Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Bab 213


__ADS_3

Saat hendak pulang, Jane sudah menunggu di depan gedung. Dari kejauhan ia melihat Ana tengah menggendong seorang bayi yang di selimuti. Ia tampak sangat berhati-hati dengan malaikat kecil itu. Jane merasa sangat tersentuh. Ia mengabadikan momen berharga itu dengan memfoto mereka beberapa kali. Ana bahkan tampak mengajak bicara bayi mungil itu.


Ia tertegun cukup lama menikmati pemandangan indah itu. Hingga Ana tersadar jika Jane tengah melihatnya. Ana tampak segera menyerahkan bayi itu pada ketua panti. Ia segera berpamitan pada bayi itu. Lalu segera menghampiri Jane.


"Kau sudah lama menunggu??" tanya Ana lirih.


"Tidak.. Aku baru saja tiba.." geleng Jane cepat.


"Kau sudah makan?? Ayo kita makan.. Aku sangat lapar.." Ana segera merangkul Jane hangat.


Tentu saja kehamilan ini membuat Ana menjadi berbeda. Ia menjadi sangat sensitif, manja dan menjadi pribadi yang lebih hangat.


Jane segera mengarahkan supirnya menuju sebuah restoran di pusat kota. Restorak steak terbaik di kota itu. Tidak susah bagi mereka untuk mendapatkan tempat tanpa reservasi, karena akan selalu ada satu ruang VIP khusus untuknya datang kapan saja.


"Kau mau makan steak kan??" tanya Jane memeriksa menu.


"Hmm.. Aku sekarang kebetulan sedang ingin makan steak.." angguk Ana cepat.


"Baiklah.. Aku akan pesankan 2 set menu terbaik disini.. Kau pasti suka.." ujar Jane segera memesan.


Drrttt.. Drrttt..


Ponsel Ana bergetar. Wajahnya sumeringah saat mendapati nama yang muncul di layar ponselnya. Ia segera menerima panggilan itu.


"Hmm.."


"Kau lagi dimana?" tanya Louis samar samar terdengar oleh Jane.

__ADS_1


"Aku sedang makan malam dengan Jane.."


"Benarkah?? Dimana?? Boleh aku bergabung??"


Ana menjauhkan ponselnya. "Apa Louis boleh datang kemari??" tanya Ana meminta izin.


"Cih.. Sejak kapan kau mau mendengar pendapatku?? Lagipula dia akan segera menjadi bagian dari keluarga kita.. Tentu saja dia boleh datang kemari.." sahut Jane terkekeh.


"Hmm.. Datanglah.. Kita makan malam bersama.. Nanti aku kirim alamatnya.."


"Baiklah.. Tunggu aku.."


Ana segera menyimpan ponselnya. Ia segera menenggak air mineral yang telah di hidang di atas meja.


"Apa rencanamu setelah menikah dengan Louis?" tanya Jane tiba-tiba.


"Kau harus mulai memikirkan dan merencanakannya.. Apalagi kalian akan segera punya anak.. Kalian harus mempersiapkannya matang-matang.." seru Jane menasehati.


"Bahkan aku belum memberitahunya.." timpal Ana ragu.


"Apa?? Kenapa kau belum memberitahunya??" Jane tampak sangat terkejut.


"Entahlah.. Aku hanya ingin menundanya sebentar lagi.." gumam Ana.


"Apa kau merasa ragu??"


"Tidak.. Bukan begitu.. Aku hanya ingin menunggu waktu yang tepat saja.." jelas Ana singkat.

__ADS_1


"Jangan tunda kabar bahagia ini terlalu lama.."


"Tentu saja.. Aku butuh waktu yang pas.. Bahkan rumor kencan sudah beredar.. Aku tidak ingin dia mendapat kecaman lain setelah mereka tau jika kini aku tengah hamil anaknya.. Bukankah dia akan mendapat image yang buruk?? Selama ini dia mendapat image anak baik yang sangat polos.. Apa kata mereka jika tau apa yang terjadi.. Bisa bisa ini akan jadi boomerang untuk karirnya.."


"Kau mengkhawatirkan karirnya??" Tanya Jane penasaran.


"Ini mimpinya sejak lama.. Aku tidak mungkin menghancurkan impiannya.." jelas Ana hati-hati.


"Baiklah.. Aku mengerti.." angguk Jane mengusap punggung tangan Ana lembut.


"Bagaimana menurutmu?? Apa yang harus aku lakukan ke depannya??"


"Aku sangat berharap kau keluar dari negara ini.. Negara ini sangat tidak aman dan kurang nyaman untuk orang orang dengan masa lalu seperti kita, Ana.." imbuh Jane membuat Ana tertgun.


"Tapi.. Jika aku pergi.. Maka Louis harus meninggalakn semuanya.."


"Dia akan mudah bangkit.. Bahkan dia sudah mulai terkenal di internasional.. Tidak akan sulit untuknya memulai dari awal.." jelas Jane.


"Apa kau mengkhawatirkan sesuatu??" tebak Ana.


"Sejak awal ini bukan tempat yang tepat untuk kita.. Itu sebabnya aku ingin kau memulai hidupmu di tempat lain dan keluar dari negara ini.."


"Baiklah.. Aku akan memikirkannya.." angguk ana cepat. "Apa kau memikirkan suatu tempat?"


"Tentu saja.. nanti akan segera ku beritahu.." angguk Jane tersenyum.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2