Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
EPISODE BONUS YANG MENDEBARKAN !!!!!!!!


__ADS_3

Louis kini tengah mengemas pakaiannya ke dalam koper. Ibunya turut membantu.


"Apa kau sudah mengemas semuanya?? Apa ada lagi yang ingin kau bawa??" tanya ibunya memastikan.


"Ibu.. aku hanya pergi berlibur selama 3 hari... apa ibu ingin aku pergi selamanya dan tidak kembali??" gerutu Louis sedih.


"Bukan begitu, ini masih seperti mimpi bagi ibu... mengingat apa yang terjadi 5 tahun terakhir ini sangat menakutkan untuk ibu... sekarang kau memutuskan untuk berlibur dan pergi jauh dari Ibu..."


"Ibu... aku sekarang sudah jauh lebih baik... aku baik-baik saja... aku hanya ingin sedikit beristirahat... aku baru saja menyelesaikan 2 film dan 1 dramaku, aku juga baru selesai tour konser... jadi... aku rasa... aku butuh waktu untuk diriku sendiri.." jelas Louis menenangkan ibunya.


"Baiklah, kau harus selalu telepon ibu... dan kau bisa meminta ibu datang kapanpun kau membutuhkan ibu..."


"Baiklah... aku mengerti ibu... terima kasih untuk semuanya..." Louis memeluk ibunya erat dan hangat.


"Aku sangat menyayangi ibu..."


"Jaga kesehatanmu... jangan terlalu banyak minum alkohol..."


"Baiklah..." angguk Louis cepat.


"kali ini kau mau kemana??" tanya ibunya yang masih penasaran dengan tujuan perjalanan Louis.


"Hanya ke sebuah pulau terpencil... aku rasa itu akan menjadi tempat yang cocok untukku..." jelas Louis singkat.


"baiklah..." angguk ibunya mengerti.


****


2 hari yang lalu, Louis menerima sebuah kartu post dari orang yang tak di kenal yang berisi foto sebuah resort mewah. Saat ia telusuri ternyata pulau itu sangat jauh dan cukup terpencil, butuh 2x transit menggunakan pesawat dan 2 kali transit antar pulau menggunakan boat. Ia sangat penasaran dan sangat ingin mengunjungi resort di pulau itu. Entah kenapa tiba-tiba ia bertekad sangat kuat.


Perjalanan panjang terbayar sudah. Ia tiba di resort mewah itu. Ia benar-benar tak menyangka resort itu sangat indah dan mewah. Memang tak banyak pengunjung di sana, namun pemandangan laut dan suasana di pulau itu benar-benar membuatnya terenyuh.


Ia tiba lebih awal dari jadwal reservasinya. Jadi ia harus menunggu sedikit lebih lama untuk check-in, karena ternyata seluruh kamar di resort itu baru saja di booking oleh pengusaha ternama yang mengadakan private party di sana.


Louis segera menuju pantai yang sangat indah itu. Pasir berwarna putih bersih, pepohonan yang rindang yang tertata rapi membuat Louis merasa ingin tinggal di sana untuk waktu yang sangat lama. Ia berjalan menelusuri pantai dengan bertelanjang kaki. Ia menikmati sapuan ombak laut yang terasa hangat.


"Permisi... anda menjatuhkan ini..." seru seseorang mengejutkannya.


Louis menoleh ke arah belakang, ia mendapati seorang gadis kecil berdiri di sana seraya menunjukkan sesuatu di tangannya.


"Apa ini milikmu?? Aku rasa anda menjatuhkannya..." serunya lagi tersenyum ramah.


Louis tertegun, ia melihat ke pergelangan tangannya, ternyata benar, gelang couple miliknya terlepas.


"Ah... iya benar ini milikku... entah bagaimana ini bisa terlepas, karena ini tidak pernah lepas dari tanganku sebelumnya..." ucap Louis shock. Gelang couple miliknya dan Ana.


"terima kasih sudah menyelamatkan barang berhargaku..."


"Ibuku punya gelang yang mirip seperti ini..." ujar anak kecil itu tersenyum.


