
"Ms.Grey..!!" seru Pak Kim bersemangat.
"Pak Kim !!" pekik Ana segera berlari kecil menghampiri Pak Kim.
"Jangan berlari !!" tukasnya.
"Kau pasti merindukanku.." gumam Ana ngos-ngosan.
"Tentu saja Ms.Grey.. bagaimana kabar anda?" sahut Pak Kim segera mengambil alih koper Ana.
"Seperti yang kau lihat.. aku baik-baik saja sekarang.." ujar Ana berputar memperlihatkan tubuh rampingnya yang tampak semakin kurus.
"Sepertinya anda kehilangan banyak berat badan Ms.Grey.."
"Itu lebih baik.. aku tidak perlu diet untuk menurunkan berat badanku.." timpal Ana tersenyum lebar sejak tadi.
"Saya senang anda kembali Ms.Grey.."
"Aku juga senang berjumpa denganmu lagi Pak Kim.. ah.. tidak.. Presdir Kim.." ujar Ana terkekeh.
"Ah.. jangan berkata seperti itu.. saya bahkan tidak merasa senang dengan itu.."
"Benarkah?? Aku rasa itu sangat pantas dan cocok untukmu.. kau mengurus dan mengatasi segalanya dengan sangat baik Pak Kim.. aku menyerahkan semuanya dengan orang yang tepat.." puji Ana tulus.
"Saya akan mengadakan rapat dewan.. untuk menyambut anda.."
"Untuk apa? bahkan aku tidak terlibat lagi di perusahaan.." elak Ana.
"Tapi.."
"Aku kesini untuk menyelesaikan semua masalahku.. aku tidak ingin kembali ke perusahaan.. setidaknya aku ingin menjadi orang biasa saja saat ini.."
"Baiklah Ms.Grey.." angguk Pak Kim mengerti.
"Mari kita pergi.."
"Anda akan kembali ke mansion atau apartment?"
"Tentu saja ke mansion ku.. lagipula Grandma bilang apartmentku sudah di jual.."
"Sebenarnya.. saya yang sudah membeli apartment itu.." jawab Pak Kim ragu.
"Apa? Tapi apartment itu sangat mahal.. apa kau menghabiskan semua tabunganmu untuk itu?"
Pak Kim hanya tersenyum canggung.
"Pak Kim.."
"Saya selalu yakin jika anda akan kembali kesini Ms.Grey.. itu sebabnya saya tidak menjualnya pada orang lain.."
"Berarti itu milikmu.." gumam Ana lirih
"Saya akan memberikannya pada anda.. sebagai hadiah atas kesembuhan dan kembalinya anda kesini.."
"Aku akan membelinya kembali.. apa kau menerima cicilan?" gurau Ana terkekeh.
"Tentu saja.. anda bisa membayar berapapun dan boleh menyicil selama apapun.." angguk Pak Kim setuju ikut tertawa.
"Baiklah.. tapi.. untuk sementara waktu aku akan tinggal di mansion.."
__ADS_1
"Anda jangan khawatir.. Tuan Louis selama ini tinggal di rumah orang tuanya.."
"Aku tidak mengkhawatirkan soal itu.." elak Ana canggung.
"Benarkah? Bukankah anda berusaha menghindarinya?"
"Apa kau sedang meledekku?" tukas Ana sinis.
Sontak Pak Kim kalang kabut mengalihkan tatapan sinis Ana.
"Saya sangat lapar.. mari kita makan dulu.." ujarnya segera jalan lebih dulu sambil menyeret koper Ana.
"Cih.." Ana hanya terkekeh melihat Pak Kim yang salah tingkah. "Tunggu aku Presdir Kim.." seru Ana mengejar langkah Pak Kim yang tampak menghindar.
***
"Aku mencarimu selama ini.." ujar Louis lirih.
"Maaf.. aku tidak ingin hidup bersamamu lagi.." geleng Ana pelan.
"Apa maksudmu?"
"Aku tidak pernah mencintaimu Lou.. Maafkan aku.." ujar Ana lirih segera berlalu pergi.
"Ana !!" Seru Louis berusaha membebaskan dirinya yang terasa membatu.
Deg !!
Louis membelalakkan matanya. Nafasnya tersengal, ia tersadar dari mimpinya, raut wajah yang cantik, aroma nafasnya yang berbau mint, hingga aroma parfum wanita itu terasa semakin jelas dan nyata di mimpinya. Ia melihat ke arah samping, di sebrangnya ia mendapati Pak Dong yang tengah menyantap steak dan cola tak mengacuhkannya yang telah bermimpi.
Ia masih tersengal, berusaha mengatur nafasnya perlahan.
