
Pukul 6.30 Ana sudah duduk di meja makan dengan secangkir kopi. Ia tidak lagi tertidur setelah bertemu Bibi Layla, ia hanya merokok di dalam kamarnya sambil membaca baca beberapa buku untuk menenangkan pikirannya yang kalut.
Louis yang ternyata juga sudah terbangun kaget melihat Ana sudah rapi di meja makan dan yang lebih mengagetkan karena ia tengah bersama Pak Dong managernya.
Ana mengenakan stelan musim dingin berwarna serba navy. Ia menguncir tinggi rambut bergelombangnya. Wajah dinginnya tampak tenang bercampur khawatir. Seperti biasa ia hanya mengenakan make up tipis, bedak, mascara dan lipstik berwarna peach yang terlihat natural dan sangat cocok dengannya.
"Pak Dong.. kau disini??" Tanya Louis kaget.
"Lou..duduklah.." pinta Ana lirih.
Louis segera duduk di sebelah Pak Dong di seberang Ana. Ana menyodorkan tab nya yang berada di meja ke arah Louis. Louis segera meraih tab itu.
"Kenapa kalian tampak serius sekali??" Tanya Louis heran.
Tiba-tiba Louis terdiam tak bergeming, ia tampak serius membaca berita yang ada di layar tab nya. Ternyata ada berita tentang dirinya dan Ana.
"BREAKING NEWS : IDOL POPULER 'LOUIS' TENGAH BERKENCAN DENGAN PRESDIR TERKAYA DAN TERMUDA 'MS.GREY'.." berita itu di sertai juga foto-foto Ana dan Louis saat berada di Grey Cloud Hotel saat berada di depan lobi menunggu mobil mereka tadi malam.
Louis meletakkan tab itu kembali ke atas meja. Ia tampak tenang dan santai.
"Aku sudah menyuruh tim ku untuk menghapus berita itu dan menemui penulisnya.. masih ada beberapa berita serupa di media lain.. tapi akan segera aku atasi.. jadi kalian tidak perlu khawatir soal ini.." celetuk Ana tenang menyeruput kopinya.
"Memangnya kenapa? Berita seperti ini akan selalu bermunculan lagi ke depannya.. kita biarkan saja.." tukas Louis.
"Hei apa yang kau katakan?? Saham perusahaan Ms.Grey mengalami penurunan karena ini.." tukas Pak Dong marah pada Louis.
Memang saham Ana mengalami penurunan akibat berita skandal itu, menurut mereka Ana tidak sepatutnya menjalin hubungan dengan klien perusahaan mereka, banyak juga komentar negatif yang di terima Ana dari fans Louis, sehingga itu juga yang menyebabkan penurunan saham Ana. Perusahaannya sangat sensitif dengan skandal, meski penurunan saham itu tidak parah, tetapi tetap harus di waspadai.
"Jangan pedulikan perusahaanku.. aku akan segera mengatasinya.." geleng Ana tenang.
Louis hanya tertegun. "Bagaimana kalau kita akui saja isu itu??"
"Kau benar-benar sudah gila?? Sekarang masih terbukti fitnah saja berpengaruh buruk pada saham Ms.Grey.. apalagi kalau kita benarkan.. aku tidak ingin ambil resiko.." timpal Pak Dong keras.
"Kita bisa buat gimmick yang positif.. orang berkomentar jahat karena mereka pasti tidak bisa berpikir jernih.. dan orang seperti itu pasti bukan fansku.. fansku orang-orang yang berpikir positif.." jelas Louis beralasan.
"Aku tidak setuju.." geleng Pak Dong menolak.
__ADS_1
"Bagaimana menurutmu??" Tanya Louis pada Ana yang hanya tertegun diam.
"Orang-orang akan menertawai aktingku.. karena aku tidak ahli dalam hal itu.." Ana pun tampak tidak setuju.
"Ana.." seru seseorang dari belakang. Ternyata itu adalah Albert kakaknya.
"Kakak sudah datang??" Tanya Ana menoleh ke arah belakangnya.
Louis tampak menyapa dengan wajah ramah dan girang tidak seperti sebelumnya. Kalau saja ia tidak tahu bahwa Albert adalah Kakak Ana, ia pasti sudah dibakar api cemburu.
"Bibi sudah pergi??" Tanya Albert celingak-celinguk.
"Sudah.." angguk Ana cepat. "Oh iya perkenalkan.. ini kakakku Albert.." seru Ana pada Pak Dong dan Louis. "Aku belum sempat memperkenalkannya secara resmi.."
"Halo..senang berkenalan dengan anda.." sapa Pak Dong ramah sementara Louis hanya tersenyum ramah. "Kita pernah bertemu di kantor polisi.." tambahnya lagi.
"Halo semuanya.." sapa Albert balik. "Kalian sedang meeting??" Tanya Albert yang melihat mereka bertiga tadi tampak serius.
