Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Part 107 : Dendam Layla


__ADS_3

Malam itu Louis pulang ke rumah orang tuanya. Kini mereka telah menetap di rumah baru. Louis tampak sangat lesu. Ibu dan ayahnya melemparkan senyum manis pada putranya yang tampak sangat bersedih.


"Kau sudah makan??" Tanya Ibunya hangat.


Louis menatap ibunya dengan mata berkaca-kaca.


"Dia meninggalkanku, Bu.." gumam Louis lirih berjalan lemas mendekati ibunya.


Ibu Louis menatap putranya iba, memeluk hangat putranya, mengusap punggung bidang Louis lembut.


"Tidak apa-apa Nak.. dia pasti punya alasannya sendiri.. kau tidak bisa memaksakan keinginan hatinya.." ujar ibunya menyemangati.


Ayah Louis mengusap hangat kepala Louis, lalu pergi meninggalkan Louis dan ibunya agar mereka bisa saling bercerita satu sama lain, Louis sangat dekat dan terbuka hanya pada ibunya, meski ia berhubungan baik dengan ayahnya, namun Louis lebih terbuka pada ibunya.


"Bagaimana bisa dia melakukan ini padaku.." isak Louis terdengar parau.


"Dia bahkan tidak mengatakan apapun padaku.. seharusnya dia memakiku agar aku tau dia pergi karena sangat membenciku.. tapi dia lebih memilih menyiksaku seperti ini.. pergi tanpa sepatah katapun.." isak Louis lagi.


"Semua akan baik-baik saja Lou.. semua akan segera baik-baik saja.." imbuh ibunya menyemangati Louis.

__ADS_1


Louis dan ibunya duduk di meja makan, mereka menenggak soju bersama dengan beberapa kudapan yang di siapkan ibunya.


"Cinta pertama memang sangat sulit Lou.. bahkan ibu juga mengalaminya.. aku dan ayahmu putus sambung berkali-kali karena ayahmu selalu pindah-pindah tempat kerja.. kadang dia bekerja di tempat yang sangat jauh, terkadang di tempat yang tidak ada listrik maupun jaringan sama sekali.. kami jarang sekali berkomunikasi, dan sering bertengkah karena kesalahpahaman.. namun takdir berkata lain.. kami tetap dipertemukan dan bisa hidup bersama sampai detik ini.. aku harap kau pun begitu.. jika dia adalah takdirmu.. dia pasti akan kembali padamu dengan cara apapun.. jika dia memang hanya singgah sementara di hatimu, kau akan segera menemukan penyembuh lukamu.. aku tau Ana adalah gadis yang sempurna di matamu.. tapi hati tidak ada yang tau.. perasaan bisa berubah kapan saja.. saat ini kau sangat mencintainya.. namun bisa saja besok pagi kau bisa saja sangat membencinya.. mungkin itu yang saat ini di rasakan Ana.. ada hal yang merubah perasaannya.. mungkin dia berpikir ini yang terbaik untuk kalian berdua.. setidaknya berikan dia waktu.. aku yakin Ana juga menyukaimu.. jadi berikanlah dia waktu.. sementara ini, kau bisa sambil terus belajar menjadi yang terbaik untuk pasanganmu kelak.."


Louis hanya terus tertunduk, terisak dalam kesedihannya, lalu menenggak sojunya berkali-kali.


****


Setibanya si Swiss, Ana langsung di tangani dengan cepat oleh dokter yang terpercaya, Ana yang masih dalam kondisi koma segera di tangani oleh dokter dan perawat handal disana. Dokter Nam berkonsultasi mengenai kondisi terakhir Ana. Ia juga akan berada di Swiss untuk beberapa hari ke depan menemani Ana, hal ini di karenakan dokter Nam adalah dokter yang terakhir menangani kondisi Ana. Mereka tidak ingin ada kesalahan diagnosis pada Ana.


Mereka segera melakukan pengambilan sampel darah untuk di lakukan pemeriksaan keseluruhan. Mereka akan segera menangani penyakit Ana sebaik mungkin. Rumah sakit itu memang belum cukup terkenal, namun sudah mendapat rekor sebagai rumah sakit terbaik di dunia karena para penelitinya adalah para dokter sekaligus peneliti penyakit-penyakit berat dan langka, teknologi rumah sakit itu juga sudah sangat canggih.


