
"Bisakah kau mencari tau tentang itu??" Tanya Albert memohon.
"Apa yang akan kakak lakukan setelahnya??" Tanya Ana balik.
"Bukankah kau ingin menyingkirkan Dominic dan grandma Jane??" Kini tatapan Albert tampak berbeda.
"Aku akan melakukannya dengan caraku.. kakak jangan terlibat soal itu.." geleng Ana pelan.
"Kau tidak akan bisa melawan mereka sendirian Ana.. aku akan membantumu.. Aku yakin Bibi tau sesuatu.. Coba kau cari tau padanya.. aku akan terus membuntuti Grandma Jane.. kemarin Dominic sudah kembali ke negara E.." jelas Albert lagi.
"Benarkah??"
Lalu Albert menyodorkan ponselnya yang menunjukkan beberapa foto Dominic. "Iya.. anak buahku mengawasinya sejak penangkapanmu waktu itu.."
"Dan grandma masih disini.. apa menurutmu mereka akan merencanakan sesuatu??" tanya Ana menyodorkan kembali ponsel Albert.
"Mungkin saja.. tapi temanku di negara E berkata dia tidak sampai ke bandara sejak kemarin hingga sore ini.." Albert tampak berpikir keras soal itu.
"Dia pasti berhenti di negara sebelumnya saat transit.." sahut Ana menduga.
"Tidak ada konfirmasi kedatangannya dimanapun Ana.. tapi namanya terkonfirmasi di keberangkatan.." tambah Albert lagi membuat Ana bingung.
"Berarti dia memalsukan keberangkatannya.." gumam Ana mengerti yang terjadi.
"Katakan padaku apa yang harus aku lakukan Ana.. aku akan membantumu.."
__ADS_1
"Pertama aku akan coba mencari tau dari Bibi Layla dulu.. semoga ada petunjuk.." Ana meneguk jusnya perlahan. "Kak.. sebaiknya kau jaga baik baik keluargamu.. ini akan sangat berbahaya.." imbuh Ana serius.
"Mereka akan baik baik saja Ana.." timpal Albert yakin.
"Mereka bisa tinggal bersamaku di mansion.. mereka akan aman disana.."
"Aku akan membahasnya dulu dengan istriku.. tentu saja kau harus segera bertemu dengannya, karena dia sangat cemburu ketika tau kau menelepon atau mengirim pesan padaku.." celetuknya terkekeh bingung.
"Benarkah? aku akan menyapa kakak ipar dan keponakanku segera.. tenang saja.."
Setelah selesai makan malam Ana dan Albert segera berpisah. Tak lupa pelukan hangatnya untuk sang kakak. Pemandangan hangat itu di lihat oleh gadis muda tadi yang terus saja memperhatikan mereka sejak tadi.
Di dalam mobil Ana mendapat telepon dari Mr.Zhou.
"Halo.."
"Anak buahmu sudah aman bersamaku.. tapi beberapa hari semenjak kedatangan mereka, ada beberapa orang penguntit yang bergantian mengawasi mereka.. Apa kau tau siapa itu?" Tanya Mr.Zhou lirih.
"Hmm.. pasti anak buah grandma.." gumam Ana dalam hati.
"Aku tidak yakin soal itu.. terima kasih sudah memberi tahuku Mr.Zhou.. aku akan menyelidikinya.."
"Tentu Ana.. aku berusaha yang terbaik untuk menjaga mereka.. aku juga akan menyelidiki penguntit itu dan akan segera menghubungimu kembali.." ujarnya tenang.
"Terima kasih.. tapi kali ini aku memang benar-benar butuh bantuanmu.. maaf aku sudah merepotkanmu.." timpal Ana sungkan.
__ADS_1
"Tidak Ana.. sudah seharusnya aku kini membalas kebaikanmu.."
***
Dulu Ana pernah menolong anak dan istri Mr.Zhou dari musuhnya, mereka saling kenal saat Ana mulai terjun ke pasar gelap untuk pertama kalinya, waktu itu ia melihat Mr.Zhou di hina dan di rendahkan oleh pebisnis lain, namun Ana lah yang membelanya, saat itu mereka saling bertukar kontak. Mr.Zhou adalah pemasok senjata api Ana pertama kalinya. Mr.Zhou pernah mengalami kebangkrutan parah karena di jebak oleh musuhnya yaitu Grandma Jane, transaksi terbesarnya di gagalkan, gudang penyimpanannya di geledah dan di sita habis, memang banyak orang yang berusaha menyingkirkannya, karena Mr.Zhou salah satu pebisnis pasar gelap yang paling di takuti di negara C saat itu hingga kini.
