Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Part 30 : Rasa Kesal yang Menggunung


__ADS_3

"Kenapa kau termenung saja.. akhir-akhir ini fokusmu sangat buruk?? Apa ada sesuatu??" Tanya Pak Dong saat menuju ke rumah orang tua Louis.


"Aku sedang ingin beristirahat.. kau sudah mengurus cuti ku kan?? Rasanya 2 hari ke depan akan sangat berarti untukku.." Louis memperbaiki posisi bantal lehernya.


"Aku kesulitan menjadwal ulang kegiatanmu.. untung saja mereka semua sangat menginginkanmu.. jadi mereka memberi banyak pengertian.."


"Aku sangat merindukan orang tua dan adikku.." gumam Louis lirih memejamkan matanya.


"Hmm tentu saja.. kau butuh dukungan mereka untuk selalu diberkati kesuksesan.. nikmati hari liburmu.. jangan pikirkan yang lain.. kunci pintu apartment-mu besok akan segera diperbaharui.. mereka bilang ini yang tercanggih dan terbaik.. ada garansi jaminan keamanan.." jelas Pak Dong sambil melihat spesifikasi kunci otomatis yang akan di pasang di apartment Louis.


Saat keluar kota kemarin apartment nya sempat di masuki penyusup lagi, ia mengambil sebuah jam dan hoodie favorite Louis hadiah dari orang tuanya. Itu alasan Louis ingin pulang kerumah orang tuanya untuk mengobati rasa kesalnya yang menggunung.


 ***


"Aku pulang.." seru Louis memecah keheningan rumah orang tuanya.


Ibu, ayah dan adik perempuannya menyambutnya hangat dan gembira.


"Sudah lama sekali kau tidak pulang.. kebetulan sekali aku masak makanan favoritmu.." sambut Ibunya hangat.


"Bagaimana kabarmu nak??" Sapa ayahnya tak kalah semangat.


"Aku baik-baik saja ayah.. wangi masakanmu membuatku lapar Bu.. ayo kita makan.." seru Louis riang.


"Kak.. aku sudah mendapat pekerjaan !!" Seru adiknya semangat sambil segera duduk di meja makan bersebelahan dengan kakaknya.


"Benarkah?? Selamat adikku.. semoga pekerjaanmu lancar dan berkah.. meski sebenarnya kau tidak perlu bekerja.." saut Louis tetap berusaha menyemangati adiknya.


"Kali ini harus menjadi perusahaan pertama dan terakhirku.. karena perusahaan ini sangat aku impikan sejak lama.."


"Dimana memangnya kau bekerja??" Tanya Louis penasaran sambil mengambil beberapa lauk di atas meja yang disuguhkan ibunya.


"Grey Cloud Hotel !!" Seru Ayah dan adiknya serempak. "Dia selalu berceloteh tentang itu.." timpal ayahnya lagi.


Adiknya tersipu malu. Sementara Louis hanya tertegun, pikirannya dibayangi lagi oleh bayang-bayang Ana bersama pria tampan tadi.

__ADS_1


"Bukankah agensimu berada di bawah naungan grey world??" Tanya ayahnya sambil mengunyah makanannya.


"Hmm.. kami baru saja memperpanjang kontrak kerja sama.." angguk Louis cepat.


"Wahhh.. aku dengar itu perusahaan terbaik saat ini.. semua proyek mereka dari yang kecil hingga yang besar selalu sukses dan mendunia.." celetuk ibunya tak mau kalah.


"Tentu saja.. karena wajah tampanku ini juga ikut serta mempromosikannya.." timpal Louis terkekeh.


"Beruntung sekali ya kak kita bisa bekerja disana.." imbuh adiknya girang. "Awalnya aku sangat ingin gabung di perusahaan pusat, tapi GC hotel sudah lebih dari cukup untukku.. bahkan pesangon dan tunjangannya sangat fantastis.."


"Bukankah beberapa waktu lalu presdir nya sempat mengalami penyerangankan dari mantan karyawannya?? Berita itu sangat heboh.." tambah ibunya sambil menuang air ke gelas Louis.


"Iya.. tapi masalah itu sudah lama terselesaikan.." jawab Louis singkat.


"Syukurlah.. kami sangat kasihan melihatnya.. kau harus hati-hati selama bekerja Lou.. kita tidak tau siapa yang akan berbuat baik atau buruk pada kita.." celetuk ayahnya lirih.


"Aku akan selalu berhati-hati ayah.." angguk Louis tenang.


"Hmm.. ngomong-ngomobg kenapa kau bekerja? Aku sudah membuatkan usaha yang bisa kau jalankan bersama ibu dan ayah kau tidak perlu di suruh suruh atau di perintah-perintah sama atasan yang arogan.." timpal Louis sambil mengunyah makanannya.


"Siapa yang berani mengejekmu? Akan aku jahit mulut mereka.. berani sekali mereka mengejekmu.." timpal Louis ketus.


"Semenjak kau terkenal banyak sekali teman teman semasa sekolahku yang bahkan dulu jahat padaku jadi mendekatiku.. aku tau itu semua karna kau.. mereka hanya ingin mendekatimu.. aku sangat risih dengan itu.. jadi aku mohon biarkan aku bekerja di perusahaan ini.. aku ingin sukses dengan usahaku sendiri.. setidaknya disana tidak ada satu orangpun yang tau kalau kau adalah kakakku.. karena tidak mudah bisa masuk ke perusahaan itu.."


