Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Bab 151 : Akhirnya..


__ADS_3

Ana mengerang saat mendapati kepalanya yang terasa sakit. Ia berusaha membuka matanya, tapi sakit kepalanya begitu menyiksa.


"****.. Berapa banyak aku minum tadi malam??" batinnya mencengkram rambutnya.


Ana berusaha membuka matanya perlahan. Ia masih memicingkan matanya yang terasa sangat memusingkan kepalanya. Ia melihat sekeliling, tapi ia merasa asing dengan tempat itu. Bahkan itu bukan kamar hotel fi GC hotel.


Keterkejutannya membuat ia membuka matanya besar. Ia segera duduk, bangkit dari tidurnya. Ia melihat sekeliling. Kamar besar itu tampak terasa tidak asing lagi, namun sulit ia kenali.


Tok..tok..


Kriekkk...


Saat mendengar suara dua kali ketukan pintu, pintu besar itu tampak terbuka. Sontak membuat Ana kembali pura-pura tidur. Ia meringkuk kaget sambil terus mengumpat dalam hatinya.


"Dimana aku.. Si*l.. Apa di rumah kak Lucas?? Tapi ini tidak seperti rumahnya.." batinnya berpikir keras.


"Ternyata kau belum bangun ya?" ujar seseorang setengah berbisik.


Deg !!!


"****.." umpat Ana saat menyadari suara siapa itu.


Ia merasa seseorang itu tampak mendekatinya. Ia menarik selimut itu menutupi tubuh Ana. Bahkan ia tampak mengusap kepala Ana perlahan dengan hangat.


"Aku juga sangat merindukanmu.." bisiknya lirih, mengecup hangat kepala Ana.


Ana yang sejak tadi berusaha pura-pura tidur segera membuka matanya, memalingkan wajahnya, hingga membuat Louis terkejut dan terloncat kaget hingga ia tersungkur jatuh ke lantai.


"Apa yang kau katakan?" tanya Ana memastikan.


"A..aku.. Ka..kau ternyata sudah bangun??" tanya Louis balik gelagapan.


Ana segera bangkit. "Aku baru saja bangun.." gumam Ana lirih.

__ADS_1


Louis segera bangkit dari lantai.


"Kau sangat mabuk tadi malam.. kakakmu berusaha menghubungi Pak Kim dan Grandma mu.. tapi Nyonya Jane menghubungiku dan mengatakan jika ia ingin bertemu denganku disana.. Itu sebabnya aku datang ke kedai itu.." jelas Louis.


Ana hanya mengangguk sambil masih memegangi kepalanya. "Baiklah.."


"Apa kepalamu terasa sakit?"


"Hmm.. Sedikit.."


"Bangunlah.. Aku membuatkan sup pereda pengar untukmu.."


"Dimana kau tidur tadi malam?" seru Ana tiba-tiba.


"A..aku? Tentu saja di sofa ruang santai.. Di kamar tamu belum ada tempat tidur.. jadi aku tidak bisa tidur disana.."


Ana hanya menatap Louis penuh kekaguman.


"A..apa aku harusnya tidur disini menemanimu??" tanyanya lirih dengan nada hati-hati.


"Benarkah?" tanya Louis kaget dengan jawaban Ana.


"Eh?? Apa??" ana justru bereaksi sangat memalukan. Dia benar-benar sudah gila. "Tidak.. Maksudku.. Seharusnya aku saja yang tidur di sofa.. Kau tidur disini.. Hahahhaa" jelasnya seraya tertawa canggung dengan aneh.


"Ah.. Begitu rupanya.. Tidak apa-apa.. Kau bisa menggunakan kamarku sesuka hatimu.." Louis hanya tersenyum hangat. "Ayo kita sarapan.."


Ana segera mengesot, berusaha menarik tubuhnya ke pinggir tempat tidur, karena badan dan kepalanya terasa berat. Ia tertunduk sesaat karena kepalanya terasa sangat pusing. Louis yang menyadari itu menyodorkan tangannya pada Ana.


