
Operasi berlangsung sangat lama. Pak Kim membantu keluarga Louis mengurus ruang perawatan untuk Louis. Ia menempatkan Louis di ruangan Ana sebelumnya. Pak Kim juga mengosongkan ruang VVIP lain untuk privasi Louis, sama seperti Ana kemarin.
Dokter mengatakan jika Louis butuh waktu lama untuk sadar karena baru saja melakukan operasi besar di kepalanya, namun ia sudah melewati masa kritis.
Ibunya menatap penuh haru wajah lesu Louis. Dia kini mengerti jika Ana mengalami hal yang lebih buruk dari putranya yang kini sudah jauh lebih baik. Dia hanya bisa berharap dan berdoa jika Ana lekas sehat meski ia memiliki sedikit harapan.
Ibunya memanggil suaminya dan Irene untuk berbicara perihal Ana. Eliza menceritakan semuanya pada suami dan putri bungsunya. Suaminya tampak mengerti situasinya, Irene tampak terisak merasa sedih.
"Jahat sekali mereka yang mengatakan hal buruk tentangnya.." gumam Irene.
Setelah pengumuman pengalihan jabatan, Ana menjadi sorotan selama satu minggu lebih, ditambah karena dia tidak menampakkan batang hidungnya saat mengumumkan pengunduran itu secara langsung. Sebagian mereka beranggapan jika Ana sedang patah hati setelah kegagalan hubungannya dengan Franz, ada juga yang mengatakan jika Ana kini meremehkan perusahaannya setelah berhasil menaklukan Franz.Co di negara E yang terkenal lebih besar dan memiliki anak perusahaan lebih banyak daripada Grey World, dia di anggap angkuh setelah menjadi bertambah kaya. Namun tak satupun rumor itu terbukti benar, karena kebenarannya lebih mengejutkan.
"Pembenci akan mendapat balasannya atas perkataan dan perbuatan fitnah mereka.." timpal ibunya membela Ana.
"Jadi.. kita akan tetap merahasiakan ini pada Louis??" Tanya ayahnya.
"Tentu saja.. ini juga demi kebaikan Louis.." angguk ibunya.
"Aku harap Ms.Grey bisa kembali bersama kita.. aku sangat mengaguminya.. bahkan aku sangat berharap dia benar-benar akan menjadi kakak perempuan untukku.." ujar Irene lirih.
Ibunya mengusap punggung Irene lembut.
"Dia akan baik-baik saja.. dia pasti akan baik-baik saja.."
****
"Ah.. menyedihkan sekali jika dia harus mengalami hal ini.." ledek Layla membaca berita di koran yang ada di tangannya.
Ia tengah menikmati ramyeon di kedai tua dekat tempat persembunyiannya.
"Apa anda yang melakukannya?" Tanya B1 menuduh.
"Untuk apa aku melakukan hal sia-sia seperti itu?? Aku akan melakukan sesuatu padanya nanti.. setelah aku menemukan Ana.. dia perlu menyaksikan adegan ironis itu nanti.." gumamnya.
"Apa kau sudah menemukan Ana??" Tanyanya menatap sinis.
B1 hanya menggeleng.
"Jangan coba-coba kau membodohi atau membohongiku jika kau tidak ingin adikmu celaka.." ancam Layla menunjuk-nunjukkan sumpit ke depan wajah B1.
B1 benar-benar tak bergeming.
__ADS_1
"Kemana gadis sial*n itu.. harusnya sekarang dia sudah muncul saat tau kekasihnya sedang kritis.. dia benar-benar sulit di tebak.. huh !! Membuat mood ku buruk saja !!" Gerutunya membanting sumpitnya ke atas meja.
"Dimana adikku??" Tanya B1 lirih.
"Dia aman dan baik-baik saja.. kau tenang saja.." tukas Layla santai.
B1 berusaha menahan amarah dan emosinya, semata karena menimbang adiknya yang di sandera oleh Layla.
****
Hari demi hari di lalui Louis dalam kondisi masih belum sadarkan diri. Ibunya selalu berjaga di rumah sakit menemani Louis, sementara ayahnya dan Irene datang bergantian.
Dua hari yang lalu Irene datang ke rumah sakit sambil membawakan gelang couple milik Louis yang telah ia perbaiki. Gelang itu terpaksa di potong oleh dokter karena selama operasi dilarang menggunakan perhiasan apapun, mengingat gelang itu adalah koleksi gelang berlian dari brand ternama dan memiliki toko cabang disana, Irene mendatangi toko itu untuk memperbaikinya meski biayanya sangat mahal, karena harga gelang itu saja ratusan juta.
