Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Part 105 : Mundurnya Sang Presdir


__ADS_3

Jane kini berdiri di balik kaca. Tak sadar ia telah meneteskan air matanya. Ia melihat tubuh mungil Ana yang atletis tampak semakin kurus, wajahnya yang pucat pasi, bibirnya bahkan tampak kering dan pecah-pecah, bahkan rambut pendeknya tampak sangat berantakan.


Jane menutup rapat mulutnya dengan kedua tangannya, ia berusaha menahan isak tangisnya.


"Cucuku yang malang.. cucu kesayanganku.. maafkan aku Ana.. seharusnya aku tidak melukai hatimu.. seharusnya aku melindungimu.. mendampingi hingga akhir.. maafkan aku Ana.." isak Jane semakin tak tertahan.


"Cucuku yang malang.."


****


Kini Jane dan Pak Kim duduk berdampingan di depan Dokter Nam. Dokter Nam telah menjelaskan semua detail prosedur pengobatan Ana selama di Swiss nanti. Dia membutuhkan setidaknya 5 sampai 6 bulan untuk infeksi dan komplikasi parah pada organ dalam perutnya. Sementara untuk kanker hatinya, hanya dokter dari rumah sakit Swiss yang akan tau, saat ini dokter Nam tak bisa memberikan harapan apapun pada Jane dan Pak Kim.


Jane dengan mantap dan yakin menyetujui itu. Bahkan dia segera menawarkan bantuan pembangunan gedung baru serta alat-alat medis lain yang di butuhkan untuk di rumah sakit itu, agar bisa dijadikan wadah tempat penelitian penyakit kanker, sehingga akan semakin besar peluang untuk menyelamatkan banyak nyawa. Kali ini ia ingin berbuat baik dengan cara yang benar.


****


Jane menyodorkan secangkir kopi hangat pada Pak Kim. Mereka tengah duduk di taman rumah sakit.


"Maaf waktu itu aku berkata jahat padamu soal putraku.." ujar Jane tiba-tiba.


"Seharusnya aku tidak menyalahkanmu atas kematian putra dan menantuku.." tambahnya lagi.


"Saya memang tidak seharusnya meninggalkannya waktu itu Nyonya.. saya memang bersalah.."


"Sudahlah.. mulai sekarang.. mari kita tutup rapat rapat semua kenangan putraku.. mari kita fokus pada kesembuhan Ana dan kebahagiaannya di masa depan.. aku akan menebus semua perbuatan jahatku padanya Pak Kim.." gumam Jane penuh penyesalan.


"Aku akan menebus semua dosaku padanya.."


"Dia sangat beruntung memiliki anda Nyonya.. jujur saja.. saya sangat senang melihat hubungan anda dan Ms.Grey yang semakin membaik.. dia tampak sangat bahagia.. bahkan dia kini lebih banyak tersenyum.."


"Seharusnya dari dulu aku menyadari ini Pak Kim.. aku benar-benar terlambat.."


"Tidak nyonya.. tidak ada kata terlambat.. anda masih memiliki banyak waktu untuk memperbaiki semuanya.. itu sebabnya kita harus memastikan agar ia lekas sembuh.." ucap Pak Kim hangat menyemangati Jane.

__ADS_1


"Ambil alihlah perusahaan selama aku dan Ana berada di Swiss.. aku akan menemaninya selama pengobatan disana.. aku akan selalu mendampinginya.. aku akan membahas ini dengan Mr.Lee.. kita harus mengatur strategi untuk merahasiakan ini.. jika publik tau tentang kondisi Ana, itu akan berdampak buruk bagi perusahaan.. mereka akan berusaha menyingkirkan Ana karena di anggap tidak kompeten.. makanya.. sebelum itu terjadi.. kita harus lebih dulu mengambil tindakan.. kita akan mengumumkannya secara resmi.. agar tidak ada berita simpang siur.. bersiaplah.. waktu kita tidak banyak.."


****


Nyonya Jane kini tengah duduk di hadapan Mr.Lee. Mr.Lee sudah lama mengenal Jane. Bahkan sampai saat ini, dia memiliki beberapa saham di perusahaan Jane di negara L.


"Aku tidak akan basa-basi.. aku akan meminta Pak Kim untuk mengambil alih perusahaan.. dia aku perintahkan secara langsung untuk menggantikan posisi Ana.. aku percayakan perusahaan ini pada kalian berdua.. jadi aku minta kerjasamamu untuk membantu Pak Kim.."


"Baiklah Nyonya Jane.. bahkan seperti yang anda tau.. Pak Kim lebih baik dari saya.. dia bisa melakukan apa saja disini.. " ujar Mr.Lee basa-basi.


"Aku akan mengumumkannya secara resmi setelah rapat besar dewan malam ini.." tambah Jane lagi.


