Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Bab 154 : Sel Sebelah


__ADS_3

Louis, Pak Dong dan Pak Kim masih berada di dalam ruangan itu bersama.


"Apa dia akan baik-baik saja?" tanya Louis di tengah-tengah keheningan mereka. Pak Kim sejak tadi tampak di sibukkan dengan ponselnya.


"Dia pasti baik-baik saja.." gumam Pak Kim lirih masih fokus pada ponselnya.


"Apa kami perlu mencari rekomendasi pengacara terbaik Pak Kim?" sambung Pak Dong.


"Ah..tidak perlu.. Kami akan meminta 3 pengacara terbaik di negara ini untuk membantunya.. Kalian jangan khawatir.. Ana akan baik-baik saja.."


"Kalian bisa jadikan aku sebagai alibinya.." timpal Louis tanpa berpikir panjang.


"Apa maksudmu?? Jangan terlibat Lou.. Atau kau bisa celaka.." tukas Pak dong tidak setuju.


"Aku tidak bisa diam begitu saja.."


"Pak Kim pasti sudah mengatur semuanya.. Kau jangan ikut campur.." bisik Pak Dong kesal.


Louis hanya menatap sinis pada Pak Dong.


"Ajak aku jika anda ingin mengunjunginya.." pinta Louis sopan pada Pak Kim.


"Pak Dong benar, kau harus berhati-hati.. Jangan terlibat dengannya.. Kau tidak tau apa yang akan terjadi padamu.. Ini masalah pembunuhan.. Masalah besar.. Kau bisa kehilangan segalanya jika kau gegabah dalam bertindak.." saran Pak Kim yang tampak berusaha tenang sejak tadi.


"Baiklah.. aku akan menunggu kabar tentangnya.."


"Baiklah.." angguk Pak Kim setuju.


...----------------...

__ADS_1


Ana masih duduk di ruang interogasi, ia sudah bedada disana selama 4 jam. Ia masih tidak menerima kabar apapun tentang pemeriksaan.


Pintu ruangan itu tampak terbuka.. Ana menyambutnya dengan wajah datarnya.


"Kami sedang menunggu hasil tim forensik.." ujar jaksa itu tegas.


"Bukankah ini tidak benar.. Bagaimana bisa aku menjadi tersangka.. Bahkan aku tidak pernah menaiki mobilnya.." gumam Ana lirih.


"Karena kesaksianmu tidak sesuai dengan apa yang kami dapat di TKP.."


"Aku bahkan sudah di periksa saat kejadian.. Aku juga punya alibi yang sangat kuat.." sanggah ana tak gentar.


"Apa kau sudah membaca berita terkait? Alibimu tampak tidak asli.. Mereka mendapati perbedaan dari riwayat teleponmu, riwayat rute di kendaraanmu.."


"Apa sekarang kalian menuduhku dan mengatakan jika aku yang memalsukannya?" terka Ana dengan mata memerah.


"kami mohon kerja sama anda, Nona.." pinta jaksa itu tenang.


"Aku akan mengantarkan makanan untukmu.. anda pasti sangat lapar.." ujar jaksa itu ramah.


"Aku tidak lapar.." geleng Ana pelan.


"Baiklah.. Tapi untuk sementara anda akan di pindahkan ke ruang sel.."


"Cih.." Ana menyeringai.


"Kalian akan menyesal telah mencurigai aku.." ancam Ana lirih.


"Mohon kerja samany Ms.Grey.."

__ADS_1


...----------------...


Ana di pindahkan ke sel. Ia berada dalam 1 sel sempit, ia bahkan dapat melihat banyak jenis penjajat yang telah mereka tangkap. Ana duduk di tengah-tengah ruang penjara tersebut. Ia duduk tenang sambil memeja.kN matanya.


Banyak pasang mata melihat ke arahnya. Mereka bertanya-tanya dengan penasaran.


"Hai, Nona cantik.. Apa kejahatanmu?? Kenapa kau ada di sel itu??" goda pria yang tampak mabuk berat, bahkan pakaiannya sangat berantakan.


Ana hanya mengabaikan pertanyaan itu.


"Apa kau penipu?? Kau pasti sangat mudah menipu siapapun dengan wajah cantikmu itu.." timpal pria itu, selnya yang berada tepat di sebelah sel Ana membuat ia dapat memperhatikan Ana dengan jelas.


"Apa kau pencuri?? Kau mencuri untuk bergaya mewah seperti ini?" gerutu pria itu ngawur.


"Dia tersangka kasus pembunuhan.. Dia di curigai telah membunuh rekannya.." sahut seorang petugas kepolisian yang tak tahan mendengar celoteh pria mabuk itu.


"Hei, benarkah??? Kau membunuh rekanmu?? Kau boleh menjadi pencuri, tapi kau tidak boleh jadi pengkhianat.." serunya menasehati.


Ana yang mendengar hal itu membuka matanya perlahan. Ia sangat terganggu dengan celotehan pria mabuk itu.


"Apa kau tau soal membunuh??" tanya Ana pada penghuni sel di sebelahnya, ia melemparkan tatapan mematikan.


Pria itu tampak goyah, ia tampak terganggu dengan tatapan sinis Ana. Ana bangkit dari duduknya, ia melangkah pelan menuju sel pria yang ada di sampingnya.


"Aku bahkan bisa membunuhmu tanpa menyentuhmu.. Apa kau ingin mewujudkannya?? Apa kau ingin tau apa yang aku lakukan padamu??? Kau tidak tau apa-apa tentangku !! Berani-beraninya kau mengkritikku??!" gumam Ana menggeretakkan giginya.


"Aku akan merobek mulut kotormu, lalu membelah lehermu, turun hingga ke kelaminmu.. Lalu aku akan menjahit matamu dengan usus kecilmu yang penuh kotoran itu.. Aku akan memotong kedua telingamu, lalu mengunyahnya dengan nikmat.. bahkan nanti aku akan merekam semua itu kemudian mengirimnya pada keluargamu agar mereka bisa menikmati tontonan seru secara gratis.." bisik Ana dengan menyeringai mengerikan.


Sontak pria itu terkulai lemas, ia terduduk di atas lantai, ia sangat ketakutan mendengar ucapan Ana. Ia tak menyangka jika gadis secantik Ana sangat mengerikan.

__ADS_1


...----------------...


Jangan pernah bosan.. aku tidak akan berhenti menghasilkan yang terbaik untuk kalian semua.. saran dan masukkan dari kalian sangat berarti untukku.. (ig : tttaaa13)


__ADS_2