"Hanya membahas beberapa kerjaan.. aku akan cerita di mobil.. ayo kita berangkat.."
"Kau akan berangkat kerja sepagi ini??" Tanya Louis heran.
"Hmm.. ada yang harus aku urus.." angguk Ana segera meraih tas kerjanya. "Pak Dong tolong antar Lou pulang.. kabari aku jika ada hal penting lainnya.." Ana segera berlalu, raut wajahnya tampak berbeda.
"Kakaknya sangat tampan.. apa kira kira dia mau menjadi seorang idol??" Gumam Pak Dong terperangah dengan ketampanan kakak Ana.
"Kau ingin menyingkirkanku??" Sindir Louis mendengar gumam-an Pak Dong.
"Ah.. bukan begitu maksudku.. kau ini sensitif sekali.."
"Aku siap-siap dulu.." Louis segera berlalu menuju kamar tamu.
***
"Akhir-akhir ini kalian tampak semakin akrab.." imbuh Pak Dong memecah keheningan di perjalanan.
"Hmm.. bukankah itu lebih baik.." jawab Louis singkat.
__ADS_1
"Apa kalian benar-benar berkencan??" Tanya nya penasaran.
"Belum.."
"Belum?? Berarti akan??" Seru Pak dong kaget.
"Dia bukan wanita sembarangan.. dia sulit di luluhkan.." tukas Louis.
"Hei.. dia atasannya atasanmu.. bagaimana bisa kau berpikir ini berkencan dengannya.. apa kau sadar?? Isu tadi pagi saja sudah membuat pusing.. bahkan itu memberi dampak negatif padanya.. bagaimana jika kita membenarkan itu?? Apa kau tidak memikirkannya?? Jangan egois dengan mengikuti keinginan hatimu Lou.. kau harus tau batasan.. hal buruk bisa saja menimpanya jika kau gegabah.." Pak Dong terus mengomeli Louis.
"Memangnya apa salahku jika aku menyukainya??"
"Louis !! Kau tidak salah menyukainya.. tapi orang-orang tidak akan bisa mengerti hal itu.. kau mungkin akan tetap di puja.. namun bagaimana dengannya?? Ini bisa menjadi skandal untuknya.. orang seperti Ms.Grey butuh pasangan yang bisa menopang kekuasaannya.. terakhir saja aku dengar ia pernah dekat dengan anak presiden negara A.. kau tau seberapa kayanya pria itu?? kau harus sedikit memikirkan Ms.Grey.. kita membutuhkannya.. kau tau itu.. jadi kita tidak bisa menghancurkannya.." Pak Dong mencoba menjelaskan pada Louis dengan setenang mungkin.
"Aku benci harus selalu memikirkan kata kata atau tanggapan orang lain untuk urusan hidupku.."
"Itu sudah resiko menjadi seorang bintang Lou.." celetuk Pak Dong lirih. "Kau harus bisa menerima kenyataan ini.."
Setelah itu selama perjalanan menuju lokasi shooting mereka hanya saling diam. Ternyata disana sudah di penuhi paparazi yang ingin mewawancarainya.
Louis hanya diam tak memberi komentar apapun. Bagaimanapun ia berpikir bahwa apa yang dikatakan Pak Dong harus di pikirkannya juga. Ini bukan tentang hatinya, tapi juga menyangkut Ana.
***
Albert sudah memerintahkan seseorang untuk mengawasi Bibi Layla. Ana memberitahu semua yang ia tahu pada Albert pagi tadi. Kini Albert akan mengantar Ana ke kantornya setelah mereka membahas beberapa strategi untuk menangkap Jane dan Dominic.
Saat tiba di depan kantornya tampak banyak paparazi sudah menunggu Ana. Ana hanya tertegun.
"Ah.. malas sekali harus berurusan dengan mereka.." gumam Ana lirih.
"Aku akan mengawalmu hingga ke dalam.." saut Albert.
Dari arah pintu masuk lobi kantor tampak Pak Kim sudah berdiri menunggu Ana bersama beberapa penjaga lainnya. Ana segera menghubungi Pak Kim memberitahukannya bahwa ia ada dalam mobil milik Albert. Pak Kim dan pengawal tampak setengah berlari segera mendekati mobil Albert. Ana segera keluar dari dalam.
"Kakak segera pergilah.." Ana segera di kelilingi pengawal dan di awasi terus oleh Pak Kim.
Mobil Albert segera meninggalkan halaman kantor. Paparazi segera mengerumuni Ana dengan banyak flash kamera dari berbagai arah. Puluhan pertanyaan pun bergonta-ganti terdengar di telinganya. Ana hanya terus jalan menunduk hingga masuk kantor tanpa merespon pertanyaan demi pertanyaan dari reporter.
__ADS_1