Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Part 66 : Pernyataan cinta pertama


__ADS_3

Setelah keluar dari mansion Ana masih saja berdebar debar, ia benar benar ingin menghabisi Layla. Dia harus menjalankan misinya dulu menghancurkan Franz, lalu baru menyingkirkan Layla. Namun ia juga masih berusaha waras, berusaha tidak terpengaruh oleh kata kata Layla. Meski Layla selalu menyebut nyebut nama Louis dengan nada mengancam.


"Bersikap gentle lah.. jangan sangkut pautkan siapapun padaku.. jika kau dendam padaku.. habisi saja aku.." ujar Ana dingin sebelum pergi meninggalkan Layla di mansion.


Ana segera menghubungi Louis dengan perasaan campur aduk. Ia mengemudi dengan kencang mobilnya.


"Halo.." jawab Louis di sebrang.


"Kau dimana?" Tanya Ana berusaha tenang.


"Di lokasi shooting.. ada apa? Kau merindukan aku?"


"Dengarkan aku.. jangan menemui siapapun seorang diri.. tidak.. jangan menemui siapapun.. jika ada seseorang menghubungimu dan mengatakan aku atau keluargamu dalam bahaya, jangan kau hiraukan itu.."


"Ada apa? Kau membuatku takut.. apa ini caramu yang lain menolakku??"


"Dengarkan aku !!" Bentak Ana keras dengan nafas tersengal.


"Aku mohon dengarkan aku.. beritahu aku jika ada sesuatu yang mencurigakan.. apapun yang mencurigakan.. beritahu padaku segera.. oke??" tukas Ana mengatur nafasnya.


"Ana.." seru Louis lirih dengan nada sangat lembut.


"Hmm???"


"I love you.." ujarnya lirih.


Degg !!


Ana tertegun, lidahnya tiba tiba kelu, jantungnya berdetak kencang. Ia terdiam cukup lama, ia berusaha tetap fokus mengendarai mobilnya.


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan aku.. biar aku saja yang selalu mengkhawatirkanmu.. jaga dirimu baik baik.. aku tidak sanggup melihat kau selalu terluka.." imbuh Louis lagi dengan nada sangat lembut.


"Aku tutup teleponnya.. kabari aku terus.." ujar Ana singkat langsung memutus panggilan teleponnya, lagi lagi ia mengabaikan Louis.


Ana memegang dadanya, jantungnya terasa berdetak kencang.


****


Di kantor Ana sedang bersama Pak Kim di ruang meeting, Ana merasa ruangannya saat ini tidak aman untuk berbicara empat mata, takut kalau-kalau Franz meletakkan penyadap saat bolak balik menemui Ana, atau saat mengantar  bunga pagi-pagi sekali yang terkadang ia langsung yang meletakkannya di ruangan Ana sebelum Ana tiba di kantor.


"Aku ingin Pak Kim membantuku.. hanya kau satu satunya orang yang bisa kupercaya.."


"Baiklah.. aku akan melakukan seperti yang anda katakan.."


"Terima kasih.. dan setelah itu.. aku ingin Pak Kim menanda tangani berkas berkas ini.." Ana menyodorkan beberapa berkas yang cukup banyak.

__ADS_1


"Apa ini Ms.Grey??" Tanyanya bingung.


"Ini hanya berkas yang mengatakan bahwa anda tidak terlibat apapun denganku.."


"Apa maksudnya?"


Ana tertegun sesaat, lalu menarik nafas dalam.


"Berjaga jaga jika aku terlibat masalah besar, aku tidak ingin kau juga ikut terlibat, jadi surat surat ini akan menyatakan bahwa kau tidak ada sangkut pautnya denganku.. dan hanya sebagai pekerja biasa disini.. bukan kaki tanganku.."


Pak Kim memperhatikan wajah Ana cukup lama.


"Katakan sesuatu, jangan hanya melihatku seperti itu.." gumam Ana canggung.


"Apa yang akan kau lakukan Ms.Grey??" Tanya Pak Kim lirih dengan nada hati hati.


"Aku ingin semua ini segera berakhir.. aku ingin mengakhiri semuanya agar aku bisa hidup dengan baik dan tenang.." jawab Ana tenang.


"Aku harap anda tidak melakukan hal yang gegabah.. perusahaan ini sangat bergantung padamu Ms.Grey.. Tuan Thommas pasti sangat berharap anda bisa terus mengembangkan perusahaan ini dengan baik seperti sekarang ini, ia pasti sangat bangga padamu.."


"Ah.. tidak.. bahkan sebenarnya kau lah yang justru banyak membantuku, kau banyak membantu melakukan pekerjaanku.. aku hanya memberimu banyak tekanan dan masalah.."


"Itu sudah seharusnya aku lakukan sebagai sekretarismu Ms.Grey.."


"Aku berharap kita bisa menjadi keluarga Pak Kim.. kau sudah seperti keluarga bagiku.. bahkan kau orang yang sangat dipercaya dan disayang oleh ayahku.. dan sekarang aku tau apa alasannya.. karena kau tidak pernah mengkhianatinya.. kau selalu setia padanya dalam situasi apapun.."


"Cepat.. tanda tangan ini semua, kau tidak perlu membacanya.. aku tidak mungkin menjebakmu atau menipumu.."


Pak Kim hanya mengangguk dan benar benar menanda tangani semua berkas itu tanpa membacanya, karena ia sangat mempercayai Ana.


***


Malam itu Ana segera menjalankan misi awal mereka, Ana lagi lagi mengosongkan rekening dana gelap Franz, mengosongkan semuanya tanpa sisa dan tanpa terkecuali, bahkan memanipulasi notifikasi yang terhubung ke ponsel Franz agar ia tidak mengetahuinya.


