Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Bab 156 : Pacar Pertama Irene


__ADS_3

Ibu, ayah dan Irene tampak sudah duduk di meja makan, sementara Louis masih tampak asik mengemas barang-barang yang ingin ia bawa ke dalam kopernya.


Tok..tok..tok..


Terdengar suara ketukan pelan dari daun pintu kamarnya.


"Lou.. Ayo kita makan dulu.." seru ibunya dari luar kamar.


"Iya Bu.. Ini aku sudah selesai berkemas.." sahut Louis segera menutup kopernya, dan benar saja, ia baru selesai berkemas.


Louis segera bergabung di meja makan bersama Ibu, Ayah dan adiknya. Ibunya tampak sudah menyiapkan nasi dan lauk pauk di meja makan. Louis benar-benar sangat menyukai semua menu masakan ibunya.


"Bu.. Apa ibu mengenal Zayn??" seru Louis seraya menyantap nasi dan lauknya.


Uhuk..uhuk..uhuk..


Sontak Irene tersedak nasi yang ada di mulutnya. Ia membelalakkan matanya pada Louis, lalu mencubit keras paha Louis hingga ia menjerit kesakitan


"Arghh !!! Sakitttt !!" pekik Louis menggosok-gosok pahanya.


"Kenapa???" seru ibunya kaget.


"Dia mencubitku.." gerutu Louis kesakitan.


Sementara Irene ngedumel seakan memberi isyarat agar Louis tutup mulut.


"Kenapa? Apa kau tidak ingin tau soal Zayn??"


"Zayn?? Apa kau sudah punya pacar??" timpal Ayahnya menggoda.


"Ayah.." rengek Irene mencari pembelaan.

__ADS_1


"Kau sudah mulai dewasa, tidak ada salahnya jika kau memiliki pacar.." imbuh Ibunya tersenyum hangat.


"Benarkah?? Apa aku boleh mengundangnya makan malam kerumah?" ujar Irene tampak bersemangat.


"Tentu saja.." angguk Ibunya tersenyum.


"Baiklah.. Aku akan memberi tahunya.. Dia pasti akan sangat senang.." Irene benar-benar tampak bersemangat. Ia merasa lega ketika tau kedua orang tuanya menyetujui hubungan dirinya dan Zayn.


Zayn adalah kekasih pertama Irene, Zayn merupakan seniornya semasa sekolah dulu. Mereka bertemu lagi saat Zayn hendak membooking meeting room VVIP di Grey Cloud Hotel. Zayn seorang Wakil Direktur di sebuah perusahaan furniture terbesar nomor 3 di negara K. Tentu saja nomor 1 di kuasai oleh Grey World. Meski kini tiap anak perusahaan, kepengurusan internal telah di pecah-pecah dan di tangani langsung oleh para profesional. Pak Kim hanya sebagai boneka pengganti Ana. Bagaimanapun Ana tetaplah pewaris tunggal Grey World, meski ia tidak menjabat sebagai Presdir lagi, ia tetap menjadi pemilik sah Grey World beserta anak perusahaannya.


Itu sebabnya Ana masih mendapat banyak keuntungan dari semua perusahaan.


Kembali lagi soal Irene, Semenjak pertemuan dirinya dan Zayn saat itu mereka mulai dekat, bahkan kini telah menjalin hubungan asmara. Irene meminta Zayn untuk menyembunyikan hubungan mereka terlebih dahulu dari keluarganya, karena ia takut jika tidak di setujui justru akan membuat zayn sakit hati dan tersinggung.


Ternyata, kedua orang tuanya menyambut hubungan mereka hangat. Irene benar-benar bersyukur tentang itu. Bahkan Zayn pernah sempat mengajak Irene untuk bertunangan, namun Irene masih meminta waktu pada Zayn, syukurnya pria baik itu menerima alasan Irene. Dan ia benar-benar sabar menunggu.


"Apa kau sudah lama berkencan dengannya??" tanya Louis penasaran.


"Hah?? Benarkah??" seru Louis terperangah.


"Berarti dia benar-benar pria gentle.." puji ayahnya.


"Apa kau sudah lama mengenalnya??" tanya ibunya penasaran.


"Tentu saja, dia seniorku sejak SMP dan SMA.. Tapi aku tidak menyangka jika sekarang kami justru berjodoh.." jelas Irene tersipu malu.


"Syukurlah.. Kau perlu memiliki pasangan dengan kepribadian yang baik.. Agar kau selalu bahagia saat bersamanya.. Meski ia kaya raya, jika dia punya kepribadian yang buruk, hubungan kalian akan berakhir buruk.. Uang bisa membeli segalanya, tapi tidak bisa menjamin kebahagiaan.." nasehat Ayahnya serius.


"Baik ayah.. Terima kasih nasehatnya.. Aku akan sangat berhati-hati agar tidak kecewa nantinya.."


"Tentu saja, kau anak perempuanku satu-satunya.. Jadi tentu kau harus bahagia.."

__ADS_1


Irene tampak sangat bahagia menerima ucapan dan saran dari ayah ibunya, dia benar-benar tampak lega.


"Ah.. Aku akan libur sabtu ini.. Apa aku boleh mengundangnya sabtu ini??"


"Tentu saja, kapanpun dia ingin.. Kami menerimanya dengan baik.." timpal Ibunya hangat.


"Asikkk.." seri Irene kegirangan.


"Kau tampak sangat bahagia.." gumam Louis tersenyum tenang.


"Kenapa kakak tidak mengundang pacarmu??" tanya Irene menggoda Louis, sontak membuat Louis yang kini kalang kabut.


"Pacar? Apa Louis manis ibu juga memiliki pacar??" tanya ibunya kaget.


"Ah.. Anu.. Itu.."


"Tentu saja, Bu.. Tampaknya hubungan mereka sangat serius.." goda Irene lagi sambil tertawa penuh kemenangan.


"Siapa?? Wendy??" tebak ayahnya. "Tapi.. Dia tidak tampak cukup akrab denganmu.."


"Ah.. Bukan Wendy.."


"Apa.. Mungkin dia gadis yang selalu ada di ingatanmu??" tebak ibunya menerka.


Louis tampak terdiam, bahkan ia tidak membantah tebakan ibunya. Ibunya yang sadar hal itu tampak tertegun, lalu melemparkan tatapan penuh arti pada suaminya, sebelum akhirnya ia mengangguk pelan.


"Apa kalian tidak menyukainya??" tanya Louis lirih.


"Tentu saja kami sangat menyukainya.. Bahkan sudah lama kami sangat menyukainya.." timpal Ibunya meluruskan. "Hanya saja.. Mungkin hubungan kalian akan sedikit sulit.." tambah ibunya membuat Louis tertegun.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2