setelah apa yang kau lakukan padaku !!!" Terdengar suara amukan seorang pria dari sebrang telepon Ana.


"Kelihatannya kau sedang dalam mood yang buruk.. apa kau sudah makan??" Lagi lagi Ana membuat Franz semakin menggila.


"Kau benar benar wanita brengs*k !!! Aku pasti akan membalas kalian semua !!" Bentak Franz lagi semakin kesal.


"Baiklah pria miskin.. mari kita lihat apa yang bisa kau lakukan tanpa uangmu sepeserpun.. bahkan sekarang kau hanya gelandangan miskin yang sangat hina.." maki Ana dingin.


"Kau benar benar wanita brengs*k.."


Tutt..tuutt..tutt..


Ana segera memutus panggilan telepon dari Franz yang masih mengomel.


"Ah.. berisik sekali.." gerutu Ana meletakkan ponselnya ke atas meja. Ia lalu kembali menikmati tiap isapan rokoknya.


****


Brakk..


Tiba tiba terdengar suara keras dari arah luar pintu apartment Ana. Ana yang ketiduran terlonjak kaget, saat berusaha bangkit tubuhnya terasa sudah membeku.


"**** !!" Umpatnya tergopoh gopoh berusaha keras melangkahkan kakinya cepat.

__ADS_1


Saat melewati rak buku dekat ruang tv Ana merogoh ke belakang lemari mengambil senjata api yang ia sembunyikan disana. Mengendap-endap Ana berjalan pelan menuju pintu. Ana mengetuk pintu tiga kali. Namun tak ada yanh terjadi, ia hanya mendengar ada samar samar suara berisik dari luar.


Ia memberanikan diri mengintip dari lubang pintunya. Dengan heran ia segera membuka pintu apartment nya dan mendapati ada petugas jasa angkut barang tengah mengangkat banyak box barang masuk ke dalam apartment yang ada di sebrang milik Ana.


"Permisi.. apa yang kalian lakukan??" Tanya Ana dengan wajah bingung, sementara tangan kanan yang masih memegang senjata api ia sembunyikan di saku celananya.


"Maaf.. tentu saja kami sedang mengangkut barang-barang.." ujar salah satu petugas tersenyum ramah.


"Maksudku.. siapa yang pindah kesini.. aku sudah membayar panjar untuk unit ini.. aku yang akan membelinya.. dan sedang di proses.."


"Maaf Nona.. kami hanya petugas angkut barang, silahkan anda keluhkan saja pada pihak apartment.."


"Ah.. maaf.." saat hendak masuk ke dalam, tiba tiba seseorang menyapanya.


"Hai tetangga.." sapa Louis tersenyum lebar.


"Apa??" Seru Ana kaget.


"Mulai hari ini.. kita akan menjadi tetangga.." tambahnya lagi.


"Kau yang membeli unit itu??"


"Hmm.. tentu saja.. pertama kali kesini aku sangat tertarik dengan model bangunan dan pemandangannya.. aku tanya tanya ke pihak apartment, ternyata unit itu kosong dan kau sudah membayar deposit karena ingin membelinya juga.."


"Tentu saja karena kekuatan wajahku yang tampan.." goda Louis menurun naikkan alisnya.


"Kau mau mati??" Timpal Ana sinis.


"Kau ini sama sekali tidak bisa di ajak bercanda.." gerutu Louis kesal.


"Aku bilang pada mereka kalau kita teman baik, kau membooking unit itu agar tidak di beli oleh orang lain dan karena hanya akan di tempati oleh aku.."


"Wah kau ternyata benar benar artis yang hebat.. aktingmu luar biasa sekali.." komen Ana sinis.


"Silahkan saja kau tanya pada mereka.. dan yang pasti aku sudah membayar lebih untuk harga unit itu.." bisik Louis menambahkan.


Ana hanya menghela nafas tak sanggup berkata kata.


"Ohiya, besok depositmu akan segera di transfer Pak Dong.." tambah Louis lagi menjelaskan.


"Tidak perlu.. itu bukan apa apa.." tukas Ana ingin menutup pintunya, namun ditahan oleh Louis.


"Bukan apa apa? Duit 1,5 Milyar bukan apa apa katamu?? Itu bukan duit yang sedikit.. aku tetap akan membayarnya.." tukas Louis keberatan.

__ADS_1


"Terserah kau saja.." timpal Ana semakin kesal berusaha menarik pintunya.


Louis pun masih menahan dan setengah menarik pintu yang berusaha di tutup Ana.


"Kau sedang merokok?? Bahkan baunya sangat pekat sekali.." seru Louis mencondongkan tubuhnya ke sela pintu yang masih terbuka.


"Urus saja urusanmu.." timpal Ana melepas tarikan pintunya hingga Louis terdorong ke belakang hingga jatuh terduduk ke lantai.


"Wahh... kau sengaja melakukannya??" Pekik Louis segera bangkit.


"Karena kau sangat menyebalkan.." gumam Ana lirih.


Louis melihat sekeliling, para petugas angkut sedang turun ke bawah untuk mengambil barang lainnya.


"Lalu kenapa kau mengajakku berkencan??" Tukas Louis setengah berbisik.


"Jadi?? Apa sebaiknya kita putus sekarang saja??" Timpal Ana dengan nada mengancam.


"Ah.. sepertinya ibuku menelepon.. aku pergi dulu.. sampai jumpa.." Louis segera berlari masuk ke apartment nya untuk menghindari perkataan Ana.


"Cih.." Ana tersenyum sinis menggelengkan kepalanya segera menutup rapat pintu apartmentnya.


Ana mengambil ponselnya menghubungi Pak Kim.


"Pak Kim.. apa kau tau kalau Louis pindah ke unit apartment di depanku??" Tanya Ana memastikan.


"Maaf Ms.Grey.. Nyonya besar Jane yang mengizinkannya.. bahkan saya belum sempat memberitahu anda karena kondisi anda kemarin.. pengalihannya baru saja di setujui oleh Nyonya besar beberapa hari yang lalu saat anda di rumah sakit.."


"Jadi dia melakukannya saat aku tengah terbaring di rumah sakit??"


"Benar Ms.Grey.."


"Ah.. nenek tua sial*n itu selalu berbuat seenaknya dan mencampuri urusanku.." gerutu Ana kesal.


"Baiklah kalau begitu.. terima kasih Pak Kim.."


"Ms.Grey.. saya ingin mengkonfirmasi ulang, bahwa keberangkatan anda besok akan menggunakan jet pribadi??"


"Tentu.. aku ingin menghemat waktu.. lagipula aku ingin fokus sambil bekerja.."


"Baiklah.. akan segera di persiapkan.. selamat istirahat Ms.Grey.."


"Selamat bekerja Pak Kim.." ujar Ana lembut.

__ADS_1


__ADS_2