Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Part 93 : Dimana Ms.Grey?


__ADS_3

Pak Kim terdiam sejenak, ia kalut mendengar kondisi Ana saat ini.


"Lakukan apapun untuk menyelamatkannya dok.. saya mohon.." pinta Pak Kim dengan nada putus asa.


Ia tidak menyangka Ana selama ini berada dalam kondisi terburuk. Ia selalu berusaha terlihat baik baik saja di depannya. Ia sangat mengasihani kondisi Ana yang ternyata selalu tersiksa seorang diri selama hidupnya. Dimatanya Ana adalah sosok yang sempurna, baik hati meskipun ia dingin dan bermulut tajam, perhatian meski terlihat sangat cuek, tulus meski tampak tidak perduli.


****


Pagi itu Pak Dong datang ingin menjemput Louis untuk shooting keluar kota, ia berdiri cukup lama di depan pintu apartment Louis hingga akhirnya Louis membuka pintu itu dengan sebuah koper di sisinya.


"Ayo Pak Dong.." seru Louis mengejutkan Pak Dong yang tengah tampak mengintip ke arah pintu apartment Ana yang sedikit terbuka.


"Kenapa pintu ini terbuka?? Apa tidak ada orang??" Tanya Pak Dong yang sebenarnya masih belum tahu jika tetangga Louis di seberang itu adalah Ana.


"Benarkah?? Sejak kapan pintu itu terbuka??" Tanya Louis panik mendekat ke arah pintu apartment Ana.


"Sejak aku datang tadi sudah terbuka, aku pikir pemiliknya akan segera keluar, tapi tidak ada seorang pun yang keluar atau bahkan menutup rapat pintunya.. bukankah itu aneh??" jelas Pak Dong heran.


Louis membuka pintu itu, namun Pak Dong menahannya.


"Apa yang kau lakukan??" Bisiknya menahan tangan Louis yang ingin membuka lebar pintu itu.


"Ini apartment Ana.." ujar Louis lirih.


Bola mata Pak Dong membesar.


"Ana?? Maksudmu Ana?? Ana.. Ms.Grey???" Tukasnya kaget.


"Hmm.." angguk Louis cepat. Tanpa ragu Louis segera melangkah masuk, namun lagi lagi Pak Dong menahan Louis.


"Apa kau gila?? Dia bisa marah besar jika kau menerobos masuk seperti ini !!" Gerutu Pak Dong panik.

__ADS_1


"Aku bahkan tau password kunci rumahnya.. tenang saja.." timpal Louis menepis tangan Pak Dong dan segera melangkah masuk.


Betapa kagetnya ia melihat kondisi di dalam, bahkan ada tetesan darah di atas lantai. Louis berlari memeriksa semua ruangan mencari cari Ana dan terus memanggil manggil nama Ana, namun tak ada jawaban.


Dengan panik ia segera menghubungi ponsel Ana, tak lama dengar suara getar ponsel di sudut ruangan. Louis mengikuti suara itu hingga ke sudut ruangan, ternyata ponsel Ana tertinggal disana bersama bungkusan obat yang berserakan di lantai. Louis memeriksa ponsel Ana dan melihat panggilan terakhirnya adalah Pak Kim pukul 3 dini hari.


Louis segera menekan nomor Pak Kim dan mencoba menghubunginya. Tak ada jawaban, ia terus menghubungi Pak Kim berkali kali tetap tidak ada jawaban. Ternyata ponsel Pak Kim tinggal di mobilnya. Ia masih berada di rumah sakit menemani Ana yang masih dalam kondisi koma.


Louis yang panik segera berlari menuju ruang keamanan di lantai satu. Ia meminta bantuan security untuk memeriksa cctv pukul 3 dini hari, dan tentu saja pukul 3.15 Pak Kim tampak berlari masuk ke apartment Ana, lalu selisih berapa menit kemudian ia kembali tampak berlari keluar dari apartment sambil menggendong Ana menuju mobilnya, lalu pergi.


Louis kehilangan akal, ia semakin panik, di tambah Pak Dong terus menanyainya apa yang terjadi. Louis lalu menghubungi Jane. Tak butuh waktu yang lama hingga ia menjawab panggilan Louis.


"Ada apa?" Jawabnya datar.