"Benarkah??? Sekarang gelang ini memang sedikit populer... mungkin itu sebabnya ibumu juga menggunakannya..."


Gadis kecil itu hanya tersenyum manis.


"Nona Louisa !!!" seseorang berteriak keras seakan memanggil gadis kecil itu. Gadis kecil dan Louis menoleh ke arah suara. Wanita paruh baya tampak memanggil dan segera menghampirinya.


"Apa yang kau lakukan di sini !!! Ibumu akan marah besar jika tau kau berbicara dengan orang asing..." omelnya marah.


"Maaf... dia hanya memberikan barang milikku yang terjatuh..." sela Louis membela anak kecil itu.


"Maaf, Tuan..." ujar wanita itu sungkan segera membawa pergi anak kecil itu. Ia masih terus mengomel.


"Mrs. Grey akan memarahiku siang dan malam karena ini... kenapa kau selalu membuat masalah..." omelnya panjang lebar dengan bahasa yang Louis tidak mengerti.


Deggg !!!


Louis tertegun mendengar 1 kata dari ucapan wanita itu, ia sontak segera berlari menghampiri wanita tua itu.


"Maaf... permisi... apa anda baru saja menyebutkan Mrs. Grey???"


Wanita itu tampak membelalak kaget. ia tampak panik. Ia menggerutu dengan bahasa yang tak di mengerti oleh Louis.


"Itu nama ibuku... Ana Grey..." jawab anak kecil itu polos, wanita tua itu kemudian segera membekap mulutnya panik.


"Diam, Louisa..." tegurnya.


Louis membelalak kaget, mulutnya ternganga lebar, jantungnya berdegup sangat kencang.


"Apa yang kalian lakukan di sana??? Sudah aku bilang jangan biarkan dia keluar dari kamar dan keliaran seorang diri !!!!" tiba-tiba suara tegas dan lugas terdengar mendekat ke arah mereka.


Louis segera berpaling ke arah suara.


Degggg !!!!!


Air matanya menitik begitu saja.


Prangggg...


Cangkir yang berisi kopi jatuh berserakan ke lantai dari tangan wanita yang tampak sangat terkejut itu.


"A...Ana..." bibir Louis bergetar hebat.


"Bagaimana kau bisa ada di sini???" tanya Ana tak habis pikir.


"A... Ana... ini sungguh kau??" Louis tampak tak percaya dengan yang dia lihat saat ini.


"Bawa Louisa pergi dari sini..." perintah Ana pada pengasuhnya. keduanya segera pergi dari sana, Ana tampak gelisah dan terus memeriksa sekitarnya,


Louis segera memeluk erat Ana tanpa berpikir panjang.


"Aku sangat merindukanmu... aku sangat merindukanmu !!!" serunya dengan suara bergetar.


Tubuh Ana bergetar, dadanya terasa sesak, sosok yang selama ini sangat ia rindukan kini tengah memeluknya sangat erat. Ini bagai mimpi terindah sepanjang hidupnya.


Namun, Ana segera melepaskan dirinya.


"Apa yang kau lakukan disini? Bagaimana kau bisa menemukan tempat ini???" tanya Ana lagi sangat penasaran.


"Aku pikir, tempat ini akan menjadi tempat terakhirku..." gumam Louis lirih, senyumnya sangat lebar, ia tampak sangat bahagia.


Ana segera menarik tangan Louis untuk memeriksa pergelangan tangannya, banyak luka sayat di sana.


"Apa yang kau lakukan dengan tanganmu???" marah Ana melotot.


"Apa kau sudah gila??? Kau ingin membuang hidupmu yang berharga????" omelnya lagi.


Louis terkekeh senang mendengar omelan Ana.

__ADS_1


"Ternyata ini benar-benar kau, Ana..." ucap Louis lega.


Ana menitikkan air matanya tertahan.


"Dasar bodoh..." umpatnya lirih.


Louis memeluk tubuh itu sangat erat.


****


Louis dan Ana kini duduk di gazebo pinggir pantai seraya menikmati menu hidangan laut yang beragam.


