Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Part 59 : Rahasia Besar #2


__ADS_3

"Aku tidak mau mendengar ini lagi.." Ana menutup dokumen dokumen itu.


"Sampai kapan kau akan lari dari kenyataan? Apa kau akan terus berpikir bahwa dia malaikat penyelamatmu?? Dia terus mengatakan omong kosong padamu Ana.. semua yang dia katakan itu hanya untuk menipu pikiranmu.. bahkan kau berpikir bahwa aku adalah monster.. padahal akulah orang yang selalu berusaha menolongmu.."


"Cih.. benarkah??" Celetuk Ana menyindir mengingat apa yang sudah di perlakukan Jane padanya.


"Ah.. anggap saja apa yang aku lakukan padamu, untuk memacu adrenalinmu.." elaknya terkekeh sinis.


"Pikirkanlah Ana.. semua yang dia katakan padamu hanya omong kosong.. bahkan Lucas?? Dia hanya boneka untuk melengkapi kisah sedihmu Ana.." Jane benar benar menikmati ceritanya membongkar rahasia besar itu.


"Itu sebabnya kau mengancamnya agar dia menjauhiku dan terhindar dari Bibi Layla?"


Jane hanya tersenyum dengan tatapan mata yang cukup menjelaskan.


"Saat itu Layla mulai hilang akal, ia menyiksa banyak anak di panti asuhan untuk melampiaskan amarahnya, dia bahkan tidak pernah sanggup untuk menyakitimu Ana, dan juga ia berusaha membuat Dominic berpaling untuk mengkhianatiku karena ia berpikir aku hanya penghalang baginya dan Dominic.. Layla terus membuatku kesal, hingga akhirnya aku mengancam mereka untuk membongkar rahasianya padamu.. namun malam itu Layla sudah bertindak lebih dulu, ia membakar panti asuhan itu, berharap membakar semua bukti bukti yang ada disana.. padahal aku sudah lama mengambil semua dokumen penting disana memindahkannya ke tempat yang aman.."


Jane lagi lagi menikmati whiskey nya.


"Bagaimana ia bisa membawa kami ke tempatmu??"


"Aku berhasil menjebaknya, dan membuat dia datang kepadaku Ana.. kalian yang datang kepadaku.. seharusnya kau berterima kasih padaku, aku menyelamatkanmu dan membiarkan dia pergi dari sini bersama bonekanya.."


Ana lagi lagi masih tidak mengerti dengan kondisi dan situasinya.


"Seharusnya kau juga menyelamatkan Lucas.. bahkan dia juga menderita.." gumam Ana bergetar.


"Kau harus mengorbankan orang lain atau mengorbankan dirimu sendiri untuk mendapatkan hal yang lebih besar Ana.." Jane terdengar kesal dengan Ana yang terlalu memikirkan orang lain.

__ADS_1


"Kapan kau akan sadar?? Tidak ada hal di dunia ini yang bisa kau dapatkan sekaligus.. harus ada timbal balik agar kehidupan ini ada keseimbangan.. lagipula aku yakin dia memberikan cerita yang berbeda padamu Ana.. dan kau pasti sangat mempercayainya.. aku juga tidak peduli kau akan percaya padaku atau tidak.. tapi aku akan selalu menghalangi semua rencananya melalui dirimu.." kalimat terakhir Jane membuat Ana bingung. Kepalanya terasa berat dan pusing.


"Bahkan aku juga hanya boneka bagimu.."


"Setidaknya kau mendapatkan keuntungan dariku.. hidup yang mewah dan kekuasaan.. aku membayarmu lebih Ana.. kau harus berterima kasih untuk itu.."


"Aku tidak akan pernah berterima kasih untuk hal apapun yang tidak pernah aku minta orang lain melakukannya.. jangan berharap soal itu padaku.."


"Rubah kecilku.. kau ternyata sudah benar benar dewasa Ana.." Jane menyengir licik.


"Lalu bagaimana dengan ayahku Thommas? Apa kau yakin itu murni kecelakaan??"


"Aku rasa Layla dan Dominic terlibat pasal kecelakaan itu.. aku masih menyelidikinya, tapi memang tidak ada satupun bukti yang aku dapatkan.. polisi bilang itu murni kecelakaan.."


