Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Part 31 : Menikahlah..


__ADS_3

"Pergilah ke negara C.. aku akan kesana dalam waktu dekat.." Ana menatap B1 yang tengah menikmati makan malamnya. Kondisinya sudah jauh lebih membaik dari sebelumnya.


"Apa terjadi sesuatu Ms.Grey?" Tanya B1 menghentikan makannya.


"Aku tidak melanjutkannya sekarang.." jawab Ana lirih.


"Ada apa? Apa yang terjadi?"


"Dominic dan grandma.. ternyata mereka bersama.."


"Apa mereka bersekongkol??" tebak B1 yakin.


"Lebih dari bersekongkol.. mereka juga akan mengambil alih semua milik kita.." tambah Ana lagi.


"Apa yang anda katakan?? Apa yang terjadi??" B1 tampak tak sabar.


"Pergilah ke negara C.. temui Mr.Zhou.. mereka akan memberi kalian beberapa pekerjaan.. untuk sementara kita jangan berkomunikasi dulu.." Ana bangkit dari duduknya.


"Aku yakin anda tidak akan menyerah begitu saja.." sahut B1 pelan.


"Aku tidak menyerah.. siapa bilang aku akan menyerah? Bahkan jika aku harus mati.. aku lebih baik mati daripada harus menyerah dengan mudah.." tukas Ana tersenyum sinis.


"Aku percaya padamu Ms.Grey.." angguk B1 cepat.


"Aku sudah memesan tiket pesawat untuk kalian.. pagi-pagi sekali kalian akan berangkat.. bersiap-siaplah malam ini.. aku akan menyuruh seseorang untuk mengantar kalian ke bandara.. anggota Mr.Zhou akan menjemput kalian di bandara.." Ana mengenakan blazernya.


"Jaga diri anda Ms.Grey.."


"Tentu.. kalian baik-baik disana.." Ana segera melangkah pergi keluar dari ruangan B1 dan anggota yang lain.


Setelah menyelesaikan semua administrasi rumah sakit, Ana segera mengendarai mobilnya menuju mansion. Ia terkejut mendapati Bibi Layla tengah berada di kamarnya.


"Bibi.." seru Ana kaget.


"Ah.. kau sudah pulang?" Tanyanya gugup.


"Ada apa? Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Ana heran.


"Aku membersihkan kamarmu.. aku lihat kau belum pulang.. jadi aku sedikit membersihkannya agar kau dapat segera istirahat dengan nyenyak.." ujarnya terbata.


"Kau tak perlu membersihkannya.. bahkan ada pembantu yang akan membersihkan kamar ini dan aku punya robot otomatis yang akan membersihkan debu setiap harinya.. jadi kamar ini tidak pernah berantakan sama sekali.." Ana membuka blazernya dan menaruhnya di atas gantungan mantelnya.

__ADS_1


"Aku akan membawanya ke ruangan laundry.." Bibi Layla menyambar blazer itu dan menggenggamnya erat.


"Tidak usah Bi.. aku akan mencucinya sendiri akhir pekan ini.." geleng Ana menarik blazernya dari genggaman Layla.


Layla tampak menahannya. Ana menatapnya dengan tatapan aneh.


"Ba..baiklah.. aku hanya ingin lebih memperhatikanmu Ana.. kau tampak sangat pucat dan sibuk akhir-akhir ini.. aku hanya ingin membantumu.."


"Jangan khawatirkan aku.. Bibi nikmati saja masa tuamu ini.. jangan pedulikan apapun lagi.. apapun keinginan dan kebutuhanmu katakan padaku.. pasti akan aku penuhi.." Ana hanya tersenyum manis dan hangat.


"Kau sudah makan?" Tanya Layla mengalihkan.


"Tentu.. aku mau mandi dulu Bi.. Bibi istirahatlah.." Ana segera membawa blazer tadi ke dalam kamar mandinya dan segera memasukkannya ke dalam keranjang laundry.


Tak pernah-pernah Bibi Layla bertingkah seperti itu. Bahkan ia tak pernah masuk ke ruangan Ana jika ia tak ada di dalamnya. Namun tak ada alasan lain juga yang bisa membuat Ana curiga padanya. Mungkin memang hanya karena sangat memperhatikannya.


***


Ana melirik layar ponselnya. Ada sebuah pesan masuk dari nama yang sudah tidak asing lagi.


"Mari kita bertemu.." hanya 3 kata itu yang tertera disana. Ana segera menekan ikon panggilan pada kontak tersebut.


Jam menunjukkan pukul 01.30 dini hari. Ana segera bangkit dari duduknya.


Saat hendak menuju keluar Ana dikagetkan oleh Bibi Layla yang baru datang dari arah halaman depan.


"Bibi.. kau darimana?" Tanya Ana kaget melihat Bibinya berpakaian rapi.