"Jadi... bagaimana kau bisa bebas? aku melihat semua mayatnya..." tanya Louis penasaran.


"Dan kau pasti sangat mempercayainya..." imbuh Ana lirih merasa bersalah.


"Kenapa kau tidak pernah berusaha menghubungiku?? Apa kau tidak tau betapa tersiksanya aku??" tanya Louis tak terima.


"Apa kau pikir ini mudah untukku??" tanya Ana balik.


"Jadi... apa sebenarnya yang terjadi?"


"Ini semua berkat Jane... ia menyiapkan semua ini untukku dan Louisa... anak buahnya menyelamatkanku... merekayasa semuanya..."


"Lalu, mayat siapa yang ada di sana menggantikanmu??" tanya Louis penasaran.


"Layla..." jawab Ana enteng.


"...." Louis tertegun. Ia kemudian mengangguk mengerti, ia tak ingin membahas kemballi kenangan lama yang menyakitkan itu, sekarang ia hanya akan fokus untuk kebahagiaannya setelah bertemu Ana.


"Jadi... apa kau sudah menikah??" tanya Louis memberanikan diri.


"Kau sudah gila? untuk apa aku menikah??" bantah Ana ketus.


"Lalu... siapa Louisa?? gadis kecil itu??" tanya Louis penasaran.


Wajah Ana memerah.


"Tentu saja dia putriku..." timpal Ana canggung.


"Berapa usianya??"


"5 tahun..."


Louis tertegun. Ia tampak tengah membuka jarinya dan seakan tengah berhitung.


"Siapa ayah anak itu??"


"Kenapa kau ingin tau?" tanya Ana menatap Louis dingin. Tatapan itu. Tatapan yang selama ini sangat Louis rindukan.


"Jawab aku..." desak Louis tak sabaran.


"Kau tidak perlu tau..." elak Ana memelas.


"Kenapa? Apa aku mengenalnya??"


Ana hanya memutar bola matanya kesal.


Louis terdiam, ia kembali tampak kebingungan.


"Dia sangat mirip denganmu... itu sebabnya aku yakin dia pasti putri kandungmu... Apa kau meng-adopsi nya?" tanya Louis tak menyerah.


"Apa menurutmu dia benar-benar mirip denganku??? Padahal aku pikir ia sangat mirip denganmu..." timpal Ana lirih seraya menenggak cocktail-nya.


Louis menoleh cepat ke arah Ana. Matanya membelalak.


"Dia anakku??" ekspresi Louis tampak sumringah.


"Lalu, apa kau pikir aku pernah berselingkuh darimu saat kita bersama-sama dulu???" sela Ana kesal.


"Sungguh??? Dia anakku???" Louis terdengar sangat bersemangat dan girang.


Ana hanya memasang ekspresi datar.


"Pantas saja dia sangat cantik... hahahahaha..." Louis tertawa terbahak-bahak. Ana di buat kebingungan dengan sikapnya.


"Wahhhh.... ternyata ini alasanku di tuntun untuk datang kemari... untuk bertemu denganmu dan dengan anak kita..."


"Apa kau sesenang itu???"


"Apa kau sudah gila???? Tentu saja aku sangat senang !!!! Padahal aku sempat berpikir untuk mengakhiri hidupku disini..." tiba-tiba ekspresi Louis berubah.


"Maaf... kau pasti sangat menderita..." ujar Ana bersungguh-sungguh.


"Tidak, Ana... melihat apa yang aku dapatkan saat ini, semuanya bukanlah apa-apa... aku benar-benar sudah lupa dengan semua kesedihanku..." ucap Louis bersungguh-sungguh.


"Berjanjilah... kau tidak akan pergi dariku lagi..." seru Louis menyodorkan kelingkingnya.


Ana tertegun.


"Aku rasa kau tidak mengerti..." timpal Ana lirih, wajahnya tampak sangat sedih.


"Ada apa?? Apa yang kau pikirkan??"


"Apa kau lupa siapa aku??? Aku hanya bisa hidup di pulau ini... aku tidak akan pergi kemanapun, aku dan Louisa akan terjebak disini selamanya..." jelas Ana sedih.


