Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Bab 170


__ADS_3

Louis yang tengah duduk di meja makan bersama istri Lucas dapat melihat ekspresi wajah Ana yang sulit di artikan. Ia tidak tau apa itu merupakan rasa bersalah, rasa sedih, rasa takut atau rasa cemas. Ana benar-benar wanita yang sulit di tebak. Jane yang menyadari tatapan dalam Louis, tampak berbisik pelan pada Ana, sehingga Ana turut menoleh ke arah Louis. Mereka saling bertatapan. Lalu Ana memalingkan wajahnya dengan tatapan dingin. Jane tampak berjalan menuju pintu kaca itu, menarik tali yang tergantung di ujung sisinya hingga tirai terbuka menutupi seluruh permukaan kaca. Louis tertegun. Ia yakin sesuatu telah terjadi.


"Bagaimana mereka bisa menemukan mayat itu??" tanya Ana penasaran.


Jane memeriksa ponselnya, lalu ia membelalak kaget. Menunjukkan layar ponselnya yang menampilkan sebuah retasan. Ana berdecak kesal. Ternyata ponsel Jane telah di retas. Ia segera menenggelamkan ponselnya ke dalam kolam ikan mini di taman milik Lucas.


"Siapa yang pernah menggunakan ponselmu??" tanya Ana lirih. Mereka kini tinggal berdua. Lucas telah pergi ke kantor polisi untuk melakukan penyelidikan.


"Tidak ada siapapun.." geleng Jane cepat.


Ana kembali terdiam. "Dapatkan kembali posisiku.. Lalu buat pertemuan dengan semua kolega berpengaruhmu di negara ini.. aku harus segera bertindak.."


"Apa yang kau rencanakan??"


"Sudah saatnya aku harus menggunakan kekuasaanku dan uangku.." jawab Ana lirih.


"Baiklah.. Itu hal yang mudah.. Aku akan mengadakan rapat besar para pemegang saham.." ujar Jane segera sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1


Ana segera berjalan menghampiri Louis dengan tenang.


"Kau baik-baik saja?" tanya Louis hangat.


"Hmm.. Tentu.. Aku harus segera pergi bersama Jane.. Ada beberapa hal yang harus aku lakukan.." ujar Ana mengusap punggung Louis hangat.


"Sebaiknya kau segera pulang.."


Louis meraih tangan Ana, menggenggamnya erat.


"Semua akan baik-baik saja.. Apapun yang terjadi.. Semua pasti akan baik-baik saja.." ujarnya hangat.


"Hmm.." angguk Ana cepat, sementara Louis tertegun mendengar jawaban itu. Ia tak menyangka jika Ana tidak menutupi hubungan mereka di keluarganya.


"Wah?? Benarkah?? Sudah aku duga kalian benar-benar sangat serasi.." puji kakak iparnya. "Semoga kalian langgeng terus ya.. Dan selalu akur.."


"Terima kasih kak.. Kalau begitu aku pamit dulu.. Kami masih ada urusan.." seru Ana segera meraih tasnya sementara tangan satunya masih menggenggam tangan Louis. "Ayo.." ajak Ana menarik tangan Louis.

__ADS_1


Louis segera bangkit dari duduknya. Segera pamit dengan istri Lucas, serta kedua anaknya, lalu turut ikut keluar bersama Ana dan Jane.


"Pastikan kau segera pulang, pastikan mengunci pintu apartmentmu.. Jika kau senggang sebaiknya kau tinggal di rumah orang tuamu untuk sementara waktu.." imbuh Ana berjalan berdampingan dengan Louis.


"Aku akan baik-baik saja.. Jangan khawatirkan aku.. jaga saja dirimu dengan baik.. Aku bahkan tidak bisa melindungimu.." gumam Louis sedih.


"Terus kabari aku kemanapun kau pergi.." pinta Ana merapikan kerah kemeja Louis.


"Pastikan kau selalu mengangkat teleponku.."


"Baiklah.." angguk Ana cepat. "Aku akan menemuinya setelah semuanya selesai.."


"Baiklah.. Sampai nanti.." ujar Louis memeluk Ana erat.


Ana segera membalas pelukan itu. Mereka segera keluar dari gerbang halaman rumah Lucas. Ana dan Jane segera pergi bersama. Ana mengendarai sendiri mobilnya bersama Jane, sementara anak buah Jane mengikuti dari belakang. Sementara Louis berencana ke rumah orang tuanya sesuai permintaan Ana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Maaf baru update !! Author sedang tidak sehat. Dan sedang isoman 🙏🏼 mohon doanya selalu ya 🙏🏼❤


__ADS_2