"A..aku tidak bisa tidur.. jadi aku sedang mencari udara segar di luar.. hanya keliling taman halaman depan.. kau sendiri mau kemana?" Tanyanya kembali melihat Ana juga sudah berpakaian rapi.


"Aku ada urusan yang mendesak.. aku akan segera kembali.. bibi masuklah ke dalam.. cuaca sudah mulai sangat dingin.. jangan lupa ganti pakaianmu.." ujar Ana segera berlalu meninggalkan Layla yang terperanjat terpaku melihat Ana yang segera pergi melaju dengan mobilnya.


Sesampainya di GC hotel Ana segera menemui Jane di restaurant hotel yang sudah sangat sepi. Ia dapat melihat Jane telah duduk dipojokan. Ana segera menghampiri wanita paruh baya itu.


"Ada apa?" Tanya Ana dingin tanpa basa-basi.


"Duduklah.. aku akan pesankan minum untukmu.."


"Tidak perlu.." geleng Ana enggan segera duduk di seberang Jane.


"Menikahlah dengan keponakan Dominic.. usianya tidak jauh beda denganmu.. ia seorang presdir termuda di salah satu perusahaan swasta ternama di negara E.."

__ADS_1


"Apa?? Kau sudah gila??" celetuk Ana kaget.


"Dekati dia.. dan nikahi dia.." sahut Jane tegas.


"Wanita tua sial*n !! Kau tidak bisa mengatur hidupku !! Sudah cukup rasanya kau mengaturku selama ini" Tukas Ana sinis sambil mengumpat.


"Wah.. akhirnya kau sudah mulai menunjukkan jati dirimu sebenarnya Ana.. kau bahkan sekarang sudah pintar mengumpatku.." celetuk Jane terkekeh.


"Anggap saja ini balas budi darimu untukku karena sudah memberi kehidupan yang lebih baik.. Aku juga tidak memintamu mencintainya.. aku tau kau sudah memiliki pacar.. kau dan aktor tampan itu bukan??"


"Aku tidak berpacaran dengan siapapun !! Dan jangan kau libatkan dia dengan masalahku.." timpal Ana ketus.


"Terserah kau pacaran dengannya atau tidak.. tapi aku tau kau sangat peduli padanya.. mungkin Layla tidak cukup memiliki pengaruh terhadapmu.. tapi laki-laki itu pasti juga sangat mempengaruhimu kan.. jadi sebaiknya kau ikuti semua perintahku.. atau.."


"Atau apa???!! Sehelai rambut saja berani kau usik dia.. aku tidak akan tinggal diam.." ancam Ana dingin.


"Hahahaha.. lihatlah dirimu Ana.. kau benar-benar membuatku bangga Ana.. kau benar-benar menjadi seperti yang aku inginkan.." gelak tawa Jane pecah di keheningan restaurant itu.


"Kau sudah keterlaluan.. aku meninggalkan pasar gelap tapi kau masih mau memperalatku.."


Brakkk !!


Jane menggebrak meja yang ada di depan mereka dengan tatapan mematikan.


"Kau pikir itu cukup??? Dan jangan coba-coba kau membodohi aku Ana.. lalu kenapa kau mengirim anak buahmu ke Mr.Zhou??? Apa kau sedang mencari pertolongan???"


Ana tercengang tak bergeming. Jane sudah mengetahui rencananya.


"Tapi kau tenang saja.. aku tidak akan mengusik mereka semua selagi kau tunduk dan menurut padaku.. kau membutuhkan keponakan Dominic untuk menjamin kelangsungan pasar gelapku yang sudah kau hancurkan di negara E.. Ia mangsa yang bagus.. ia selalu mencuci uang di pasar gelap bersama Dominic hingga puluhan milyar dalam sebulan.. dia punya kuasa penuh atas beberapa perusahaan besar disana.. ia yang selalu mendanai dominic dan anak buahnya.." jelas Jane berbisik dengan tegas.


"Kau hanya perlu mendapatkan dia.. setelah itu aku yang akan menjalankan sisanya.." bisiknya lagi mendekati wajahnya pada Ana yang sudah menggeram menahan emosinya.


"Kau benar-benar lebih menjijikkan daripada binatang !!" Gumam Ana menggeretakkan giginya.


"Hahahahaha.. kau terlalu munafik Ana.. bahkan kau juga bergelut di pasar gelap.. tapi sekarang kau pura-pura seperti orang baik.." sindir Jane terkekeh.


Ia segera bangkit dari duduknya.


"Aku tidak meminta kau berpikir untuk mengambil keputusan.. aku kemari hanya ingin kau bersiap dengan semua rencanaku.." ia lalu pergi meninggalkan Ana yang terdiam terpaku dalam duduknya.


"Kau tunggu saja pembalasanku wanita sial*n.." umpatnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2