Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Bab 178


__ADS_3

Pak Dong mengetuk pintu ruang tunggu Louis di lokasi shooting pagi itu. Pak Dong segera masuk menghampiri Louis yang tengah membaca naskahnya.


"Kau sudah menemukannya??" Tanya Louis segera.


"Ms.Grey ada di negara C.. dia berangkat tadi malam seorang diri.


"Negara C??"


"Hmm.."


"Apa yang dia lakukan disana??" Tanya Louis curiga.


"Aku tidak tau apa yang dia lakukan disana.. tidak ada informasi lainnya.."


Louis menghela nafas panjang, bahkan ia tak mendengar kabar dari Ana soal itu.


"Baiklah.. terima kasih Pak Dong.."


"Oh iya.. apa kau sudah lihat beritanya?? Akhir-akhir ini ia banyak tersandung skandal tentang pembunuhan.. aku rasa sebaiknya kau jangan terlibat dengannya.."


"Apa maksudmu?? Apa kau berpikir dia benar-benar melakukannya??"


"Ti..tidak.. maksudku.. bukankah tidak baik jika kau tersandung skandal bersamanya??"


"Aku tidak peduli.. justru aku harus melindunginya.."


"Sebaiknya kau jangan gegabah.. jangan sampai orang lain tau jika kalian berkencan.. situasi saat ini sedang tidak baik.. itu akan merugikan kalian berdua.." saran Pak dong segera pergi meninggalkan Louis.


Sementara ternyata di luar sejak tadi, Hana telah menguping pembicaraan keduanya. Ia sudah lama curiga antara keduanya, namun kini ia semakin yakin jika Louis tengah berkencan dengan Ms.Grey.


*****


Ana menikmati wine nya seraya bersantai di balkon lantai 3 mansion menikmati angin sejuk dan alunan suara deru ombak pantai.


"Ms. Grey.." seru Mr.Zhou menghampiri dengan jalan pincang.


"Sepertinya kau membawa berita buruk untukku.." tebak Ana saat melihat raut wajah ketakutannya.


"Sepertinya dia tau jika anda datang ke negara ini.. dia baru saja kabur ke negara lain.." lapor Mr.Zhou dengan nada hati-hati


Bukkkk !!!


Ana menendang keras lutut Mr.Zhou yang tengah di perban hingga ia tersungkur kesakitan.


"Sudah aku katakan untuk bekerja dengan becus !!!!" Hardik Ana murka.


"Ah.. kau membuat moodku buruk !!" Keluhnya mengomel.

__ADS_1


"Maafkan aku Ms.Grey !!" Serunya bertekuk lutut, bahkan perban di lututnya tampak berdarah.


Pranggg !!!!


"Argghhh !!!" Pekik Ana melempar keras gelas wine yang ia pegang sejak tadi tepat mengenai dahi Mr.Zhou lalu jatuh pecah berhamburan di lantai. Darah mengalir di dahinya akibat benturan keras gelas tersebut.


Ana terengah kesal. Lalu ia tampak tertawa terbahak-bahak.


"**** !!! Aku sudah di kelabuhi wanita tua sialan itu berkali-kali.. hahaha dia benar-benar sedang mempermainkan aku.. hahahahaha.. sepertinya aku terlalu lunak.. hahahaha.. ah.. aku benar-benar di bodohi olehnya.." gelak Ana tertawa keras. Hal itu membuat Mr.Zhou semakin ketakutan.


Ia menunduk takut menghindari tatapan dingin Ana. Ana mencengkram pundaknya keras.


"Cari dia sampai dapat atau aku akan menghancurkan semuanya.." bisik Ana menggeram lalu segera pergi.


Ana segera mengemas semua barang-barangnya. Ia memutuskan untuk segera kembali ke negara K. Kali ini ia akan melakukan semuanya dengan caranya. Dengan caranya yang tanpa ampun. Ia tidak akan peduli dengan apapun lagi. Ia kini sadar jika ia sangat berkuasa dan bisa melakukan semuanya dengan sempurna. Ia telah lengah dan tertipu daya dengan perasaannya yang kini melunak dan melembut. Ia sadar jika ia telah kehilangan jati dirinya. Ia akan segera kembali ke negara K dan kembali menjadi jati dirinya lagi.


******


Sebelum shooting di mulai. Louis, Hana, dan artis lain di wawancara untuk promosi film mereka.


"Penonton tidak sabar menunggu interaksi manis Louis dan Hana.." seru seorang reporter tersenyum.


Hana tampak merangkul Louis.