Dan modal saham yang ia dapat dari Franz segera ia donasikan ke banyak tempat penampungan dan panti asuhan yang ia tau dan kelola cukup lama.


Kali ini ia benar benar membuat Franz bangkrut. Selanjutnya, ia akan melakukan konferensi pers besok pagi terkait hubungannya dan Franz.


Keesokan paginya, sesuai rencana Ana mengumpulkan banyak reporter untuk langsung hadir, mereka semua berkumpul di aula perusahaan.


"Pagi ini aku akan menyampaikan beberapa hal penting tentang hubunganku dan Franz.." ujar Ana yanh tengah duduk di sebuah kursi di depan banyak reporter.


"Aku memutuskan untuk membatalkan pertunanganku dengan Franz karena beberapa hal yang tidak bisa aku toleransikan.." ujar Ana tegas.


"Pertama, luka yang aku alami di wajahku ini adalah akibat perbuatannya, dia sering memukulku dan menyakitiku seperti ini setiap saat kami bertemu.." imbuh Ana mulai terisak dan ini benar benar akting yang sempurna.

__ADS_1


Tentu saja, sontak semua reporter terdengar heboh dan bergumam satu sama lain karena terkejut mendengan pernyataan Ana.


"Aku mendapatkan 4 jahitan di dahiku ini setelah ini mencemburuiku.. malam itu ia menyerangku dan hampir saja membunuhku.. ia selalu bersifat kasar dan cemburu buta terhadap client atau partner kerjaku.."


Flash kamera tak berhenti memotret Ana, dan reporter terus disibukkan dengan mengetik setiap perkataan Ana di ponsel maupun laptop mereka.


"Kedua.. lihatlah ini.." Ana menunjuk ke arah dinding di belakangnya, lalu Pak Kim menampilkan beberapa foto Franz yang tengah bercumbu dan mesra mesraan dengan perempuan di club malam, tentu saja foto foto itu ia dapatkan dari mata matanya.


"Aku tidak bisa menikahi pria yang tidak kompeten, dan tidak setia terhadapku.. bagaimana bisa aku hidup dengan pria seperti ini, sementara aku punya tanggung jawab yang sangat besar di perusahaanku.. jadi aku memutuskan untuk memutus hubungan pertunanganku dengan Franz, dan mengumumkannya secara resmi.." Ana segera bangkit dari duduknya, menyeka air mata buayanya dan menunduk pada para reporter sebagai tanda permintaan maafnya.


Banyak pertanyaan demi pertanyaan di ajukan, namun Ana segera pergi mengabaikan mereka.


Franz yang tengah mengetahui tentang konferensi pers itu dibuat menggila oleh Ana.


Ia mendapat telepon dari banyak petinggi di perusahannya, saham perusahaannya menurun drastis, hanya dalam hitungan menit sudah mengalami penurunan drastis dan membuatnya mengalami banyak kerugian yang tak terhingga.


Banyak juga pemegang saham banyak yanh menarik langsung saham saham mereka sebelum mereka merugi lebih banyak lagi.


Sementara itu, saham perusahaan Ana mengalami peningkatan drastis setelah drama yang ia perankan tadi, tentu ia mendapat image yg bagus dan di untungkan karena ia di anggap sebagai korban.


"Mr.Mark kalian tidak bisa memecatku sebagai presdir begitu saja.. ini perusahaanku !! Kalian tidak bisa menyingkirkanku dari perusahaan yang aku bangun !!" Bentak dan teriak Franz pada salah satu petinggi di perusahaannya yang tengah memberi tahunya pasal rapat dadakan para pemegang saham yang memutuskan untuk memecatnya karena memberikan dampak sangat buruk pada perusahaan.


"Maaf Tuan Franz.. semua orang sudah setuju untuk menurunkan anda dari jabatan anda sebagai presdir.. dan saat ini banyak saham kosong yang akan dijual murah untuk menutupi kerugian kerugian ini.."


"Aku bisa mengatasinya.. tunggu aku kembali ke negara E.."


"Maaf Tuan.. kami tidak bisa menunggu lama.. terlalu beresiko untuk perusahaan ini.."


"Kurang ajar !! Jangan kalian berani berani mengambil keputusan tanpa aku disana.." bentak Franz menggila.


Di tengah tengah obrolannya Layla tampak masuk ke dalam kamar hotel Franz. Wajahnya tampak panik, dan gelisah melihat wajah Franz yang terlihat sangat frustasi.


"Maaf Tuan.. tidak ada yang bisa aku lakukan lagi untukmu.. tut..tut..tut.." panggilan segera di putus Mark tanpa basa basi lagi.


"Sial*n !!" umpat Franz kesal.


"Apa yang terjadi??" Tanya Layla panik.


"Entahlah.. ini semua gara gara wanita jal*ng itu Bu.." gerutu Franz kesal.


"Kita harus segera bertindak..kau tidak bisa melepas perusahaan itu begitu saja.." bentak Layla memarahi putranya.


"Aku tau !! Jangan membuat aku tambah bingung.. aku akan singkirkan wanita sial*n itu.. aku tidak akan jatuh seperti ini sendirian.." celetuk Franz penuh amarah.


"Dia bukan lawan yang mudah.. kau justru bisa melukai dirimu sendiri seperti sebelumnya.." tukas Layla khawatir.

__ADS_1


"Aku tau apa yang harus aku lakukan.." gumamnya menggeretakkan gigi nya.


__ADS_2