"Dimana Ana??" Tanya Louis dingin.


"Kau pikir aku anak buahnya? Mana aku tau dia ada dimana.."


"Jika terjadi sesuatu padanya.. aku tidak akan memaafkanmu !!" Gumam Louis dingin segera mematikan ponselnya.


-------------------------------------------------


"Cih.. bocah sialan.. berani sekali dia mengancamku !!" Gerutu Jane kesal dengan sikap dingin Louis setelah mematikan panggilannya.


"Memangnya ada apa dengan Ana??" Gumamnya dalam hati lalu tersadar tentang penyakit Ana.


"Apa jangan jangan??" Ia segera menelepon Pak Kim hingga belasan kali namun tak juga ada jawaban.


Ia semakin frustasi, ia lalu menelepon Mr.Lee wakil Presdir di perusahaan untuk menanyakan keberadaan Ana dan Pak Kim. Namun ia berkata jika dua orang itu tidak masuk tanpa kabar berita padahal akan ada meeting penting dengan klien dari jepang siang ini.


Jane semakin kehilangan akal, dia akhirnya segera memerintahkan anak buahnya untuk melacak keberadaan Ana dan Pak Kim.

__ADS_1


****


Louis berjalan dengan gagah menuju lobi kantor Ana.


"Permisi.. apa Ms.Grey ada di ruangannya??"


"Maaf Tuan.. Ms.Grey sedang tidak ada di tempat.." geleng gadis itu ramah dan sopan.


"Apa anda tau kemana dia berada?? Bisakah anda membantuku untuk menghubungi Pak Kim?"


"Maaf Tuan, Pak Kim pergi bersama Ms.Grey.. mereka sedang ada keperluan mendesak.. jadi tidak bisa di ganggu dan dihubungi untuk beberapa waktu.." jelasnya lagi sopan.


Memang di perusahaan itu selalu di tekankan untuk menjaga kerahasiaan kondisi semua karyawannya. Meski ia tidak tau apa yang terjadi pada Ana, ia tetap berusaha memberi alasan yang masuk akal untuk siapapun yang mencari seseorang disana.


"Baiklah.. tapi.. bisakah anda menolongku satu kali saja untuk mencoba menghubungi Pak Kim?" Pinta Louis memohon.


"Lou..sudahlah.. ayo.. kita harus segera pergi sekarang.." bujuk Pak Dong merayu Louis yang kalang kabut.


"Aku mohon.. bantu aku menghubungi Pak Kim satu kali saja.." mohon Louis dengan putus asa pada gadis itu.


"Baiklah.. saya akan mencoba menghubunginya.." angguk gadis itu yang ternyata menelepon ke nomor ruang kerja Pak Kim, dan tentu saja tidak di angkat.


"Maaf Tuan.. tidak ada jawaban.. silahkan tinggalkan pesan jika anda memiliki keperluan mendesak.." gadis itu menyodorkan sebuah memo pad, pena dan amplop putih.


"Silahkan tulis pesan anda disini dan masukkan ke dalam amplop, lalu anda bisa meletakkannya disini.." ujat wanita itu melihat ke arah map hitam di mejanya.


"Tidak perlu.. saya akan kembali lagi nanti.. terima kasih.." geleng Louis segera pergi dari lobi.


"Hei.. sadarlah.. bagaimanapun kau harus tetap fokus.. kau punya tanggung jawab atas dirimu sendiri Louis.." gerutu Pak Dong di dalam mobil.


"Sesuatu sedang menimpanya Pak Dong.. bagaimana aku bisa diam saja??" Timpal Louis lirih.

__ADS_1


"Dia bersama Pak Kim.. maka dia akan baik baik saja.. kau boleh mencintainya dengan seluruh jiwa ragamu.. namun kau juga harus tau batasanmu.. dia bukan wanita sembarangan.. bahkan kita bekerja di bawah naungannya.. setidaknya kau harus tetap profesional jika memang sudah waktunya bekerja.. kau sendiri yang bilang dia wanita kuat dan luar biasa, jadi dia pasti bisa mengatasi masalahnya sendiri.. dia pasti bisa melewati segala kesulitan yang menimpanya.."


"Tidak pak Dong.. kali ini berbeda.." geleng Louis lemas.


__ADS_2