Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Bab 181


__ADS_3

Setelah selesai makan malam terakhir mereka di lokasi shooting itu. Louis memutuskan segera kembali ke kamar hotelnya. Untungnya sudah 3 hari belakang ia merasa aman karena Hana sudah kembali ke kota lebih dulu.


Malam itu ia tengah menonton video interviewnya yang lalu dengan Hana. Cuplikan itu benar-benar seperti pengumuman hubungan asmara mereka, tidak seperti promosi film baru mereka.


Louis mengusap wajahnya kasar, menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan gusar. Ia melihat ponselnya sejak tadi. Sudah berhari-hari ia tak menerima kabar dari Ana. Di tambah ia mendengar berita jika Ana tengah pergi ke negara C secara tiba-tiba, membuatnya semakin khawatir.


Keberadaan mereka disana bertambah menjadi 14 hari. Hujan membuat jadwal shootingnya berantakan. Tak terasa besok ia akan segera kembali ke kota. Ana benar-benar tak menghubungi sama sekali selama hampir 2 minggu.


Ting..nung..ting..nung..


Suara bel kamar hotelnya terdengar nyaring. Ia segera berjalan menuju pintu kamarnya, mengintip keluar dan membuatnya terperanjat kaget. Ia segera membuka pintunya tanpa berpikir panjang lagi.


"I miss you.." ujar Ana lirih. Ana kini berdiri di ambang pintu kamar Louis dengan tatapan sendunya.


Louis menarik tubuh ramping itu ke dalam kamarnya, mengunci pintu itu rapat, lalu memeluk tubuh itu erat. Seperti biasa ia membenamkan kepalanya pada bagian leher Ana yang sangat wangi. Ana melepas pelukan itu, mendorong tubuh Louis keras. Ia menatap Louis intens. Bahkan nafasnya terdengar memburu.


Ana menghujani Louis dengan cium*n hangatnya. ******* bibir mungil Louis dengan penuh gairah. Louis membalas setiap kecupan panas itu dengan agresif.


"Kau minum alkohol??" Tanya Louis melepas ciuman itu, ia dapat merasakan sensasi wiski dalam mulut Ana.


Ana tampak terkekeh kecil.


"Sama siapa kau datang kemari??"


"Sendiri.. tadinya aku ingin pulang ke apartment.. tapi aku tidak tau kenapa aku justru tiba disini.. perjalanannya cukup jauh.. aku sangat lelah.." Ana tampak sempoyongan menyandarkan kepalanya ke pundak Louis.


"Kau menyetir dalam keadaan mabuk??" Seru Louis kaget.


Lagi-lagi Ana tertawa kecil. "Sudah aku bilang.. aku merindukanmu.. aku tidak punya pilihan lain.. sampai aku tidak sadar bisa datang sampai kemari.." jawabnya enteng.

__ADS_1


Louis memeluk Ana erat. "Kau tau betapa berbahayanya ini !! Bagaimana jika kau terluka??" Seru Louis menggerutu.


"Aku sudah sampai disini.. itu artinya aku baik-baik saja.." gumam Ana lirih membalas pelukan itu. "Aku bahkan tidak bisa tidur dengan baik beberapa hari ini.. aku sangat kesepian.." gumamnya lagi melantur.


Louis mengusap kepala Ana lembut. Mengecup dahinya hangat penuh kasih sayang.


Kini Ana tengah terbaring di atas tempat tidur. Ia bahkan tertidur saat berada dalam pelukan Louis. Ia tampak tidur sangat pulas dengan ekspresi lucu. Mulut ternganga dan tampak sangat tenang. Biasanya ia seperti tidur dalam ketakutan ataupun seakan tengah marah.


Louis bahkan tidak bisa tidur sama sekali, karena terus menatapi wajah wanita yang ia cintai itu. Ana menggeliat pelan di atas tempat tidur. Ia mengusap wajahnya beberapa kali, dan membuka matanya perlahan. Ia memicingkan matanya berusaha sadar dari kantuknya. Ia tertegun saat mendapati Louis yang tengah berbaring di sisinya seraya memeluk pingganganya hangat.


"Kau sudah bangun??" Tanya Louis lirih.


"Apa aku tidur di apartment mu??" Tanya Ana bingung melihat sekeliling. "Bahkan ini tidak seperti apartmentmu.." gumamnya lagi.


"Apa kau sudah sadar??" Tanya Louis curiga.


Ana meregangkan otot-ototnya.


"Kenapa kau tampak khawatir?"


"Tidak.. aku hanya ingin tau situasinya.."


"Semua baik-baik saja.. kau tidak perlu tau soal apapun.."


"Baiklah.." angguk Ana mengerti.


"Bagaimana kabarmu?? Kau tak pernah menghubungi selama 2 minggu ini.. bahkan kau tak merespon pesan dan panggilanku.." gerutu Louis lirih.


"Maaf.. aku sangat sibuk belakangan ini.." Ana kini bertingkah sangat berbeda dari sebelumnya. Kini ia menjadi sosok yang sangat lembut dan hangat pada Louis setelah mereka berkencan.

__ADS_1


Louis mengusap wajah Ana lembut.


"Aku senang kau bersikap tenang dan hangat seperti ini padaku.. ini seperti mimpi bagiku.."


Ana tersenyum manis. Ia mengecup singkat bibir Louis tanpa sepatah katapun. "Aku hanya sedang berusaha sebaik mungkin.." jelas Ana meyakinkan. Bahkan hatinya sedang berkecamuk seakan tidak membenarkan hal itu.


"Aku tau.. terima kasih kau sudah berusaha untukku.." imbuh Louis tersenyum lebar.


Ting..nung..ting..nung..


Bel kamar Louis terdengar nyaring. Mereka saling bertatapan.


"Siapa pagi-pagi datang kemari?" Gumam Louis bingung saat melihat jam tangannya yang ada di atas meja menunjukkan pukul 5 pagi.


"Apa itu Pak Dong??"


"Aku rasa tidak.." geleng Louis yakin.


"Kalau begitu abaikan saja.." timpal Ana santai.


Ting..nung..ting..nung..


Suara bel tak berhenti disitu. Bel terus berbunyi keras. Louis segera bangkit dengan kesal.


"Biar aku cek sebentar.."


Ana segera duduk. Memperhatikan langkah Louis. Louis mengintip ke lubang pintu. Ia terperanjat kaget melihat sosok yang berdiri di daun pintu kamarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Jangan pernah bosan.. aku tidak akan berhenti menghasilkan yang terbaik untuk kalian semua.. saran dan masukkan dari kalian sangat berarti untukku.. (ig : tttaaa13)


__ADS_2