
Ana menerima telepon dari nomor tak di kenal, ia segera menuju basement parkiran, ia segera masuk ke dalam mobilnya sebelum menerima panggilan telepon itu.
"Halo.." jawabnya.
"Ms.Grey.. Ini aku Neo.. Aku tidak bisa menemui dalam waktu dekat.. Ada yang sedang memata-mataiku.. Bahkan mereka menyadap ponselku.. Tolong jangan cari aku.. Aku akan segera menghubungimu jika situasi sudah aman.. Ingat.. Jangan percaya pada siapapun.. Atau kau akan mati.. Jangan cerita pada siapapun tentang aku.. Aku tidak ingin berakhir seperti Leo.." ujar Neo terdengar sangat ketakutan lalu segera mengakhiri panggilannya.
Jantung Ana berdegup kencang, bahkan ia tak menyangka jika Neo juga tau perihal kematian Leo. Ia yakin Neo pasti tau sesuatu, dan ia sedang dalam bahaya sekarang. Namun, Ana tak ingin gegabah, ia yakin Neo pasti bisa melindungi dirinya.
Ana segera mendapat telepon dari Pak Kim.
"Halo.." jawab Ana lirih.
"Kau dimana? Ada suatu hal yang ingin ku sampaikan.." seru Pak Kim tegas.
"Aku di parkiran.. Ada barangku yang tertinggal di mobil.. Aku segera kesana sekarang.." jawab Ana berbohong. Ana segera keluar dari mobil. Ia segera menuju lift untuk naik ke atas menuju ruangan Pak Kim.
Tok..tok..
Ana membuka pintu ruangan Pak Kim perlahan, ia masuk dengan santai. Louis dan Pak Dong menatapnya dengan tatapan serius.
"Ada apa?" tanya Ana tenang.
__ADS_1
"Kau di pecat.." ujar Pak Kim tegas.
Ana yang tampak bingung, kemudian segera tertawa kecil. "Apa?? Kau memecatku??" tanya Ana mengulangi pernyataan Pak Kim.
"Perusahaan ini memang milik ayahmu, bahkan kau masih memiliki sedikit saham disini.. Tapi kau tidak bisa lagi seenaknya.. para dewa menekan dan mendesakku untuk memecatmu.. Mereka sudah tau perihal berita kematian rekanmu.." jelas Pak Kim serius sontak membuat ekspresi Ana berubah seketika.
"Apa maksudmu??" tanya Ana janggal.
"Apa kau tidak menonton berita?? Rekan kerjamu, Leo, dia tewas di bunuh.. Bahkan ia seorang anak buah dari mafia besar di negara C.. Apa yang kau lakukan Ana ??" tanya Pak Kim tampak tak percaya padanya.
"Aku tidak melakukan apapun.." geleng Ana tegas.
"Tapi itu berdampak pada perusahaan.. harga saham turun drastis dalam hitungan menit.. Jaksa akan segera datang untuk membawamu.. Mereka ingin memeriksamu lebih lanjut.."
Louis dan Pak dong tampak sangat kaget, bahkan Louis menatap Ana dengan kebingungan.
"Mereka sudah selesai melakukan autopsi, dan memeriksa lebih lanjut kasus itu.. Dan sidik jarimu ada disana.. Di sekujur tubuh korban dimana luka tubuhnya berada, bahkan sidik jarimu ada di dalam mobilnya.."
Ana tercengang, bagai di sambar petir di siang bolong. Ia yakin ini pasti jebakan. Ia tidak bisa mundur dan goyah sekarang.
"Aku tidak membunuhnya !! Tidak ada alasan untukku membunuhnya !!" elak Ana berteriak keras.
__ADS_1
Tok..tok..tok..
Pintu ruangan Pak Kim terbuka. Tampak segerombolan orang masuk dari sana.
"Permisi.. Kami dari kejaksaan ingin membawa saudari Anavalia Grey untuk diperiksa lebih lanjut, saat ini statusnya sebagai saksi berubah menjadi sebagai tersangka.." ujar seorang pria dengan stelan rapi.
"Aku tidak melakukan apapun !!" pekik Ana membantah.
"Silahkan panggil pengacara anda untuk mendampingi anda dan anda berhak untuk tetap diam.." ujarnya segera meraih kedua tangan Ana lalu memasangkan borgol padanya.
"Kalian tidak bisa melakukan ini padaku !!!" pekik Ana berontak. "Aku tidak melakukan apapun !!"
Louis tampak ketakutan, ia bahkan sangat mengkhawatirkan Ana.
"Aku mohon ikutlah dengan mereka Ana.. Aku akan menyewa pengacara terbaik untukmu.. Semua akan baik-baik saja.." pinta Pak Kim pasrah.
"Aku tidak mempercayai siapapun !!" tukas Ana sinis segera di seret paksa oleh para polisi yang mendampingi jaksa tersebut.
Ana di bawa paksa untuk di periksa. Ia bahkan kini menjadi tersangka. Ia bahkan tak tau apa yang sebenarnya terjadi pada Leo. Ia bahkan tidak tau mengapa ada sidik jarinya di tkp dan di tubuh Leo. Setibanya di kantor kejaksaan, sebelum pemeriksaan, jaksa menyita ponsel milik Ana. Bahkan mereka menyita sebuah pistol di dalam mobilnya.
Ana menunggu sendirian cukup lama dalam ruang interogasi yang sangat dingin. Ia tampak mulai kehilangan akal sehatnya. Ia hanya duduk diam di kursi dengan tangan di borgol. Ia berusaha tenang, jika tidak mereka akan mencurigai kegelisahan Ana menjadi bukti tindakan kejahatannya. Ia berusaha duduk diam dan tenang. Meski kepalanya terasa mau pecah memikirkan segalanya. Ia tidak bisa di salahkan begitu saja atas kejadian yang menimpa Leo, karena memang bukan dia pelakunya.
__ADS_1
...----------------...
Jangan pernah bosan.. aku tidak akan berhenti menghasilkan yang terbaik untuk kalian semua.. saran dan masukkan dari kalian sangat berarti untukku.. (ig : tttaaa13)