Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Bab 192


__ADS_3

Selepas menemui Lucas, Ana segera mengendarai mobilnya menuju apartmentnya. Di tengah jalan ponselnya berdering. Saat hendak merogoh sakunya, ia justru menabrak seekor kucing yang tiba-tiba menyeberang jalan raya. Ana menghentikan mobilnya. Kucing itu terlindas ban mobilnya hingga tewas. Akhirnya Ana memutuskan untuk menguburkan kucing itu di taman yang tak jauh dari apartmentnya. Bahkan ia sempat meminta izin pada security di sana agar dapat menguburkan kucing itu di sana.


Setelah itu Ana kembali melanjutkan perjalanannya menuju apartment, dan saat itulah itu bertemu Louis di basement.


...****************...


Setelah mengakhiri hubungannya dengan Louis, Ana memutuskan untuk pergu ke mansion lamanya. Mansion itu di kelilingi garis polisi sejak kejadian penemuan mayat waktu itu. Ana menerobos masuk tanpa peduli. Ia bahkan sempat berlatih menembak di lapangan tembak miliknya sejak dini hari. Ia menghabiskan banyak amunisi untuk berlatih menembak. Meski tak satupun pelurunya melesat, ia tetap terus berlatih menembak dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda.


Ia juga sempat berlari-lari di taman menjernihkan pikirannya hingga subuh menjelang. Tubuhnya yang basah kuyup terkapar di atas rerumputan yang tak lagi terurus. Ia menatap langit fajar yang menguning. Pikirannya melayang. Ia bahkan terpikir untuk mengakhiri hidupnya. Namun pikiran itu lenyap saat bayang-bayang Layla muncul di benaknya. Ia bertekad tidak akan mati sebelum menyingkirkan Layla.


Ia berbaring di sana hingga matahari mulai terbit. Setelah matahari terbit. Ia kemudian bergegas menuju pasar gelap milik temannya di pinggir kota. Ia membeli senapan dan amunisi baru. Ia juga tampak bercengkrama beberapa saat bersama teman lamanya.


"Ms. Grey.. kau cukup terkenal akhir-akhir ini.." ledek mereka.


Ana hanya menyunggingkan senyuman dinginnya.

__ADS_1


"Bagaimana kau bisa lolos dan masih bisa berkeliaran seperti ini??" ledek yang lainnya.


"Tentu saja Nyonya Jane pasti sudah membungkam mulut para petinggi agar cucu kesayangannya dapat bebas.. Hahaha.. Wanita itu masih saja berlagak karena memiliki banyak uang, tapi ia tidak pernah tau cara menghormati oranf lain.. Itu sebabnya cucunya juga sangat angkuh seperti ini.. Mereka membayar mahal para pejabat publik untuk mengelap bokong mereka hahaha.." cemooh yang lainnya dengan sinis dan tajam. Sontak membuat Ana kehilangan kesabarannya dan menodongkan sebuah pistol yang sejak tadi tengah ia rakit.


Semua orang tampak terkejut dan takut dengan aksi nekat Ana. Ana kini mengarahkan pistol itu ke dalam mulut pria bertubuh besar itu.


"Apa aku harus membolongi mulut kotormu ini untuk membuat kau diam??" gumam Ana.


"Mmaaafkan aku Ms.Grey.." ujarnya kesulitan berbicara.


Dorrrr !!! "Argghh!!!"


Teriakan kaget semua orang menggema di dalam sebuah bar tua itu.


Peluru panas menembus tenggorokan pria itu. Pria itu jatuh terjerembab tak sadarkan diri. Darah mengucur dari batang lehernya menggenang di lantai.

__ADS_1


"Cepat panggil ambulance jika kalian ingin menyelamatkannya.." gumam Ana santai seraya mengelap ujung senapannya yang terkena cipratan darah pria itu.


Semua orang tampak bergegas meminta bantuan, dengan hati-hati mereka segera menyeret pria itu menjauh dari Ana yang masih tampak santai.


"Aku beli pistol ini.." ujar Ana tenang pada penjual senapan yang tampak ketakutan itu.


Seharusnya mereka tidak mengusik Ana. Mereka tau Ana sosok mafia yang tanpa ampun. Ia bahkan menganggap sepele nyawa manusia yang ia benci. Mereka justru mengantarkan nyawa mereka pada Ana dengan memancing amarahnya.


Setelah membayar senapan itu, Ana segera pergi meninggalkan kehebohan itu.


"Bereskan ini.. Dan jangan coba-coba melibatkan aku.. Atau aku akan membuat banyak lubang di kepala kalian.." ancam Ana segera pergi. Sontak bar itu menjadi semakin gaduh. Ana menembak ke dalam mulut pria itu, namun ia menghindari titik fatal, sehingga pria itu berhasil di selamatkan, meski akan butuh waktu yang sangat lama untuk sembuh.


...****************...


Hai aku kembali !!!!!!!!!!!! aku akan segera menyelesaikan novel ini dengan tuntas !! maafkan aku !!

__ADS_1


__ADS_2