"Kenapa kau berpikir itu ulah Bibi Layla?"


"Itu sebabnya malam itu aku dan Thommas menjebaknya, membuat Nayra marah besar dan mengusir mereka, itu sudah aku dan Thommas rencanakan Ana.. dia pun berhasil kami singkirkan, ia segera pergi dari sini bersama Lucas.. kemudian Thommas pergi bersama Nayra untuk memperbaiki hubungan mereka berdua.. Putraku sangat menyayangimu dan Nayra.. itu sebabnya Nayra membiarkanmu untuk tetap tinggal bersama kami.."


Ana terus memutar otaknya. Mengingat setiap momen dan kata kata Layla. Sungguh semuanya adalah tipu daya? Semuanya hanya omong kosong belaka?? Apa yang di katakan Jane saat ini bertolak belakang dengan pernyataan Layla.


Ana terus berusaha waras menghadapi semua yang dia alami saat ini.


Saat ini ia juga tidak tau harus percaya Grandma Jane sepenuhnya atau tidak, namun ia punya bukti atas segala ucapannya.


"Dominic lah yang selama ini membantunya, ia yang mempertemukan kau, Layla dan Lucas.


Mereka pasti merencanakan sesuatu Ana. Aku juga tau mereka sedang berusaha menyingkirkanku dengan menggunakanmu.." Jane bangkit dari duduknya berjalan mendekati pintu menuju taman yang sangat indah dan luas.

__ADS_1


"Apa yang mereka inginkan?"


"Apalagi?? Tentu saja harta dan kekuasaanku.." jawab Jane enteng.


"Kau tau kan Ana? Jika aku mati, kau lah satu satunya orang yang akan mewarisi segalanya, harta dan kekuasaanku.. semua orang akan tunduk padamu seperti bagaimana orang orang tunduk dan patuh padaku.."


"Kenapa kau tidak pernah sekalipun menanyakan apa yang aku inginkan?? Apa yang aku butuhkan??? Kau selalu melakukan semuanya sesuai keinginanmu.. aku bahkan tidak menginginkan apapun darimu.. aku hanya ingin ketenangan.. aku ingin bernafas lega.." tukas Ana dengan nada tegas penuh penekanan.


"Kau terlalu naif Ana.. apa kau sadar? Dengan semua inilah kau bisa melakukan kebaikan bodohmu itu, menolong orang orang yang membutuhkan diluar sana.. padahal kau tidak bisa menolong dirimu sendiri.."


Jane pun terdengar sangat kesal.


"Sayangnya, saat ini kau sudah memiliki segalanya, dan itu tandanya kau sudah memiliki segalanya, itu sebabnya beban hidupmu akan semakin berat Ana.. ingin ketenangan??? Bahkan orang seperti kita tidak akan pernah pantas mendapatkannya, mengingat apa yang sudah kita perbuat selama ini.. hanya kematianlah yang mampu memberikan ketenangan untuk orang orang seperti kita.. bukankah begitu??" Jane menatap Ana intens dengan senyuman yang berbeda.


Ana mengepal tangannya menahan emosi. Matanya berkaca-kaca, nafasnya memburu.


"Teruslah bersama Pak Kim.. Saat ini hanya Pak Kim satu satunya orang yang bisa kau percaya.. dia orang yang baik.. dia akan menjagamu dengan sangat baik.."


"Aku akan meminta B1 kembali.." timpal Ana tegas.


"Aku tidak yakin soal itu.." geleng Jane pelan. Ia tampak mendekati Ana sambil melihat ke arah ponselnya, ia memperlihatkan foto foto Dominic bersama B1.


"Aku rasa B1 sudah lama mengkhianatimu Ana.." imbuhnya dengan nada hati-hati.


Ana hanya tercengang melihat foto foto itu.


"Itu kenapa aku membuang 'sampah' seperti B1 Ana.. awalnya dia memang tampak sangat sempurna, namun keserakahan manusia kotor seperti mereka membuat mereka buta akan segalanya.. mereka tidak akan setia pada tuannya.. lucunya kau justru memungut sampah sampah yang sudah aku buang itu.."

__ADS_1


__ADS_2