"Tentu saja.. kami juga tidak sabar menampilkan yang terbaik untuk pemirsa semua.." ujar Hana bersandiwara.


-----------------------


Hana menarik tangan Louis saat ia baru keluar dari ruang tunggunya.


"Mari bicara.." seru Hana menarik pergelangan tangan Louis.


"Ada apa??" Tanya Louis cuek.


"Aku dengar kau berkencan dengan Ms.Grey.."


"Ah.. kau menguping pembicaraanku??" Tebak Louis sinis.


"Hmm.. aku tau sudah sejak lama.. tapi hari ini aku dibuat semakin yakin.."


Louis berusaha mengabaikan Hana.


"Dia bahkan menyerang salah satu rekan reporterku saat sedang bertugas.." seru Hana menghentikan langkah Louis.


"Apa maksudmu??" Tanya Louis menoleh padanya.


"2 malam yang lalu, Ms.Grey mengancam seorang reporter.. bahkan ia menodongkan dan melemparkan pistol padanya.." bisik Hana dengan nada mengancam.

__ADS_1


Deg !!


Louis tertegun.


"Bukankah sangat ilegal memiliki senjata api di negara ini?? Bagaimana bisa ia memilikinya dan menodongkan pistol itu seenaknya.."


"Apa kau yang menyuruh reporter ryu menguntit di rumahku??"


"Menguntit?? Bukankah sudah tugas reporter mencari informasi hangat seorang selebriti??"


"Aku akan menuntut kalian berdua jika kalian menyebarkan rumor yang tidak-tidak.."


"Hahahaha.. rumor yang tidak tidak?? Bahkan kami punya rekaman kamera dashboard mobil yang tengah terparkir disana.. sangat jelas sekali ia menyerang reporter ryu dan mengancamnya.." Hana benar-benar telah membuat Louis mati kutu.


Ia harus melindungi Ana dari rumor itu.


"Apa maumu??" Tanya Louis kemudian membuat Hana tertawa lepas.


"Hahaha.. itu yang aku tunggu sejak tadi.. aku menunggumu menanyakan itu sejak tadi.." gelaknya bersemangat.


Louis menyeringai sinis. "Fans mu pasti akan sangat kecewa jika tau sifat aslimu yang sangat licik dan busuk.." gumam Louis sinis.


"Hahahaha.. bagaimana denganmu?? Bukankah Ana akan menjadi sasaran empuk untuk mendapat kebencian dari semua fansmu?? Serangan brutal, memiliki senjata ilegal, bahkan akhir-akhir ini ia di kait-kaitkan dengan pembunuhan berantai.. bukankah dia seperti seorang mafia??" Tukas Hana memojokkan Louis.


"Jaga ucapanmu !! Kau tidak tau apapun tentangnya !!" Geram Louis mengingatkan.


"Apa aku salah?? Atau apa aku mengatakan yang sebenarnya??" Timpal Hana angkuh. Hana melangkah mendekati Louis.


"Bukankah kau harus melindungi dia??" Bisik Hana dengan nada mengancam.


"Kau benar-benar wanita brengs*k !!" Hardik Louis menggeram.


"Hahaha.. ternyata kau bisa marah juga?? Selama ini sifat polos dan lemah lembutmu membuatku selalu berdebar.." celoteh Hana terus meracau. "Apa karena Ms.Grey?? Kau berubah menjadi kasar seperti ini, apa kau sudah ketularan sifat liarnya?? Ah.. pasti karena kau selalu bergaul dengannya kan??"


"Diam kau !!" Tukas Louis murka.


"Tenang saja.. aku akan tutup mulut.. aku sangat pintar menjaga rahasia, asal kau menuruti semua mauku.." ancam Hana tertawa kecil.


--------------


"Kalian tampak sangat serasi dan romantis.. apa kalian cinlok??" Tanya reporter yang lain.


"Hahaha.. kami belum meresmikannya.. kami masih tahap saling kenal satu sama lain.." jawab Hana tersipu malu. Ia sangat pintar bersandiwara. Louis yang sangat muak harus menahan diri. Ia harus melindungi Ana meski cara ini salah. Ia tau Ana akan sangat murka jika melihatnya saat ini.


"Semua fans kalian pasti akan sangat senang jika kalian segera meresmikan hubungan kalian.. kalian tau kan semua fans kalian sangat mendukung hubungan kalian berdua.." sahut reporter lain.


"Kami minta doa dan dukungannya.." timpal Hana lagi masih terus merangkul Louis manja. Louis sejak tadi hanya diam seribu bahasa dan memasang wajah kesal.

__ADS_1


__ADS_2