Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Bab 201


__ADS_3

Sudah hampir 5 hari Dita tidak pulang ke rumah Pak Kim, sudah lama mereka tinggal bersama. namun baru kali ini Dita tidak pulang selama berhari-hari. Ia beralasan jika ia sedang sangat sibuk di rumah sakit setelah banyak petugas medis yang mengundurkan diri setelah skandal rumah sakit yang di timbulkan Ana. Mereka mendapat hujatan dari banyak netizen karena di anggap sebagai rumah sakit dengan tingkat keamanan terendah. Mereka juga takut jika hal itu bisa terjadi lagi dan menempatkan petugas medis yang dalam bahaya.


Namun, kualitas dan hasil perawatan yang di berikan di rumah sakit Grey Hospital membuatnya tak sepi pasien. Tetap banyak pasien yang datang berobat kesana.


Itu sebabnya Dita sulit untuk pulang ke rumah akhir-akhir ini. Pak Kim tampak membuka brankasnya. Ia berdiri cukup lama di sana seraya menggenggam sesuatu. Ia segera memasukkan kembali benda itu ke dalam brankasnya, ketika ia mendengar seseorang tengah membuka kode kunci pintu rumahnya. Benar saja, Dita telah tiba mesti sudah larut malam. Ia tampak berjalan dengan sangat lesu.


"Kau sudah makan malam?" tanya Pak Kim perhatian.


"Hmm.." angguknya manja segera memeluk Pak Kim erat. "aku makan malam bersama senior di kantin.."


"Mandilah.. Lalu segera istirahat.. Kau pasti sangat kelelahan.."


"Tentu saja, bahkan kami harus menerima banyak hujatan karena skandal yang Ana buat.. Kami juga sudah kehilangan banyak petugas medis karena mereka sangat ketakutan.." keluhnya masih memeluk erat tubuh Pak Kim.


"Semua akan segera baik-baik saja.." ujar Pak Kim mengusap punggung Dita lembut.


"Bagaimana pekerjaanmu?? Apa kau begadang lagi malam ini??"


"Tidak.. Aku sudah menyelesaikan semua pekerjaanku.." gelengnya pelan.


"Seharusnya Ana tidak membebankan semua masalahnya padamu.. Dia sudah meninggalkan perusahaan, tapi ia jutru tetap membuat keributan dan menyulitkan semua orang.." gerutu Dita lagi membuat Pak Kim merasa sedikit kesal.


"Aku yakin Ana juga tidak menginginkan semua ini terjadi.. Dia pasti juga ingin hidup normal dan baik-baik saja.." timpal Pak Kim membela Ana.


"Lihatlah.. Bahkan di tengah situasi buruk ini kau masih saja membelanya.." gumam Dita tak terima.


"Aku sangat mengenalnya.. Bahkan dia sudah seperti keluargaku sendiri.. Dia wanita yang baik.."


"Bahkan aku masih sangat penasaran dengan apa yang ada di sana waktu itu.. Kenapa ia membuat kegaduhan di sana.. Bahkan aku sama sekali tidak pernah melihat wajah pria kekar yang berkelahi dengannya.. Semua wajah mereka tampak asing.. Apa mereka sengaja datang kesana untuk menemuinya??" imbuh Dita membuat Pak Kim tertegun.


"Kau pernah melihat mereka?" tanya Pak Kim tersadar sesuatu.


"Hmm.. Ya.. Di berita.. Tapi aku tidak pernah melihat wajah-wajah tu selama di rumah sakit.." angguknya cepat seraya tergagap.

__ADS_1


Pak Kim lagi-lagi tertegun. Ia kemudian menatap Dita intens. Namun Dita berusaha mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Hmm.. Kalau begitu aku mandi dulu.. Sebaiknya kau segera tidur.." ujarnya kemudian melepaskan pelukan mereka, ia juga tampak segera menuju kamar untuk bersih-bersih.


Pak Kim teringat sesuatu. Selama berita skandal Ana di tayangkan di semua televisi maupun di media sosial, tak satupun ada video yang memperlihatkan wajah Ana maupun para pria yang bertengkar dengannya. Hanya ada 1 video klarifikasi yang menunjukkan dengan jelas wajah Ana di sana. Namun berita dan video itu segera di hapus dari semua situs yang menyebarkannya.


Pak Kim dibuat berpikir keras. Bagaimana Dita bisa mengatakan jika ia melihat pria itu di berita? Sementara tak satupun wajah mereka terungkap.


...****************...


