Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Bab 193


__ADS_3

2 Hari berlalu dengan luntang lantung. Ana bahkan meminta bantuan Mr. Zhou dan rekan lainnya untuk mencari keberadaan Jane dan Layla. Tak satupun pencarian mereka membuahkan hasil. Hingga akhirnya malam itu Ana memutuskan untuk menyerahkan diri. Ia tak ada pilihan lain selain mengikuti keinginan Layla yang terus berusaha membuatnya di jebloskan ke penjara.


Ana melangkah dengan percaya diri masuk ke dalam kantor polisi. Bahkan 15 menit sebelumnya ia sudah menghubungi kakaknya Lucas, jika ia akan datang menyerahkan diri.


"Ada yang bisa kami bantu??" ujar seorang polisi mendatangi Ana yang tampak celingukan.


"Aku ingin mencari detektif Lucas.."


"Detektif Lucas??" pria itu tampak kebingungan. Tentu saja, karena Lucas adalah nama kecilnya, kini kakaknya tengah berganti nama menjadi Albert.


"Maksudku detektif Albert.." ralat Ana segera.


"Ah.. Kepala Detektif Albert?? Tunggu sebentar akan saya panggilkan.."


"Ana.." seru Lucas kemudian segera datang menghampiri Ana saat ia melihat Ana tiba di sana dari balik jendela ruang kerjanya.


"Kepala detektif.. nona ini mencari anda.." ujar pria itu kemudian saat mendapati Lucas telah tiba datang menghampiri.


Lucas hanya mengangguk. Ia menatap Ana intens. Tatapan kalut dan khawatirnya tampak jelas di matanya. Ana hanya menatapnya seraya tersenyum lebar. Membuat beberapa polisi di sana kebingungan melihat keduanya.

__ADS_1


"Detektif.. Aku datang untuk menyerahkan diri atas video penyerangan dan pembunuhan yang sedang viral di rumah sakit.." ujar Ana penuh percaya diri.


Sontak membuat kegaduhan di ruangan besar itu. Semua orang yang mendengar terlonjak kaget.


"Apa dia benar-benar pelakunya?"


"Bukankah dia pewaris tunggal Grey World?"


"Bukankah dia sangat muda untuk melakukan kekejaman itu?"


"Bagaimana bisa tubuh mungil dan wajah sempurna seperti itu ternyata seorang malaikat pencabut nyawa??"


Berrbagai krtitikan samar-samar terdengar. Semua orang terperanjat kaget satu sama lain seraya melempar tatapan kaget pada Ana. Sementara Ana hanya tersenyum lebar seraya mengangkat kedua tangannya, menyodorkannya pada Lucas, sebagai isyarat penyerahan dirinya. Mata Lucas tampak berkaca-kaca, ia mengeluarkan borgol dari saku belakang celananya, dengan berat hati ia mengenakan borgol itu ke tangan Ana. Lalu segera menggiringnya ke ruang interogasi, seraya menghubungi jaksa yang juga terlibat dalam kasus ini.


Setelah duduk diam selama hampir satu jam di dalam ruang interogasi. Kini Lucas masuk ke sana seraya membawakan semangkuk sup daging hangat beserta secangkir kopi. Ia membutuhkan waktu cukup lama untuk mempersiapkan semua data agar dapat menginterogasi Ana. Jaksa yang bekerja sama juga tampak telah hadir di ruang pemantau bersama kepala polisi. Banyak yang penasaran dengan pemeriksaan Ana malam itu. Bagaimana tidak ia datang menyerahkan diri dengan cuma-cuma pada pukul 11 malam, sehingga membuat mereka harus bekerja lembur.


"Makanlah ini.. Kau tampak belum makan selama berhari-hari.." ujar Lucas berusaha ketus seraya menghidangkan makanan dan minuman itu di atas meja.


"Apa kepolisian memang selalu memberi pelayanan seperti ini pada penjahat sepertiku??" ledek Ana terkekeh.

__ADS_1


"Aku pikir mereka akan babak belur disini.." imbuh Ana melihat ke setiap kamera cctv yang ada di setiap sudut ruang interogasi.


"Makanlah.." imbuh Lucas segera duduk di seberang Ana. Ia lalu tampak membuka sebuah map hitam yang tampak cukup tebal.


"Apa itu semua berkas kasusnya?" tanya Ana tersenyum.


Lucas tertegun. Ia bingung dengan tingkah Ana. Ia tak mengerti apa kini sikap Ana di sengaja agar tidak ada yang tahu jika mereka kakak adik. Atau memang inilah sifat aslinya yang santai dan tidak pedulian.


"Kau bisa menghubungi pengacaramu.. Kau bisa menunjuk pengacara manapun untuk mendampingimu.. Dan kau berhak diam jika kau enggan menjawab pertanyaanku.."


"Aku tidak butuh pengacara.. Aku akan mengakui semuanya.."


"Ana !!" bentak Lucas hilang kesabaran. Ia tau jika Ana melakukan hal ini, Ana bisa di hukum dengan hukuman terberat. Selain karena ini kasus berat, Ana juga di anggap menyepelekan hukum.


"Kau membentakku?? Kenapa kau sangat serius?? Bukankah ini bagus untukmu dan tim-mu?? aku dengar kalian akan dapat promosi jika bisa menyelesaikan kasus ini.." ujar Ana terkekeh. Lucas tampak terperanjat kaget. Ia tak tau bagaimana Ana bisa tau soal itu. Meskipun begitu, Lucas tidak pernah berniat memanfaatkan Ana demi keuntungannya. Ana sudah sangat banyak membantunya.


"Kenapa kaget begitu? Kalian berhak mendapat penghargaan tertinggi atas kerja keras kalian.." imbuh Ana lagi. "Cepat tanyakan soal apapun.. Aku akan segera menjawabnya.." ujar Ana lagi.


Lucas menatap Ana intens. Beribu pertanyaan ingin ia lontarkan pada Ana. Namun ia tak bisa menanyakan hal itu sekarang padanya. Ruangan itu di pantau 4 cctv, dan pembicaraan mereka tengah di rekam.

__ADS_1


...----------------...


Hai aku kembali !!!!!!!!!!!! aku akan segera menyelesaikan novel ini dengan tuntas !! maafkan aku !!


__ADS_2