****


Kini ia tengah tinggal di pedesaan, bahkan pedesaan itu bisa dibilang sudah tak di jamah oleh orang luar, hanya berisi penduduk asli yang rata-rata sudah tua renta, karena para pemuda dan pemudinya mereka kirim ke kota untuk bersekolah ataupun bekerja. Semenjak pelariannya waktu itu, ia bersembunyi disana dalam waktu cukup lama.


Ia sudah mendengar kabar Dominic yang masih hidup lalu mati terbakar di mansionnya, Layla yakin jika itu perbuatan Ana, bahkan putra semata wayangnya pun mati mengenaskan di tangan Ana. Ia benar-benar sudah kehilangan akal. Ia menggunakan semua sisa uangnya untuk mengumpulkan kembali kekuatannya untuk membalas Ana.


Ia bahkan berhasil menghasut B1 untuk mengkhianati Ana, ada satu rahasia besar yang membuat B1 tunduk pada Layla, namun kepatuhannya justru ia manfaatkan untuk balas dendam pada Ana.

__ADS_1


Meski dengan tipu dayanya, B1 tetap berhati-hati untuk tidak menyakiti Ana. Bagaimanapun ia berhutang budi banyak hal pada Ana.


Pertama, Layla memerintahkan B1 untuk menghabisi anak buah Mr.Zhou, karena dia tau jika Mr.Zhou lah yang memberi kekuatan pengawalan pada Ana saat B1 tidak ada di dekatnya. Layla berencana menghabisi kekuatan Ana, menghancurkan perusahaan Ana, lalu menyingkirkan orang-orang yang Ana sayangi.


Setelah kekuatannya hancur, kini dia berencana menghancurkan perusahaan dengan cara mencuri laptop dan segel Ana di apartment waktu itu, saat tau rencana pencurian itu gagal karena ketangkap basah oleh Pak Kim, Layla memerintahkan B1 menghabisi anak buahnya sendiri di kantor polisi agar tidak buka suara soal perbuatannya.


Kini, ia harus memutar otak lagi untuk menghancurkan Grey World setelah tau Ana tidak lagi berkuasa disana, ia berpikir jika itu tidak akan mempengaruhi Ana lagi, karena Ana sudah lebih dulu melepas Grey World.


Sekarang saatnya dia memikirkan rencana lain untuk memprovokasi Ana, membuatnya menderita dan tersiksa, seperti dirinya setelah kehilangan putranya 'Franz'.


Layla kini benar-benar kehilangan jejak Ana dan Jane. Ingin bertindak jauh pun akan percuma jika dia tidak bisa mengetahui keberadaan Ana terlebih dahulu. Dia ingin Ana menyaksikan kehancuran perusahaan Ayahnya 'Grey World' dan kemudian menyingkirkan orang-orang yang dia sayang di depan mata Ana itu sendiri.


Terakhir kali dia mendengar kabar jika Ana berada di rumah sakit, malam itu anak buah B1 yang dia perintahkan membuntuti Pak Kim tampak tengah membawa Ana ke rumah sakit dalam kondisi pingsan. Setelah itu mereka kehilangan jejak. Mereka tidak bisa menemukan keberadaan Ana di rumah sakit itu. Ditambah mereka juga memata-matai Jane yang ternyata juga tidak mengetahui keberadaan Ana saat itu.


Layla semakin menggila, dia mulai menculik anak-anak di pinggir kota, menjual mereka untuk mendapatkan uang dengan menggunakan koneksi dari B1. Bahkan dia secara sengaja menargetkan anak-anak miskin yang yatim piatu agar tidak ada yang melaporkan kehilangan anak-anak itu.


Dia menargetkan lokasi penculikan itu secara berpindah-pindah. Dia berhasil menculik 6 orang anak dalam beberapa waktu, dia telah mengumpulkan banyak uang untuk melancarkan rencana balas dendamnya pada Ana. Dan dia akan terus menculik anak-anak itu untuk terus mendapatkan banyak uang.


Penyerangan Ana terhadap putranya membuatnya menderita, dia kehilangan seluruh tabungannya, Ana juga telah mengambil alih semua kekayaan Franz, mulai dari perusahaan hingga aset Franz, lalu Ana menghabisi Franz dengan sangat keji.

__ADS_1


__ADS_2