Pak Kim terkadang juga datang menjenguk membawakan banyak makanan, bahkan membawakan berbagai keperluan untuk ibunya selama di rumah sakit.
Sementara Pak Dong di sibukkan dengan mengurus permasalahan Louis. Ibu Louis melarang Pak Dong menuntut lawan mainnya, karena pria itu juga dalam kondisi buruk. Pak Dong akhirnya memilih jalur damai, dengan syarat pria itu di pecat dan di keluarkan dari drama itu.
"Apa kau sudah mendengar kabar Ana??" Tanya Eliza lirih.
"Belum Nyonya.. bahkan saya tidak bisa menghubungi mereka.. saya hanya bisa menunggu dan menunggu setiap saatnya.." ujarnya sedih.
"Aku dimana??" Seru Louis tiba-tiba mengagetkan ibunya dan Pak Kim.
"Lou !!" Sahut ibunya segera menekan bel pemanggil perawat.
"Kau sudah sadar??" Haru ibunya lega.
Perawat dan dokter segera mendatangi mereka, memeriksa Louis.
"Ini berapa?" Tanya dokter menunjukkan 3 jarinya.
"Tiga.." jawab Louis.
"Apa anda ingat hari dan tanggal berapa anda mengalami kecelakaan?" Tanyanya lagi.
"Kecelakaan? Kecelakaan apa?" Tanyanya bingung.
Ibunya dan Pak Kim tertegun, dokter pun tampak khawatir.
"Apa anda mengenali salah satu dari mereka?" Tanya dokter lagi menunjuk ke arah ibunya dan Pak Kim.
__ADS_1
Louis tampak memperhatikan mereka dan berpikir keras.
"Apa mereka keluargaku??" Tanyanya membuat isak tangis ibunya pecah.
"Kenapa dia tidak mengenaliku dokter??" Tanya ibunya menangis.
"Ma..maaf.. tapi aku tidak bisa mengenali siapapun.." geleng Louis tampak panik dan bingung.
Dokter segera memeriksakan ulang kondisi kepala Louis, ternyata di dapati masih ada sedikit pembengkakan di otaknya pasca operasi, dokter meyakinkan jika itu bukan hal yang serius.
"Dia akan baik-baik saja Nyonya.. pembengkakan pasca operasinya akan segera mereda setelah perawatan ekstra.. dia mengalami amnesia sementara akibat benturan dan shock yang berlebihan di kepalanya, ingatannya perlahan akan segera pulih.." jelas dokter yakin.
"Benarkah?? Bagaimana jika dia tidak mengingat apapun lagi?? Dia pasti akan merasa asing bersama keluarganya.."
"Ini sering terjadi pada pasien yang menjalani operasi besar di otak mereka.."
Ibu Louis tampak sedikit lega dan tetap saja terus khawatir.
"Nyonya.. bukankah ini lebih baik lagi?" Tanya Pak Kim menghampiri Eliza.
"Apa maksudmu??"
"Bisakah kita tidak membahas tentang Ms.Grey padanya? Agar dia melupakan Ms.Grey selamanya.." ujar Pak Kim ragu.
"Apa kau pikir Ana akan melakukan hal yang sama??"
Pak Kim tertegun, ia tau jika Ana sangat menyukai Louis.
"Bahkan kau tidak yakin soal itu.. bagaimana jika Ana kembali pulih?? Lalu ia kembali kemari dan mencari Louis, sementara Louis sudah melupakannya??"
Pak Kim hanya terdiam.
"Maaf Nyonya.. aku hanya terlalu putus asa saat ini.." gumamnya lirih tertunduk.
"Ana akan baik-baik saja.. dia pasti akan bisa melewati semuanya.." tukas Eliza yakin. "Setidaknya kita harus yakin.." tambahnya lagi.
Eliza masuk ke dalam ruangan Louis lebih dulu, sementara Louis masih berada di ruang pemeriksaan. Ia mengambil ponsel dan gelang couple milik Louis yang berada di laci.
Melihat kedua benda itu seksama.
"Maaf ibu harus melakukan hal yang egois Lou.. ini semua demi kebaikanmu.." gumamnya menangis menggenggam erat ponsel dan gelang milik Louis.
__ADS_1