Saat itulah Ana satu-satunya orang yang di percaya Mr.Zhou untuk membantunya, lalu Ana menyembunyikan anak istri Mr.Zhou selama berbulan-bulan di negara L hingga Mr.Zhou bisa menyelesaikan masalahnya dan menghabisi lawannya satu persatu. Ana menjaga dan merawat mereka seperti keluarga sendiri tanpa pamrih dan tanpa meminta imbalan bayaran sepeserpun. Hal itu membuat Mr.Zhou merasa sangat berutang atas ketulusan Ana menolong keluarganya.
Sudah lama mereka tidak pernah berkomunikasi sejak saat itu. Kini Ana terpaksa menghubunginya untuk meminta pertolongan, demi keselamatan orang-orang kepercayaannya. Ditambah Jane pasti sangat tau kelemahan anak buah Ana karena mereka dulunya juga pernah bekerja untuk Jane.
Jane dulu memiliki lahan kosong khusus di tengah hutan dekat kaki gunung, disana merupakan tempat eksekusinya, ia memutilasi atau langsung membakar korbannya lalu mengubur mereka dengan baik. Hingga sampai saat ini lahan itu masih tetap kosong meski sudah lama tidak di gunakan lagi, dan juga tak ada siapapun yang tau bahkan Ana.
Dulu pernah ada seorang polisi yang mengetahui lokasi itu, namun tak lama kemudian, polisi itu dan tim yang mengusut kasus itu satu persatu di kabarkan bunuh diri dengan alasan tekanan pekerjaan yang berat atau mengalami kecelakaan sehingga mereka meninggal dunia. Setelah itu kasus Jane di tutup rapat dan ia masih aman hingga kini.
Jane biasanya akan menyingkirkan anak buahnya yang telah melakukan pekerjaan besar untuk menghilangkan saksi mata atau saksi kunci pekerjaan dan kekejamannya. Itu sebabnya ia selalu bergonta-ganti pengawal. Saat itu nasib naas justru di alami B1 dan yang lainnya.
Setelah mereka selesai mengeksekusi pejabat negara A karena di anggap sebagai pengganggunya, Jane berencana ingin menghabisi B1 dan yang lainnya. Namun malam itu Ana lah yang menyelamatkan mereka. Saat itu Ana menguping dan menyusup ke ruang kerja Jane seperti biasa. Ketika mendengar perintah untuk membunuh B1 dan anggotanya, Ana segera mengirimkan pesan pada B1 untuk segera bersembunyi di apartment milik Ana dan menyuruh mereka segera keluar kota sesegera mungkin. Ana cukup mengenal B1 karena biasanya B1 sering di minta menjaga dan mengasuh Ana saat semua orang sedang pergi ke luar kota atau keluar negeri. Ana saat itu juga memberikan sejumlah uang untuk mereka bertahan hidup selama bersembunyi. Saat itulah B1 dan yang lainnya selalu setia pada Ana hingga kini.
Ana memang sangat di manja oleh Thommas, ia selalu memberikan uang jajan dengan jumlah yang fantastis. Namun Ana tidak pernah membelanjakannya karena semua kebutuhannya sudah terpenuhi. Ana yang seorang introvert serta pernah menjadi pecandu alkohol, justru menabung dan mengumpulkan uangnya lalu membeli aset berharga melalui situs lelang bank online yang resmi, ia membeli apartment, lahan kosong dan lain-lain tanpa sepengetahuan Thommas dan keluarganya.
Setelah menjalani penyembuhan penyakit Levernya waktu itu, Ana berusaha bangkit, hingga suatu ketika ia mengatakan pada Thommas kalau ia ingin menjalani bisnis hotel, sebelumnya Thommas yang antusias sudah akan memberikannya modal yang cukup, namun Ana menolak dan mengatakan ia akan membiayainya sendiri.
Di saat itulah Ana menjual beberapa aset yang selama ini di milikinya dan memulai bisnis hotelnya itu, karena kagum akan kegigihan Ana itulah membuat dirinya mulai di sukai oleh Jane.
Sebelumnya Jane yang yakin bahwa Ana akan mati tragis karena penyakit levernya waktu itu justru menjadi anak yang tangguh dan kuat. Jane akhirnya mulai memperhatikan Ana dengan baik dan juga pernah melibatkan Ana untuk mengurus beberapa pekerjaan di perusahannya, Thommas juga sering membawa serta Ana menghadiri rapat-rapat penting di perusahaan. Ana mengelola hotelnya dengan baik. Ia mulai menabung lagi untuk membuka hotel mewah lainnya.
__ADS_1
Saat itu tercapai dan telah di resmikan, saat itulah Ana justru kehilangan Thommas dan Nayra. Sudah hampir 6 bulan berlalu sejak mereka meninggalkan Ana, namun hingga kini Ana masih yakin bahwa itu kecelakaan yang di sengaja.