Louis terlupa akan hal penting itu, mengingat status Ana sebagai tahanan seumur hidup yang telah dinyatakan  meninggal dunia. Ia tak bisa muncul begitu saja kembali ke negara itu.


"Mereka sangat merindukanmu... banyak hal yang kau lewatkan, Ana..."


"Aku tau, tapi tidak ada yang bisa aku lakukan... bahkan hidup hanya berdua bersama Louisa seperti saat ini sudah sangat berharga dan membahagiakan untukku... aku takut untuk bersikap serakah karena menginginkan banyak hal baik lainnya.." ungkap Ana kalut.


"Aku harus mengorbakan banyak hal untuk menjaga putriku selamanya..."


"Baiklah, aku sudah memutuskan !!!" seru Louis penuh keyakinan.


*****


Pagi itu Louis terlonjak kaget. Ia langsung bergegas bangkit dan keluar dari kamar hotelnya. Ia terus berlari kecil untuk mencari sosok Ana di sana. ia berharap itu bukanlah mimpi.


"Ada apa? Kenapa kau buru-buru??" seru Ana menyapa Louis.


Louis menghela nafas lega. Ia menyeka wajahnya penuh rasa lega. Ia kemudian segera menghampiri Ana dan memeluknya sangat erat.


"Aku pikir semua ini hanyalah mimpi... aku sangat takut... aku ketakutan setengah mati..."


Kreeeekkk...

__ADS_1


Ana memelintir tangan Louis keras.


"Akkkhhhh... sakit !!!" pekik Louis merintih.


"Apa terasa sakit??? Kalau begitu ini bukan mimpi..." jawab Ana tersenyum.


"Aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi... tidak akan pernah..."


"Mommy..." sapa Louisa bersama pengasuhnya.


Louis melihat ke arah gadis kecil yang sangat cantik itu.


"Bolehkan aku memeluknya??" tanya Louis meminta izin.


Ana tertegun, sebelum akhirnya menyetujui hal itu.


Louis memeluk Louisa erat. Ia memeluk putri kecilnya penuh cinta. Ia mengusap rambut panjang terurai Louisa.


"Apa anda pria yang selalu di rindukan oleh Mommy??" tanya Louisa polos.


"Apa ibumu selalu merindukan pria itu?" tanya Louis polos.


"Hmm... dia bahkan selalu menangisinya setiap malam..." angguk Louisa polos.


"Kalau begitu, aku berjanji... aku tidak akan membuatnya menangis lagi..." ucap Louis tulus.


"Anda sangat tampan... apa anda ingin menjadi Daddy-ku??"


Louis tertegun. Ia menatap Ana yang tampak terharu.


"Apa kau selalu berkata seperti ini pada semua pria tampan yang kau temui??"


"Hmmm... tentu saja... aku sangat menyukai pria tampan... dan hanya pria tampan yang boleh menjadi Daddy-ku..." jawab Louis polos.


Louis dan Ana tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban polos putri mereka.


"Tentu saja aku harus menjadi Daddy-mu... tapi setelah itu kau harus berjanji untuk tidak meminta pria tampan manapun menjadi Daddy-mu... kalau tidak aku akan sangat marah..." ucap Louis berlagak manja.


"Baiklah, aku janji..." angguk Louisa setuju memeluk Louis hangat.


****


Louis menelepon ibunya sesaat setelah makan siang.


"Halooo, Lou... apa kau baik-baik saja??" tanya Ibunya terdengar khawatir.


"Apa Ibu bisa datang kemari? Aku sangat membutuhkan kalian disini..." ucap Louis berpura-pura.


"Ada apa, Lou?? Apa yang terjadi??"


"Aku mohon datanglah... "


Tuttt.... tuttt....tut....


Ucapan Louis barusan membuat kepanikan Ibunya. Ibunya segera memberitahu suami dan putrinya, Irene.


lalu Irene segera menghubungi Pak Kim dan Lucas mengenai hal itu. Merekapun sepakat untuk datang ke sana meski akan memakan perjalanan selama 20 jam.