***
Ana dan Pak Kim tengah makan bersama di mansionnya, mansion itu cukup bersih meski sudah di tinggal lama.
"Jadi apa yang akan anda lakukan saat ini Ms.Grey?"
"Aku ingin menikmati hidupku.. dan membereskan beberapa masalah.."
"Apa masalah itu berkaitan dengan preman waktu itu? Dia tampak berbahaya Ms.Grey.." ujar Pak Kim khawatir.
"Aku bahkan lebih mengerikan daripada dia.." celetuk Ana menyombongkan diri.
"Saya akui itu.. bahkan dengan tatapan sinis anda saja, sudah cukup untuk membunuh lawanmu.."
"Kau berlebihan sekali.. padahal mata ku ini kan sangat indah.." gerutu Ana mengedip-ngedipkan matanya manja sambil menyeruput jus nya.
"Itu fakta Ms.Grey.."
"Jadi.. siapa wanita itu?"
Uhuk !! Uhuk !!
Pak Kim tersedak saat tengah melahap burgernya.
"Kenapa kau kaget begitu?? Aku hanya bertanya.."
"Ba..bagaimana anda mengetahuinya?"
__ADS_1
"Tentu saja aku mengetahuinya.. bukankah dia sedang mengincarku dan hartaku?" Jelas Ana yang ternyata di salah artikan oleh Pak Kim.
Pak Kim tampak gelagapan.
"Apa maksud anda?? Dia bukan gadis seperti itu.." tukas Pak Kim tak terima.
"Apa? Apa maksudmu? Sejak kapan Bibi Layla menjadi seorang gadis di matamu.." ketus Ana.
Pak Kim ternganga saat ia menyadari jika ia sudah salah paham.
"Hei.. apa jangan-jangan kau tengah berkencan dengan seseorang??" Tebak Ana segera.
"Ti.. tidak.." gelengnya cepat.
"Wah.. kau tidak bisa menipuku Pak Kim.. lihatlah wajah meronamu itu.. bahkan kau tidak bisa menatapku saat menyangkalnya.." ledek Ana.
"Aku tidak berkencan dengannya.."
"Jadi memang ada gadis yang kau sukai?? Apa aku mengenalnya?"
"Tidak.." gelengnya keceplosan.
"Sudah aku duga !! Kau mudah sekali di tebak Pak Kim.." Hardik Ana senang ketika Pak Kim keceplosan.
"Kau tidak perlu menutupi apapun dariku Pak Kim.. sudah sepantasnya kau segera menikah dan hidup bahagia.."
"Aku belum berpikir sejauh itu.."
"Aku sangat penasaran dengannya.. seperti apa dia??"
"Aku belum mengajaknya berkencan.."
"Apa?? Aku tidak menyangka kau sepengecut ini Presdir Kim !!" Ejek Ana lagi tergelak.
"Bagaimana denganmu? Bukankah anda memilih tinggal di mansion sepi ini karena ingin menghindari Louis kan.." balas Pak Kim.
"Wah.. kau tampaknya sangat menyukai jabatanmu itu.. apa kau senang sekarang sudah bisa membalas dan melawanku?" Tukas Ana sinis saat Pak Kim berhasil membuatnya tak sanggup berkata-kata.
"Ma..maaf Ms.Grey.. saya sudah keterlaluan.." tukas Pak Kim merasa bersalah.
"Kau sangat mirip seperti ayahku.." ujar Ana tiba-tiba. Pak Kim menatap Ana dalam.
"Ms.Grey.."
"Dia selalu bisa menghiburku.. dan hanya dia juga yang bisa membuat aku terdiam kehabisan kata-kata.. dan sekarang hanya kau yang bisa melakukannya Pak Kim.."
"Anda boleh menganggapku seperti ayahmu.. maksudku.. saya akan melindungi anda dan selalu menjagamu seperti yang Tuan Thommas lakukan padamu.."
"Cih.. setidaknya kau harus menikah terlebih dahulu.. tentu saja aku juga harus memiliki ibu.." celetuk Ana terkekeh.
Pak Kim tertawa kecil.
"Terima kasih sudah merasa seperti itu Ms.Grey.. suatu kehormatan bagi saya karena anda menganggap saya seperti keluarga anda.."
"Sekarang kau itu keluargaku Pak Kim.. bahkan sudah lama aku merasa seperti itu.. bicara santai lah denganku.. kita bukan partner kerja lagi sekarang.."
"Ba.. baiklah Ms.Grey.. saya akan membiasakannya.."
"Just call me Ana.." tambahnya lagi.
__ADS_1
"Ba..baiklah.." angguknya canggung.