"Pegang tanganku.. Kau harus makan sup pereda pengar setelahnya minumlah obat.. Biar kepalamu tidak terasa sakit.. Bir dan wine punya efek mabuk yang berbeda.. Bir memang cenderung lebih menyakitkan saat kau meminumnya berlebihan.." ujar Louis menghibur.


Ana mendongakkan kepalanya, matanya teralihkan saat melihat gelang yang tengah di pakai Louis. Gelang couple mereka berdua. Ana tercengang. Ia masih saja menerka-nerka jika ingatan Louis sudah kembali apa belum.


"Pegang tanganku.." ujarnya lagi.

__ADS_1


Ana memegang tangannya perlahan. Louis melihat pergelangan tangan Ana yang juga memakai sebuah gelang.


"Oh.. Kau memakai gelang dengan gambar kunci.. Bukankah ini menarik? Gelangku terlihat seperti gembok.. Dan gelangmu seperti kunci.. Ini terlihat seperti gelang couple.." seru Louis menyadari gelang Ana.


Ana sontak melepaskan pegangannya pada Louis. Ia menatap Louis tajam. "Maukah kau menolongku?? tolong panggilkan taksi untukku.." ujar Ana lirih menatap Louis dengan mata berkaca-kaca, ia tidak bisa menahan perasaannya lagi.


"Ta..tapi.."


"Aku mohon.. Aku ingin pulang.." ujar Ana lirih memalingkan wajahnya.


Louis menangkup kedua pipi Ana hangat. Menatapnya intens.


"Aku tidak akan membiarkanmu pergi seperti ini.." gumamnya lirih.


Ana membalas tatapan itu hangat.


"Aku tidak akan membiarkanmu pergi kemanapun.." imbuhnya lagi. Louis mendaratkan cium*an hangat pada bibir mungil Ana. Ana tak menolak sedikitpun, ia hanya merasa sedih, sedih karena menahan dirinya sendiri. Ia berusaha memjamkan matanya. Menerima setiap ******n bibir Louis.


Louis menggeser kedua tangannya ke punggung bidang Ana, ia kini memeluk Ana erat, dengan terus menciumnya hangat. Ana pun kini mengikuti ritme nya, tangannya memeluk Louis erat, air matany menitik perlahan. Rasa rindunya kini telah meluap. Ia tak akan menahan dirinya lagi.


Louis yang merasa balasan Ana yang memeluknya erat, seakan memberi tanda padanya, jika Ana tak lagi menolaknya. Ia melepaskan ciumannya perlahan, ia menatap wajah Ana hangat. Ia melihat air mata telah membasahi pelupuk matanya.


Louis mengusap kedua kelopak mata Ana pelan, dan mengecupnya perlahan.


"Apa mencintaiku membuatmu sangat tersiksa?? Kau bahkan menangis.." ujarnya lirih.


Ana menggeleng pelan. Ia menundukkan kepalanya.


"Aku.. sangat merindukanmu.." imbuh Ana lirih. Ia kembali menatap Louis intens. "sangat merindukanmu.."


Mendengar itu, Louis tampak sangat lega, matanya tampak berkaca-kaca.


"Aku tidak akan membiarkanmu pergi kali ini.." imbuh Louis gagah segera menggendong Ana dengan kedua tangannya yang berotot. Ia merebahkan tubuh ramping Ana ke atas tempat tidurnya. Ia menidihnya lembut.

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi.." bisiknya kembali mendaratkan ciuman hangatnya.


Ana menerima semua perlakuan hangat Louis tanpa memberontak, ia tidak akan lari lagi. Kali ini.. Ia akan hidup dan menjalani hidupnya dengan sungguh-sungguh. Ia akan mendapatkan cintanya. Dan menyingkirkan semua musuhnya.


__ADS_2