Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Bab 165 : Malam Gairah


__ADS_3

Ana dan Louis kini tengah duduk di sofa santainya. Louis mengoleskan beberapa cream penghilang luka memar. Memar di pinggang Ana terlihat jelas meski banyak tato menyelimutinya.


Setelah selesai disana, Louis berpindah pada wajah Ana. Dahi, pelipis dan rahang nya juga tampak memar.


"Kau seperti habis di pukuli.." gumam Louis lirih.


"Aku membunuh seseorang.." imbuh Ana lirih.


Tangan Louis bergetar, ia berhenti menyeka cream pereda memar itu pada pelipis Ana.


"Aku membunuhnya di apartment ku.." imbuhnya lagi.


Louis tampak berusaha mengontrol dirinya, ia tampak menelan salivanya, lalu kembali mengoleskan cream itu pada pelipis Ana dengan perlahan tanpa bergeming. Ia bahkan menghindari kontak mata dengan Ana.


Ana menatap Louis intens, bahkan jarak wajah mereka hanya sejengkal. Ana sulit mengartikan raut wajah Louis. Ditambah ia seorang aktor handal tentu mudah baginya untuk menyembunyikan ekspresinya.


"Aku tengah berkemas, ia menerobos masuk ke dalam.. Aku berencana menembak kepalanya, tapi suara pistol akan menimbulkan masalah.. Jadi.. Aku menusuk lehernya dengan pecahan kaca mejaku.." jelas Ana terus memeriksa ekspresi wajah Louis.


Louis benar-benar tak menggubris ucapan Ana. Ia terus fokus mengolesi obat pada memar di wajah Ana.


"I love you.." ujar Ana lirih. Sontak membuat Louis menatap Ana.


"Akhirnya kau menatapku.." imbuh Ana menyeringai.


"Kau mau mempermainkan aku??" tukas Louis tampak marah.


"Tidak.." geleng Ana cepat.


"Apa kau menyukaiku??" tanya Louis tegas.

__ADS_1


Ana tampak mengedipkan matanya, ia tampak tengah berpikir.


"Entahlah.. Tapi aku selalu mengkhawatirkanmu.. Aku tidak pernah mempedulikan hidupku.. Tapi aku selalu mengkhawatirkan hidupmu.."


Louis langsung mengecup hangat bibir mungil Ana, ia mendekap tubuh itu erat, mengusap kulit punggung Ana hangat, ia menciumi Ana dengan lembut dan hangat.


Perlahan ia melepas cium*n itu. Kembali menatap Ana.


"Apa yang kau rasakan??" tanyanya lirih dengan mata berkaca-kaca.


"Kenyamanan.." jawab Ana termenung.


"Jangan pergi kemanapun.. Tinggallah malam ini.." tukas Louis menggenggam tangan Ana hangat.


Lagi-lagi ia mendaratkan cium*n hangat pada Ana, ia menangkup wajah itu mesra, cium*n itu turun ke leher Ana lembut, lalu kembali ke bibirnya, namun Ana segera memalingkan wajahnya menghindar.


"Maaf.. Pikiranku sedang kacau.." ujar Ana lirih, tiba-tiba ia teringat pria yang baru saja ia bunuh.


"Aku tidak peduli dengan apapun yang kau lakukan !!" seru Louis tegas.


Ana menatap Louis dingin. "Aku membunuh banyak orang, kau yakin tidak keberatan dengan itu?? Aku seorang kriminal !! Aku seorang penjahat !! Jangan katakan kau tidak peduli dengan itu.."


"Aku benar-benar tidak peduli !!"


"Lalu bagaimana dengan orang tuamu?? Kau yakin mereka akan baik-baik saja?? Cepat atau lambat mereka akan mengetahui semuanya tentang aku.. Setidaknya pikirkanlah perasaan mereka.."


"Apa kau pernah memikirkan dirimu sendiri?? Kau selalu saja memikirkan orang lain.. Pernahkah kau menginginkan sesuatu dan memikirkannya? Melakukany apa yang kau suka dan apa yang kau inginkan untuk hidupmu sekali saja???


Pernahkah kau melakukannya??" seru Louis meledak.

__ADS_1


"Hidupku tidak memiliki harapan apapun lagi.. hidupku sudah hancur sejak lama.. Jadi.. Aku tidak akan menghancurkan hidup orang lain karena hasrat sesaatku.." ujar Ana dengan mata berkaca-kaca.


"Maka berhentilah !! Berhentilah melakukan hal berbahaya.. Berhenti dan tinggalkan semuanya mulai sekarang !!" seru Louis tegas.


"Kau tidak tau apa yang aku lalui untuk sampai di titik ini.. Kau tidak tau apa yang aku korbankan untuk bertahan sampai detik ini.." bibir Ana bergetar hebat menahan kesedihannya.


"Apa kau akan tetap menyukaiku jika aku bukan pewaris Grey World?? Bagaimana jika aku hanya seorang pembunuh keji yang tak memiliki idientitas apapun? Bagaimana jika aku hanya pembunuh yang hidup sengsara sebatang kara?? Apa kau akan tetap menyukaiku??"


"Aku menyukaimu karena kebaikanmu.. kau pernah mengorbankan nyawamu untuk melindungiku.. Kau juga sudah berjanji akan meninggalkan semuanya jika masalahmu selesai.. Aku akan menunggunya.. aku tidak pernah memandangmu karena kekayaanmu.. Aku melihat ketulusan di hatimu.. Meski kau selalu menyembunyikannya.. Tapi aku bisa merasakannya.." jelas Louis berusaha tenang.


"Kau terlalu naif.." ejek Ana menyeringai.


"Setidaknya aku selalu mengungkapkan apa yang aku rasakan.. Aku tidak pernah lari dari apa yang tengah aku hadapi.. Setidaknya aku telah berusaha.. Sementara kau?? Kau selalu lari, kau selalu menghindar.. Kau selalu ragu pada kata hatimu sendiri.."


"Baiklah.. Aku tidak akan lari !! Aku akan pergi saat kau sudah menyesali semuanya.." ujar Ana tegas.


"Aku tidak akan menyesali apapun dalam hidupku !!" tukas Louis yakin penuh percaya diri.


Ana menghampiri Louis, mencumb*nya dengan sangat brutal. Ia melepas semua hasrat dan gairahnya secara bersamaan. Ia tak akan menahan dirinya lagi. Ia tak akan lari lagi. Ia akan mengikuti apa keinginan hatinya. Ia akan melakukan apa yang ia inginkan. Ia menghujani Louis dengan cium*n panas, Louis membalas setiap sentuhan dan kecup*n panas dari Ana.


Sreeekkkk..


Louis merobek kaos hitam yang tengah Ana kenakan, memperlihatkan dadanya yang indah, ukiran tato yang indah menghiasi lekuk tubuh ramping Ana. Tubuh seksi yang sixpack itu tampak sangat sempurna.


Louis menggendong Ana dengan kedua lengannya, membawanya ke kamarnya, merebahkan tubuh ramping itu ke atas tempat tidur dengan lembut.


"Jangan pergi kemanapun lagi.." ujar Louis terengah dengan lirih.


"Aku tidak akan pergi kemanapun.." imbuh Ana yang juga terengah, sebelum akhirnya mereka saling menyatu dengan penuh gairah hingga pagi menjelang.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan pernah bosan.. aku tidak akan berhenti menghasilkan yang terbaik untuk kalian semua.. saran dan masukkan dari kalian sangat berarti untukku.. (ig : tttaaa13)


__ADS_2