
Ting Nung.. Ting Nung..
Bel kamar Ana tak berhenti berbunyi sejak 3 menit yang lalu. Bahkan gedoran terdengar cukup keras dari arah luar. Ana segera bangkit dengan malas. Ia segera menuju pintu kamar hotelnya. Samar terdengar suara Jane terus memanggilnya. Ia segera membuka pintu. Dan benar saja, Jane berdiri di sana dengan wajah cemas.
"Kenapa lama sekali kau buka??" gerutunya segera masuk ke dalam.
"Aku ngantuk sekali.. memangnya ini jam berapa??" imbuh Ana mengusap wajah dan matanya.
"Apa setelah menjadi pengangguran kau akan bermalas-malasan?? Ini sudah pukul 9 pagi.." gerutu Jane lagi.
"Akhir-akhir ini aku sering merasa ngantuk dan gampang lelah.. Mungkin karena kehamilan ini.." gumam Ana lesu.
Jane tertegun. Ia melupakan sesuatu. "Ah.. Iya.. Maaf.. Aku lupa jika kau tengah hamil.." ujarnya lirih merasa bersalah.
"Lihatlah ini.." ujar Jane kemudian menyodorkan ponselnya pada Ana.
__ADS_1
Ana melihat layar ponsel itu dengan memelas. Ia tertegun sesaat, sebelum akhirnya mengembalikan ponsel Jane dengan wajah kebingungan. Foto-fotonya dengan Louis tadi malam terposting di berbagai berita. Berita kencan mereka bertebaran dimana-mana. Ana segera mengambil ponselnya yang silent di atas meja. Di sana banyak panggilan tak terjawab dari Jane, Pak Kim, dan juga Louis. Ia segera melakukan panggilan pada nomor Louis. Tak menunggu lama panggilan itu segera tersambung.
"Ha.." belum selesai mengucapkan sapaannya, Louis lebih dulu menyahuti seruan Ana.
"Kau darimana saja? Kenapa baru menghubungiku?? Kau sedang ada dimana?? Apa kau baik-baik saja??" ia mengajukan pertanyaan bertubi-tubi.
"Hmm.. Aku baru saja bangun, syukur Jane membangunkan aku.. Aku baik-baik saja.." jawab Ana tenang.
"Kau sudah melihat beritakan?? Aku akan melakukan jumpa pers sekarang.. Aku sedang bersiap.." ujar Louis dengan nada hati-hati.
"Sekarang?? Apa yang akan kau katakan?? Aku lihat respon berita ini tidak bagus.." Ana terdengar lebih khawatir.
"Lou, mari kita bicarakan dulu.. Aku bahkan baru saja terlibat skandal, dan kini masih dalam masa percobaan.. Ini akan berdampak buruk ada karirmu.." tukas Ana keberatan.
"Aku tidak ingin menyembunyikanmu, aku ingin semua orang tau bahwa hubungan ini bukan hanya sesaat.."
__ADS_1
"Aku keberatan.. Aku mohon, setidaknya kau juga pikirkan dampaknya untukku.. fans sejuta umatmu akan menghujat dan menyerangku.. tolong beri aku waktu.." pinta Ana berbagai alasan.
"Baiklah.." jawab Louis tanpa perdebatan lainnya lagi. Ia terdengar pasrah dan setuju dengan penjelasan Ana. Bagaimanapun ia punya banyak fans di luar sana yang sangat mengidolakannya. Skandal Ana belum lama ini akan beresiko buruk untuk Ana.
Setelah mengakhiri panggilan itu, 20 menit kemudian berita live Louis muncul di tv. Ana dan Jane menonton siaran itu di kamar mewah hotelnya.
"Selamat pagi.. Terima kasih sudah hadir pada pemberitahuan dadakan ini.. Sebelumnya aku memang sudah ingin menyapa kalian, namun berita pagi ini membuat aku harus menyapa kalian dengan buru-buru agar tidak ada efek buruk dari berita ini.. Sebelumnya aku meminta maaf atas kekhawatiran yang kalian rasakan, terutama untuk semua pendukungku maupun pendukung Ms. Grey.." Louis sama sekali tidak terlihat gugup. Ia tampak sangat tenang.
"Pertama aku akan membahas perihal hubungan agensiku terkait kontrak kerja sama dengan Grey World yang telah resmi berakhir sejak 2 hari yang lalu.. Pengakhiran kontrak kerja sama ini murni atas keputusan kedua belah pihak tanpa ada perselisihan atau perdebatan antara kedua belah pihak, maupun terkait masalah pribadi apapun.. Berakhirnya kontrak kerja sama ini juga di susul dengan pengembangan agensiku untuk berdiri sendiri dan mengembangkan bisnis agensi kami lebih luas lagi.. Setelah bertahun-tahun bekerja sama dengan Grey World tentu memberi banyak pembelajaran untuk kami merambah dan berkembang di bisnis lain.." lagi-lagi Louis berbicara dengan mulus. Ia duduk di podium di dampingin Simon sang CEO agensinya.
"Kedua, mengenai berita yang beredar.. Itu benar.. Tadi malam aku dan Ms.Grey baru saja pergi berkencan.. Aku sangat mencintainya bahkan setelah bertahun-tahun lamanya.. Jujur.. Dia sangat sulit untuk ku luluhkan.. Bahkan setelah kesulitan yang ia alami akhir-akhir ini tentu tidak membuatku goyah.. Tadi malam adalah malam terindah seumur hidupku setelah ia tak lagi menolak dan mengabaikanku.. Namun, pengakuanku ini akan membuatnya kesulitan.. Sedikit banyak dari kalian pasti akan tidak menerima pengakuanku ini, mengingat masalah yang baru baru ini menimpanya.. Tapi.. Aku tidak akan pernah meninggalkannya.. Aku akan selalu berada di sisinya apapun yang terjadi.. Jadi.. Aku harap kalian dapat mengerti keputusan dan keinginanku.. Anavalia Grey adalah satu satunya wanita yang ingin aku ajak hidup bersamaku selamanya.. Dia cinta pertamaku, dia wanita pertama yang aku cintai.. Hmm.. Tentu saja setelah ibu dan adikku.. Hehehe.. Tetapi, kalian tidak perlu khawatir.. Semua pihak keluarga kami sangat mendukung hubungan ini menjadi nyata.. Jadi.. tolong dukung kami dan doakan kami selalu.."
Ana tertegun. Ia tak menyangka Louis tetap mengakuinya. Ia menghela nafas panjang. Ia akan segera mendapat ujaran kebencian atau bahkan teror mengerikan dari fans fanatiknya.
"Oh iya satu lagi.. Jika aku menemukan ujaran kebencian terhadap Ms.Grey, maka aku tidak akan segan segan untuk menuntut pelakunya.. Dan bila sampai ada hal hal yang dapat merugikan kami berdua, maka aku akan langsung mengambil jalur hukum tanpa ampun.. Aku yakin, semua fansku akan mendukung dan mendoakan semua yang terbaik untukku.. Jadi aku yakin, mereka tidak akan melakukan hal-hal buruk terhadap wanita yang sangat aku cintai.."
__ADS_1
Ucapan terakhir Louis membuat Ana terharu. Louis yang polos. Louis yang penakut, kini tampil dengan gagah berani. Kini ia berusaha keras menggadaikan karirnya hanya demi Ana.
...****************...