
Louis pulang ke rumah orang tuanya. Ia mengikuti saran Ana dengan baik.
"Ada apa?? Kau tidak menelepon dulu??" tanya ibunya heran saat hendak membuka pintu karena ingin keluar rumah, namun mendapati Louis telah berdiri disana.
"Aku akan menginap disini malam ini.." ujar Louis lesu masuk ke dalam rumah.
"Ada apa?" tanya ibunya khawatir.
"Tidak ada apa-apa.. Hanya rindu ibu dan ayah saja.." elak Louis tersenyum.
"Kau sudah makan??" tanya ibunya hangat.
"Sudah, Bu.. Ibu mau ke restoran??" tanya Louis menebak hanya dari melihat penampilan ibunya yang rapi dan elegan.
"Ya.. Malam ini ada bookingan satu restoran.. Ibu dari sana.. Pulang kerumah karena ingin mengambil beberapa barang yang tertinggal.."
"Baiklah kalau begitu.. Ibu hati-hati di jalan ya.." ujar Louis hangat.
"Hmm.. Kalau kau ingin makan sesuatu katakan saja.."
"Iya Bu.." lambai Louis pelan.
...----------------...
Jane dan Ana kini tengah duduk dengan 2 orang paling berpengaruh di negara K. Salah satunya Komisaris besar di kepolisian. Satunya lagi Direktur BIN.
Mereka tengah duduk menyantap hidangan mewah di restoran termahal di negara K.
"Terima kasih undangan makan malamnya Nyonya Jane.." seru Pak Ryu kepala komisaris.
"Maaf.. Seharusnya aku mengundang kalian lebih awal.." ujar Jane sungkan.
"Ah.. tidak masalah.. kami sangat berterima kasih pada anda.. Kami sangat menunggu undangan ini.." timpal Pak Jeong.
"Saya harap kita dapat terus bekerja sama seperti ini untuk seterusnya.."
"Tentu saja.. Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan anda Nyonya.."
Mereka tampak sangat akrab satu sama lain, Ana tidak tau bisnis apa yang mereka jalankan bersama, yang jelas Jane tampak sangat berjasa untuk keduanya. Sehingga mereka tampak sangat menghormati Jane meski menyandang pangkat tertinggi.
"Ini cucuku yang pernah aku ceritakan sebelumnya.. Dia satu-satunya pewaris tunggal di keluargaku.." jelas Jane memperkenalkan Ana yang sejak tadi duduk diam dengan sopan.
"Wah.. Benarkah?? Dia sangat cantik sekali.. Anda benar-benar punya keturunan seperti seorang malaikat.. kecantikannya sangat tidak nyata.. Hahahaha.." puji Pak Jeong basa-basi seraya tertawa.
Jane tertawa kecil, sementara Ana hanya tersenyum simpul.
__ADS_1
"Penjilat sejati.. Aku yakin dia punya banyak kebusukan selama berkarir.." batin Ana geli.
"Apa Pak Kim masih menjabat sebagai presdir di grey world??" tanya Pak Ryu lirih pada Ana.
"Hmm.. Dia cukup handal menangani perusahaan.." angguk Ana cepat.
"Benarkah??" tanyanya lagi tampak ragu.
"Apa anda tau sesuatu yang tidak aku ketahui??" tanya Ana curiga.
"Hmm.. Begini.. Minggu lalu, dia menemui bawahanku.. Dia tampak menawarkan beberapa project besar.. dan ia menawarkan pembayaran yang cukup besar melalui perusahaan cangkang di negara H.." jelaa Pak Ryu hati-hati.
Jane tampak sangat terkejut, ia menoleh ke arah Ana. Sementara Ana tampak hanya sedikit terkejut mendengar hal itu. Ia tak tau apapun soal itu. Bahkan Pak Kim tak pernah membahas apapun perihal perusahaan cangkang.
"Apa anda terlibat di dalamnya??"
"Tentu saja tidak !! Aku harus sangat berhati-hati untuk melangkah.. Meski itu project besar.. Aku harus tau siapa pemilik project itu.. Maksudku.. Meskipun ia presdir di Grey World.. Tapi dia seorang pemula.." jelas Pak Ryu tegas.
