Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Bab 200


__ADS_3

Dari parkiran, Louis berlari menuju UGD dimana Lucas dan Ana kini berada. Setiba di sana. Ia melihat ranjang ujung di jaga oleh 2 petugas polisi. Louis berjalan pelan menuju ranjang itu. Disana, ia melihat Lucas tampak sangat cemas. Ia juga tengah berbicara dengan seorang sipir yang menjadi saksi. Dari balik tirai Louis mengintip ke arah sisi ranjang, tampak sebuah borgol terpasang di pinggir ranjang, dan sebuah tangan yang tampak pucat terkulai di sebelahnya.


Lucas menyadari kehadiran Louis. Ia tampak segera menghampiri Louis dan menghalangi pandangannya yang menuju ke arah Ana.


"Aku akan melaporkan hal ini ke kejaksaan, dan meminta untuk mempercepat proses persidangan Ana.." ujar Lucas terdengar khawatir.


"Aku ingin melihatnya.." imbuh Louis lirih dengan nafas terengah.


"Dia sedang tidur.. Dokter sudah memberinya obat, dan kini ia sedang istirahat.."


"Biarkan aku melihatnya.." tukas Louis tegas.


"Baiklah.." angguk Lucas cepat segera mempersilahkan Louis. Ia membuka sedikit lebih lebar tirai itu.


Louis tertegun melihat Ana yang terkulai di atas ranjang. Lehernya tampak memar. Bekas cekikan tampak mulai jelas di sana. Wajahnya tampak lebam, dan tangan kanannya tampak memar bekas tinjuannya. Louis menghela nafas panjang.


"Apa anda tau dimana Nyonya Jane berada??" tanya Louis kemudian.


"Aku juga sedang menunggunya.."


"Bagaimana bisa dia meninggalkan Ana seperti ini.."


"Dia tidak meninggalkannya.. Mereka merencanakan ini Louis.." bisik Lucas berusaha menenangkan.


"Apa maksudmu??" tanya Louis bingung.


Lucas menarik lengan Louis keluar dari sana.

__ADS_1


"Ana sengaja menyerahkan diri.. mereka sedang mencari tau apa alasan Layla terus menerus berusaha menjebloskan Ana ke penjara.."


"Dan apa menurutmu kejadian ini membuat Ana aman dan baik-baik saja?" bantah Louis.


"Sipir mengatakan jika Ana menerima semua pukulan itu.. Ia bahkan tidak membalasnya.."


"..." Louis terdiam.


"Ana merencanakan sesuatu Lou, bahkan aku tidak tau apa yang sedang ia rencanakan.." geleng Lucas kebingungan.


"Jadi anda akan meminta Ana untuk bertahan di dalam sel??" Louis kehilangan akal sehatnya mendengar penjelasan Lucas.


"Aku hanya bisa mengikuti jalan rencana mereka.. Aku tidak ingin mengacaukannya.." jelas Lucas tegas.


"Bagaimana jika selanjutnya mereka melakukan hal yang lebih parah lagi??"


"Mungkin kali ini dia akan selamat.. Lalu bagaimana jika kita tidak bisa menyelamatkannya nanti??" Louis berbicara dengan suara bergetar.


"Aku tidak akan membiarkannya, Lou.."


"Ini benar-benar gila.." gumam Louis kembali masuk ke dalam dengan perasaan kesal.


Setelah menemani Ana selama 2 jam di sana. Louis dan Lucas di minta untuk segera pergi. Kondisi Ana kini sudah semakin membaik. Besok sore, setelah pulih, ia akan di bawa kembali ke penjara.


Seakan kehilangan arah Louis berusaha mencari Jane. Ia membuat postingan di sosial media dengan akun palsu. Ia menyebarkan info untuk mencari Jane. Siapa yang menemukan wanita itu, ia akan memberikan imbalan yang cukup besar yaitu $500. Baru saja di posting, tak sampai 1 jam postingan itu meledak, banyak orang meng-like dan meng-share postingan itu. Mereka berlomba-lomba melakukan sayembara untuk menemukan Jane.


...----------------...

__ADS_1


Pagi itu rapat besar di lakukan di Grey World. Semua orang di buat kalang kabut dengan berita yang beredar kini. Semua orang mendapat tekanan dari luar untuk mengeluarkan Ana dari lingkaran Grey World, meski ia sudah tak menjabat. Namun, ia tetap pemegang saham di sana. Grey world tetaplah miliknya.


"Jadi.. Bagaimana menurut anda Pak Kim??" tanya seorang eksekutif.


"Berita ini akan cepat berlalu.." jawab Pak Kim tenang.


"Kapan akan berlalu?? Nilai saham semakin menurun dan bahkan kini mencapai titik terendah.. Belum pernah dalam sejarah perusahaan ini mengalami penurunan.."


"Lalu kenapa?? Apa gajimu terganggu karena nilai saham yang turun?? Apa aku mengurangi gajimu untuk menutupi kerugian perusahaan yang mencapai ratusan miliar dalam sehari??" tukas Pak Kim tegas dan sinis.


"Maaf.. Bukan begitu maksud saya Pak Kim.."


"Grey World adalah Anavalia Grey.. Dan Anavalia Grey adalah Grey World.. Apapun yang terjadi.. Mereka tidak akan bisa di pisahkan.. Sebaiknya kalian pikirkan cara untuk meredakan kemarahan publik yang tak berdasar itu.." ujar Pak Kim penuh penekanan.


"Aku bahkan tidak mengerti apa yang tengah mereka ributkan.. Bahkan hal ini tidak merugikan mereka.. Namun mereka tampak sibuk mengurusi urus internal seperti ini.." timpal Wakil Presdir Lee.


"Mereka kini sedang ******* kotoran yang tengah di lepeh oleh media.. Benar-benar manusia sampah.. Mereka menerima semua bantuan yang di salurkan dari perusahaan ini.. Namun sekarang berlagak seolah perusahaan ini musuh mereka.." imbuh Pak Kim dingin.


"Kami akan mengatasi semua kebisingan di media.." sahut kepala tim legal.


"Pastikan kalian melaporkan semua komentar jahat dan sinis.. Tuntut mereka.. Dan pastikan mereka tidak bebas dengan mudah.." seru Pak Kim segera bangkit dari duduknya.


"Mari kita akhiri meeting ini.. Aku harus segera menemui Ms. Grey.." ujar Pak Kim segera berlalu diikuti sekretarisnya.


...****************...


Hai aku kembali !!!!!!!!!!!! aku akan segera menyelesaikan novel ini dengan tuntas !! maafkan aku !!

__ADS_1


__ADS_2