"Saya sudah lama bersiap untuk ini Nyonya Jane.. karena Ms.Grey sudah membahas hal ini sejak lama.."


"Apa?? Apa maksdumu??"


"Sudah lama Ms.Grey membahas tentang pengalihan jabatan ini dengan saya.." Mr.Lee bangkit dari duduknya. Ia tampak membuka brankas di lemarinya, lalu mengeluarkan sebuah map abu-abu. Ia kemudian menyodorkan map itu pada Jane.


"Bahkan baru-baru ini Ms.Grey menyuruh Pak Kim memberikan ini padaku.. aku rasa Pak Kim belum tahu soal ini.. karena tanda tangan persetujuan dari Pak Kim masih kosong disana.."


"Tapi.. apa Ms.Grey baik-baik saja?? Bahkan dia tidak pernah sekalipun menelepon atau mengirimku pesan.. dia tiba-tiba seperti menghilang begitu saja.." tanya Mr.Lee penasaran.


"Dia baik-baik saja.. dia kini sedang bersiap untuk ke negara lain.. dia benar-benar sedang berusaha keras untuk memperjuangkan segalanya.." gumam Jane lirih membayangkan kondisi kritis Ana.


"Maka dari itu aku akan membantunya membereskan urusan perusahaan disini.. agar bebannya sedikit berkurang.. sementara dia sedang sangat sibuk dengan perusahaan yang lain, aku yang akan membereskan semua hal disini.." ujar Jane meyakinkan Mr.Lee.


"Syukurlah jika dia baik-baik saja.. aku sangat khawatir.."


Jane hanya tersenyum.


****


Selama rapat besar dewan, Jane menjelaskan semua prosedur dan ketentuan baru di perusahaan. Jane memperketat peraturan di perusahaan, tak lupa dia juga mengumumkan bahwa Pak Kim akan mengambil alih semua pekerjaan dan tanggung jawab Ana.

__ADS_1


Setelah 2 jam berlalu, Jane lanjut dengan jumpa pers di lobi perusahaan untuk mengumumkan pemberitahuan itu.


"Dengan ini saya mewakilkan Anavalia Grey, bahwa mulai hari ini ia tidak lagi menjadi Presdir di perusahaan Grey World beserta seluruh anak perusahaan yang ada di negara ini.. ini adalah bukti resmi dan sah secara hukum, yang menyatakan langsung bahwa Ms.Grey telah mengutus Kim Han Syuk sebagai pihak kedua yang akan mengambil alih semua tanggung jawab, jabatan serta kekuasaan yang dimiliki oleh Ms.Grey.." seru Jane tegas dan jelas sambil memperlihatkan beberapa dokumen resmi dari Ana yang dimiliki Mr.Lee, dokumen-dokumen itu menyatakan pengalihan seluruh kepemilikannya pada Pak Kim.


"Maka dari itu.. saya tekankan sekali lagi, bahwa terhitung hari ini.. Ms.Grey bukan lagi Pimpinan di Grey World.. terima kasih.."


Puluhan pertanyaan segera menyerang Jane, flash kamera tak berhenti menyorotinya. Jane terus berjalan mengabaikan semua pertanyaan dari reporter perihal Ana. Pak Kim mengantarkan Jane masuk ke dalam mobil lalu segera pergi.


Sekarang giliran Pak Kim yang di serbu reporter untuk di mintai pernyataan resmi secara langsung. Bahkan mereka sempat menanyakan perihal memar di wajah Pak Kim, lalu Pak Kim menceritakan detail kejadian perampokan malam itu.


****


Drrrtt.. drrttt..


Louis segera menjawab panggilan di ponselnya.


"Halo Bu??" Jawab Louis lirih.


"Kau baik-baik saja??" Tanya Ibunya terdengar sangat khawatir.


"Hmm.. tentu saja.."


"Kau sedang ada dimana??" Tanya ibunya lagi.


"Aku sedang menyetir Bu.. mau kembali ke apartment, aku baru saja selesai shooting.."


"Apa.. kau sudah mendengar kabar soal Ana??"


"Ana?? Belum.. memangnya ada apa?" Louis mulai tersadar dari rasa lelahnya.


Sebelumnya ia sudah bercerita panjang pada ibunya soal perdebatan antara Ana dan Jane, lalu tentang keberadaan Ana yang tiba-tiba menghilang bak di telan bumi. Dia benar-benar seperti meninggalkan Louis.


"Sebaiknya cepat kau lihat berita.. beritanya sudah tersebar dimana-mana.." ujar Ibunya lirih.

__ADS_1


"Berita? Berita apa?"


"Cepatlah kau lihat.. karena aku rasa kau harus segera tau soal ini.." ujar ibunya segera memutus panggilannya.


__ADS_2