Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Bab 160 : Kecurigaan Ana


__ADS_3

Pagi itu Ana bertemu Pak Kim di luar gedung perusahaan. Ia meminta kunci apartment-nya agar bisa segera berkemas.


"Aku akan mengundurkan diri dari perusahaan.." ujar Ana tenang menenggak coffee panasnya.


"Apa yang terjadi??" tanya Pak Kim khawatir.


"Aku sedang ingin menikmati masa muda ku dengan baik.. Aku sudah menyia-nyiakan masa mudaku dengan melakukan kejahatan.. Aku akan pergi kencan buta malam ini.." jelas Ana tampak bersemangat.


"Kencan buta??" seru Pak Kim kaget.


"Hmm.. Aku akan bertemu seorang pria, dia sepertinya seorang dokter.. Tapi aku tak ingin tau lebih jauh.. Itu akan membosankan.. Jadi aku akan menanyainya banyak hal padanya nanti.."


"Ini tidak seperti dirimu.. Bukankah kau masih tertarik pada Louis??"


"Dia bahkan tidak mengajakku berkencan.." gumam Ana lirih dengan kesal.


"Dia bukan prioritasku.. Aku akan mencari seseorang yang sangat gentle.."


"Kau benar-benar sedang puber.." timpal Pak Kim terkekeh.


"Entahlah.. Apa ini puber atau menuju menopause.."


"Kau masih terlalu muda untuk menopause hahaha.."


"Benarkah??"


Pak Kim hanya tertawa dengan ucapan Ana. "Lalu apa yang akan kau lakukan selama menganggur?"

__ADS_1


"Aku mungkin hanya akan melakukan hal-hal yang tak berguna, menghabiskan uangku, bersenang-senang dan berkencan.. Aku ingin melakukan semuanya seperti orang kaya kebanyakan.."


"Jadi.. Kau hanya akan menikmati masa mudamu??"


"Tapi bukan berarti aku tidak melakukan apapun.. Aku hanya butuh waktu untuk merencanakan sesuatu.." timpal Ana serius. Ia tiba-tiba merubah ekspresinya menjadi sangat serius dan sulit di tebak.


"Rencana apa yang ingin kau lakukan??" tanya Pak Kim penasaran.


"Cih.. Bukankah kau akhir-akhir ini tampak sangat antusias dengan urusanku??" timpal Ana menyindir.


"Bu..bukan begitu.. Aku harus bersiap untuk semua hal yang akan terjadi mendatang.." elaknya membela diri.


"Tidak perlu.. Aku tidak ingin kau bekerja untukku lagi.. Aku tidak ingin melibatkan kau dan perusahaan.."


"Kau benar-benar akan berhenti??" tanya pak Kim berhati-hati.


Pak Kim tampak mengangguk pelan, tatapannya tampak aneh.


"Aku harap kau menangani perusahaan dengan baik.. Aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun.." seru Ana mengingatkan.


"Tentu saja.. Aku bisa percayakan semuanya padaku.." ujar Pak Kim percaya diri.


"Tentu saja.. Kau satu-satunya orang yang aku percaya.. Itu sebabnya aku tidak ingin kau melakukan kesalahan apapun.. Aku tidak akan pernah mentoleransi apapun.." ujar Ana mengintimidasi.


Pak Kim hanya mengangguk. "jangan khawatir.."


Ia segera meregah saku jas nya, mengeluarkan kunci kamar apartment Ana, menyodorkannya di atas meja sebuah coffee shop tempat mereka bertemu.

__ADS_1


"Aku sudah mengirimkan sejumlah uang.."


"U..uang?? Untuk apa??"


"Untuk apartment dan biaya yang kau keluarkan selama mengurus aku sakit.." jelas Ana meraih kunci di atas meja lalu menyimpannya di saku jaket kulit berwarna hitam yang tengah ia kenakan.


"Kau tidak perlu melakukannya.. kau tak perlu sungkan.."


"Aku tidak merasa sungkan.. Aku hanya tidak ingin berhutang budi pada siapapun.." tukas Ana ketus.


Pak Kim tercekat, ia merasa Ana bersikap dingin dan ketus padanya. Ia takut tengah melakukan kesalahan pada Ana.


"A..apa aku melakukan kesalahan padamu??" tanya Pak Kim khawatir.


Ana menatap Pak Kim dengan tatapan curiga.


"Tidak.. Hanya saja.. Suasana hatiku sedang tidak bagus.." elak Ana menggelengkan kepalanya cepat.


"Tolong tegur dan hukum aku jika aku melakukan kesalahan padamu.."


"Tentu saja.. Aku mahir dalam menghukum orang.. Aku akan melakukannya dengan senang hati jika kau mengkhianatiku.." ancam Ana tegas.


"Baiklah.. Kalau begitu aku pamit dulu.." ujar Ana segera bangkit dari duduknya. Ia segera berlalu pergi.


Sementara Pak Kim masih duduk diam di coffee shop itu, entah apa yang tengah ia pikirkan. Ia mengkhawatirkan Ana. Ia takut jika Ana melakukan sesuatu yang berbahaya. Bahkan ia tampak segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.


...----------------...

__ADS_1


Jangan pernah bosan.. aku tidak akan berhenti menghasilkan yang terbaik untuk kalian semua.. saran dan masukkan dari kalian sangat berarti untukku.. (ig : tttaaa13)


__ADS_2