Louis hanya tertegun mendengar setiap ucapan adiknya. Ia sadar akan hal itu, bahkan saat mereka hidup susah dulu ibunya selalu di permalukan tetangga mereka karena tidak sanggup membayar utang tepat waktu. Ayahnya di phk karena perusahaan tempat ia bekerja dulu telah bangkrut, sementara ibunya yang hanya seorang ibu rumah tangga terkadang menerima jasa mencuci kerumah rumah tetangga.


Itu sebabnya Louis kini bekerja keras hingga sukses seperti saat ini. Sebelumnya ia kuliah mengambil jurusan seni dan mendapat beasiswa setelah memenangkan beberapa ajang bergengsi dari pemerintah setempat. Lalu untuk membantu keuangan keluarga ia juga bekerja paruh waktu dari sepulang kuliah hingga larut malam. Ia memiliki 4 pekerjaan paruh waktu yang berbeda setiap harinya.


Kini ia telah membuat sebuah usaha restoran mewah di tengah kota dan usaha perhiasan mulai dari perak, emas hingga berlian. Kedua usaha ini sengaja ia buat untuk keluarganya agar tidak perlu lagi bekerja dengan orang lain lagi.


Ia juga sudah membelikan sebuah rumah mewah di tengah kota baru baru ini, tapi orang tuanya masih enggan untuk pindah kesana, karena mereka belum terbiasa dengan hidup mewah. Lagipula rumahnya saat ini cukup luas meski sangat sederhana, rumah ini warisan dari nenek Louis sebelum meninggal 7 tahun lalu.


***


Louis dan ibunya sedang duduk di teras menikmati segelas teh hangat. Ayahnya tengah pergi ke restoran mereka, sedangkan adiknya tengah berbelanja membeli beberapa keperluan untuk persiapan bekerja, mulai dari sepatu hingga tas. Ia juga berencana mencari kos-kosan murah di sekitar tempat kerjanya agar ia tidak terlalu jauh saat berangkat kerja, dan tentunya agar bisa menghemat biaya ongkos.

__ADS_1


Meski kini mereka hidup sudah berkecukupan, namun sang adik masih sangat enggan meminta banyak hal pada kakaknya, karena ia tau kesuksesan kakaknya bukan dengan cara yang mudah, bahkan ia harus rela tinggal jauh dari keluaga untuk membahagiakan keluarganya itu.


"Bagaimana pekerjaanmu nak? sejak tadi kau tampak gusar.. apa ada suatu hal yang mengganggumu??" tanya ibunya menatap Louis hangat.


"Pekerjaanku sangat lancar, dan bertambah banyak, aku mendapat tawaran menjadi brand ambassador beberapa brand internasional ternama.. managerku sedang memilih mana yang memiliki prospek ke depan paling baik.." jawab Louis datar.


"Aku hanya merasa sangat kesepian akhir-akhir ini.."


"Apa kau sudah menemukan seseorang yang menarik perhatianmu?"


"Apa sekarang ibu seorang cenayang??" sindir Louis terkekeh.


"Sejak tadi kau bolak-balik memeriksa ponselmu.. seperti sedang menanti kabar dari seseorang.."


"Ah..tidak.. dia tidak mungkin menghubungiku.. mungkin hanya aku saja yang sedang memikirkannya.."


"Dia tau kau menyukainya??" tanya Ibunya lagi penasaran.


"Sepertinya.. mungkin itu sebabnya ia memintaku untuk menjauhinya.. dia memang sangat sempurna menurutku.. tapi tentu saja dia tetap menjadi nomor 2 bagiku, karna ibu selamanya akan menjadi cinta pertamaku satu-satunya.." Louis berusaha terdengar tegar dan berusaha tampak baik-baik saja.


"Gadis seperti apa dia?"


"Dia bukan seorang gadis.. dia adalah seorang wanita bu.. dia sangat berbeda.. cara berpenampilannya yang selalu elegan, cara jalannya yang menawan bahkan cara dia berbicara dan menatap selalu berubah-ubah.. dia sangat sulit di tebak.. terkadang dia punya tatapan yang dingin, kadang tatapan itu tampak sangat menyedihkan.. dia selalu tampak kuat dan baik-baik saja.. tapi aku yakin dia pasti justru menyimpan banyak kesulitan dalam hidupnya.." Louis menjelaskan sosok Ana pada ibunya dengan terus membayangkan Ana.


"Wah.. dia pasti wanita yang sangat sempurna.. aku bahkan bisa membayangkan seperti apa dia.." puji Ibunya kagum meski hanya mendengar ungkapan dari Louis.


"Sebelumnya aku tidak pernah berharap untuk memiliki hubungan yang serius dengannya.. tapi entah kenapa dia semakin membuatku selalu ingin berusaha lebih keras untuk meluluhkan hatinya.."


"Apa ia sudah punya kekasih?"


"Entahlah.." jawab Louis lirih.


"Kau harus meyakinkannya dengan sabar.. dia pasti tidak mudah untuk di luluhkan, tapi ketika dia sudah menjadi milikmu.. aku yakin dia tidak akan pernah mudah untuk melepaskanmu.. dia pasti wanita yang seperti itu.. berusaha lah sedikit lagi.. dia pasti akan tau ketulusanmu.." ibunya berusaha menyemangati Louis yang terdengar tampak putus asa.


Dan bayangan pria yang bersama Ana di lobi tadi siang kembali muncul menghantui pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2