"Tolong aku.. Berikan aku semua info perihal project itu.." ujar Ana lirih. "Tentu tanpa sepengetahuannya.."
"Tentu Ms.Grey.. Aku akan segera mengirim semua informasinya.." angguknya setuju.
Kemudian, mereka kembali membahas topik lain, mereka membahas perihal ruang rahasia di Grey Hospital lalu kasus pembunuhan itu. Tanpa ba-bi-bu-be-bo lagi, tentu mereka siap membantu tanpa pamrih. Mereka akan segera membereskan semua masalah itu. Saat hendak berpamitan, Jane tampak menyodorkan sekotak minuman jus yang ternyata berisi emas batangan. Jane benar-benar pintar dalam hal melobi. Ia mendekati banyak petinggi dengan cara yang sangat halus. Ia membuat mereka berhutang budi pada Jane, lalu memanjakan mereka dengan hadiah-hadiah besar yang sulit untuk di tolak.
"Kau langsung pulang??" tanya Jane lirih.
"Cih.. Bahkan kalian baru berpisah beberapa jam yang lalu.."
"Aku tidak ingin dia khawatir.." gumam Ana lirih.
"Mari kita akhiri ini segera.." seru Jane tegas.
"Tentu.. Ini harus segera berakhir.."
"Apa rencanamu setelahnya?"
"Entahlah.. Aku takut untuk berandai-andai.."
"Setidaknya kau pasti punya keinginan kan??"
"Aku ingin keluar dari semuanya.. Aku akan keluar dari semua kegelapan ini.. Aku akan memulai hidupku yang baru.. Aku akan hidup lebih baik.. Aku akan menebus semuanya.."
"Aku sangat berharap kau bisa menikah dengan Louis.. Dia sangat tampan.. Kalian pasti akan memberiku cucu yang sangat tampan dan cantik.." ujar Jane terkekeh seraya menghayal.
"Aku sudah punya banyak anak di panti asuhan.." elak Ana.
__ADS_1
"Aku ingin kau memiliki anakmu sendiri.. Keturunan dari darah dagingmu sendiri.."
"Aku bahkan tidak pantas menjadi seorang ibu.."
"Ana.."
"Jangan membuatku semakin serakah dengan hidup ini.. Bahkan kini aku sudah menginginkan banyak hal.. Aku tidak mau semakin berharap dan menginginkan lebih banyak lagi.."
"Kau berhak hidup bahagia.. Kau pantas hidup bahagia.."
"Tentu.. Itu sebabnya kita harus mengakhiri ini semua kan??"
"Tentu saja !! Aku akan melakukan semuanya untukmu.. Aku akan menebus semua dosa di hidupku dengan mengorbankan hidup dan nyawaku untuk membuatmu bahagia Ana.."
"Ugh.. Kau berlebihan sekali.." gerutu Ana geram.
"Hahaha.. Bukankah aku sudah bisa main film?? Wah.. Aku sudah bisa berakting dengan baik.."
"Sebaiknya jangan.. Kasihan produser filmnya jika kau harus bermain film.. Akan sangat merepotkan.."
"Cih.. dasar.. Kau ini.." gerutu Jane manyun.
"Kau sudah menjual mansion??" tanya Ana lagi.
"Aku sudah menawarkannya pada beberapa rekan.. Mereka akan membantu untuk penjualannya.."
"Baiklah.."
"Barang-barangmu bagaimana??"
"Aku akan mengambilnya minggu depan.."
"Baiklah.. Ah.. Tapi.. Minggu depan aku harus kembali ke negara E.. Ada banyak hal yang harus aku kerjakan disana.."
"Hmm.. Baiklah.. Kabari aku selalu.."
"Tentu.. Aku tidak mau membuatmu khawatir.."
"Aku tidak peduli padamu.." tukas Ana datar.
"Benarkah?? Kau yakin?? Aku sangat iri pada Louis.." keluh Jane pura-pura manyun.
Ana tersenyum lebar.
"Kau selalu saja gengsi untuk memgakuinya.." ejek Jane menggoda.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan pernah bosan.. aku tidak akan berhenti menghasilkan yang terbaik untuk kalian semua.. saran dan masukkan dari kalian sangat berarti untukku.. (ig : tttaaa13)