Mereka selalu merasa sangat gelisah tak karuan berkat ulah Louis. Ibunya bahkan kerap menangis selama di perjalanan.


****


Mereka terperangah saat baru tiba di resort mewah nan indah itu. Mereka bahkan tak percaya ada tempat seindah itu.


"Lou !!!" pekik Ibu Louis reflek saat melihat Louis dari kejauhan. Wanita itu tampak segera menghampiri putra tercintanya.


Louis berlari kecil seraya menggendong Louisa di pelukannya.


"Apa yang terjadi??? Ada apa????? Kau baik-baik saja???" Ibu Louis terus memeriksa setiap inch tubuh Louis, memastikan putranya baik-baik saja.


"Aku baik-baik saja, Bu,,, maaf membuatmu khawatir..."


"Ada apa sebenarnya, Lou?? Bahkan kau terlihat baik-baik saja..." tanya Lucas kebingungan.


"Maaf aku membuat kalian semua khawatir dan ketakutan..." ucap Louis menyeringai sungkan.


"Si... siapa gadis kecil ini, Lou??" tanya ibunya yang terus memandangi Louisa.


"Bagaimana menurut ibu?? dia sangat cantikkan?" tanya Louis bangga pada ibunya.,


Ibu Louis memandangi Louisa dengan sangat teliti.


"Dia sangat cantik... siapa namamu putri kecil??" sapa Ibu Louis hangat.


"Louisa... namaku Louisa Grey..." jawab Louisa tersenyum cantik.


Semua orang tertegun. Raut wajah mereka tampak sangat kaget.


"Kakak ingin mengadopsinya??" tanya Irene penasaran.


"Tidak.." geleng Louis cepat.


"Dia terlihat sangat mirip denganmu, Lou..." gumam Ibu Louis dengan mata berkaca-kaca.


"Benarkah??? Dia sangat mirip denganku?? Wah... mata Ana sangat jeli... persis seperti itu..."


"A...apa?? Apa kau baru saja menyebutkan Ana??" sela Lucas kaget.


Louis tersenyum lebar, ia kemudian memalingkan wajahnya, melihat ke arah lobi resort. Di sana Ana telah berdiri dengan canggung.


"Kemarilah... bukankah kau sangat merindukan mereka??" seru Louis pada Ana.


Lucas dan Pak Kim yang melihat Ana sontak langsung berlari menghampiri Ana. keduanya memeluk Ana sangat erat. tangis mereka juga sontak pecah seketika.


"Ana !!! Kemana saja kau selama ini !!!!" isak Lucas terenyuh.


"Ana !!!! Aku sangat merindukanmu !!!! Aku sangat yakin kau pasti selamat... aku sangat meyakini itu... dan ternyata feeling-ku sangat benar..." timpal Pak Kim tak mau kalah.


"Maafkan aku... aku sangat merindukan kalian..." balas Ana memeluk keduanya erat seraya turut menangis haru karena sangat merindukan mereka semua.


****


Mereka makan malam bersama. Berbincang banyak hal, melepas kerinduan yang mendalam satu sama lain.louis memutuskan untuk tinggal bersama Ana di sana. Ia memutuskan untuk meninggalkan semuanya demi kebahagiaannya bersama Ana. Mereka akan mengelola resort itu bersama seperti keinginan Jane sebelumnya. Louis akan memanfaatkan ketenarannya untuk memperkenalkan resort itu pada dunia luas. Sehingga pada akhirnya Ana juga memutuskan untuk melakukan operasi plastik dan merubah namanya  setelah itu menjadi Jane Clark, demi kenyamanan dan keamanan mereka semua.


__________________________________________________________________________


Eits,,

__ADS_1


kalian penasarankan siapa yang mengirikan kartu post resort tersebut pada Louis??


Itu semua berkat Neo. Neo diam-diam terus melacak Ana tiada henti selama 5 tahun terakhir. Itu semua berkat keyakinan dan kegigihannya. Ia sangat yakin jika Ana masih hidup. Dan benar saja, ia berhasil menemukan Ana !!!!


__ADS_2