Setelah di bawa kembali ke lapas. Ana di tempatkan di ruang isolasi. Di sana ia di berikan bantal, alas tidur dan selimut yang layak, semua ini permintaan langsung dari kepala polisi. Dan bahkan ia langsung yang menyediakan semuanya.


"Pakailah ini.. kepala polisi ingin anda segera pulih.." ujar seorang sipir meletakkan semua barang-barang itu di dekat kaki Ana.


Ana melihat semuanya dengan tatapan kosong. "Beritahu dia jika aku ingin bertemu dengannya.." imbuh Ana lirih.


"Baiklah.. Aku akan segera menyampaikan pesan anda.." angguk sipir itu segera mengunci sel Ana, lalu berambus pergi.


Ana menata alas tidurnya dengan rapi. Ia hanya duduk di atas sana seraya termenung. Saat ia berada di rumah saki waktu itu, ia berada di kondisi setengah sadar. Saat itulah ia mendapati Lucas dan Louis di sana. Samar-samar ia melihat wajah khawatir itu dengan kesedihan. Ana kini seperti berada di tengah kabut tebal dan kehilangan arah.


"Ms. Grey.. Silahkan ikut aku.." seru seorang sipir segera membuka kunci sel Ana.


Ana menatapnya bingung.


"Kepala Polisi dan kepala sipir ingin menenuimu.." jelasnya membuat Ana segera bangkit. Malam itu ia di bawa menemui keduanya di dalam ruang rahasia sang kepala sipir. Di sana ruangan yang aman dan bersih, tidak ada satupun cctv terpasang. Ruangan itu juga yang menjadi tempat transaksi kotornya dalam menerima suap dan lainnya.


"Ms. Grey.. Silahkan duduk.." sapa mereka saat Ana tiba di sana.


Ana segera duduk di seberang keduanya, bahkan ia sempat menghela nafas panjang.


"Maaf aku baru menemuimu.." ujar kepala sipir sungkan.


"Bagaimana kabarmu?? Kau sudah benar-benar pulih?" tanya kepala polisi yang merupakan teman Jane.

__ADS_1


"Hmm.. Aku baik-baik saja.." angguk Ana cepat. "Aku ingin bertemu Jane.. Bisakah kalian mencarinya untukku??" ujar Ana datar.


"Nyonya Jane?? Ma.. Maaf.. Bahkan kami juga belum bisa menemukannya.. Tapi.. Sebelumnya dia meninggalkan pesan untuk kami berdua.." ujar kepala sipir segera mengeluarkan ponselnya. Dan menunjukkan isi pesan singkat itu.


Ana tertegun. "Jadi.. Dia minta aku untuk tetap di sini dan tidak melakukan apapun??" tanya Ana lirih seraya memahami setiap kata dalam pesan singkat itu.


"Pastikan Ana tetap aman.. Awasi dia.. #001" isi pesan itu.


"Iya.. Itu yang tersirat dari di pesannya.." angguk kepala sipir cepat.


"Bagaimana kalian bisa yakin jika itu pesan darinya??" tanya Ana curiga.


"Apa kau lihat kode yang ia sisipkan di akhir pesan?? Itu kode rahasia antara kami bertiga saat berkirim pesan rahasia.. 001 miliknya, 002 aku dan 003 adalah dia.. Jadi kami berdua sangat yakin jika itu memang pesan darinya.." jelas kepala polisi.


Ana mengangguk mengerti. Ia tampak berpikir sejenak. "Apa aku boleh memukuli orang-orang disini??" tanya Ana kemudian.


"Ka..kau ingin memukuli napi di sini??" tanya kepala sipir kaget.


"Aku masih berencana ingin melakukannya.." angguk Ana cepat.


"Tentu saja.. Ka.. Kau bebas melakukan apapun.. Aku akan mengurus semuanya.." ujarnya yakin dan tegas.


"Baiklah.. Tapi aku tidak akan melakukannya sekarang.. Aku akan membiarkan mereka bermain-main denganku untuk sementara waktu ini.."


"Sebaiknya kau selalu hati-hati.. Kami tidak ingin kau terluka parah.." pinta kepala polisi gelisah dan khawatir pada Ana.


"Tenang saja.. Aku tidak akan mati disini.." timpal Ana menyeringai.


"Kabari aku jika Jane menghubungi kalian.." seru Ana segera bangkit dari duduknya.


"Kau sudah mau pergi??" tanya kepala sipir.


"Tentu saja.." jelas Ana segera pergi.

__ADS_1


...****************...


Jangan pernah bosan.. aku tidak akan berhenti menghasilkan yang terbaik untuk kalian semua.. saran dan masukkan dari kalian sangat berarti untukku.. (ig : tttaaa13)


__ADS_2