
"Pak Kim.."
"Tuan Louis.."
Seru mereka serempak.
"Ana sudah kembali???" Tanya nya celingak celinguk.
"Belum.. Ms.Grey baru saja berangkat untuk perjalanan bisnis keluar negeri.."
"A..apa?? Bukankah sesuatu terjadi padanya??" Tanya Louis heran.
"Apa maksud anda Tuan??" Tanya Pak Kim pura pura bingung.
"Tadi pagi aku melihat pintu apartment nya terbuka, lalu aku melihat kedalam sini sangat kacau.. karena khawatir aku memeriksa cctv, anda tampak berlarian membawanya pergi.. apa yang sebenarnya terjadi??" Tanya Louis takut jika ia tengah keliru.
"Ah.. itu.. tadi malam Ms.Grey meneleponku.. dia berbicara tidak karuan, saya yakin dia pasti sedang mabuk.. karena khawatir saya menghampirinya dan dia ternyata sudah pingsan.. saya panik dan membawanya kerumah sakit.. ternyata ia hanya tertidur akibat efek alkoholnya.. hahaha saya benar benar malu saat di rumah sakit tadi.." jelas Pak Kim berakting dengan sangat baik.
"Benarkah??"
"Tentu saja.. sekarang Ms.Grey sudah berangkat keluar negeri.. saya kemari mengambil berkas kerja ini dari ruang kerjanya.. karena ia meninggalkannya.. jadi saya harus segera mengirim ini melalui jasa pengiriman.." ujarnya lagi lagi berakting.
"Baiklah kalau begitu.. aku benar benar khawatir padanya.."
"Tenang saja.. dia baik baik saja.. sudah saya bilang kan.. dia wanita yang sangat luar biasa dan tangguh.. jadi.. jangan khawatirkan dia.." ujar Pak Kim menghibur Louis.
"Apa anda yang membersihkan apartment ini??" Tanya Pak Kim merespon alat pel di tangan Louis.
"Ah.. iya.. aku sedang libur bekerja.. karena aku pikir dia sedang sakit, jadi aku berusaha membersihkan apartment nya, agar saat pulang nanti dia tidak perlu repot repot lagi membereskannya.." ujar Louis tersenyum hangat. Padahal nyatanya dia memutuskan untuk cuti dadakan dan membatalkan jadwal shooting dengan alasan sakit, sehingga tadi pagi ia di marahi habis habisan oleh Pak Dong.
"Terima kasih untuk itu Tuan Louis.. anda benar benar memperhatikannya.."
"Tentu saja.. dia sangat berarti bagiku.." timpal Louis tulus. Pak Kim hanya tersenyum lega mendengar ucapan tulus Louis.
"Baiklah kalau begitu.. saya pamit dulu.."
__ADS_1
"Sampai jumpa Pak Kim.. hati hati di jalan.." Louis tampak melambaikan tangannya pada Pak Kim.
Louis hanya tertegun. Ia segera menuju kamar mandi untuk mulai mengepel. Saat tengah asik mengepel, ia teringat bahwa ponsel dan dompet Ana ada padanya.
Pagi itu saat ia masuk ke apartment Ana ia melihat ponsel dan isi tas Ana berserakan di lantai bersama tetesan darah Ana. Ia segera menyimpan ponsel, dompet beserta tas Ana, dan berencana akan memberikannya pada Pak Kim, namun ia terlupa.
Ia segera mengeluarkan ponselnya, namun saat hendak menghubungi Pak Kim dengan ponselnya, ponsel Ana bergetar, ada pesan singkat masuk, ternyata itu dari Pak Kim. Tak sengaja pesan notifikasi itu tertekan oleh Louis, dan membuatnya tidak sengaja membaca pesan itu.
"Saya sudah mengambil berkas yang anda minta Ms.Grey, saya akan berkemas dulu sebelum bertemu Mr.Lee..
Saya bertemu Tuan Louis, tampaknya ia tengah membersihkan apartment anda dengan banyak cinta..
Anda benar benar beruntung memilikinya di sisimu..
Saya akan segera mengunjungi anda malam ini setelah pekerjaanku selesai.."
Louis tersipu malu membaca pesan Pak Kim yang memujinya, namun kata terakhir Pak Kim terasa ambigu baginya.
'mengunjungi anda' bukankah Ana di luar negeri?? Bahkan ia juga memegang ponsel beserta dompet Ana, bukankah harusnya kartu idientitas Ana ada dalam dompet itu?? Apa yanh terjadi???
Ia mengeluarkan pesan Pak Kim, ia melihat isi kontak pesan Ana, hanya ada 2 nama.
Pak Kim dan "🔒". Merasa penasaran setengah mati Louis membuka pesan dengan nama emoticon gembok itu. Lalu ia tersipu malu saat mengetahui bahwa nomor ponsel dari kontak itu adalah miliknya. Ia kaget Ana menamai kontak nomor teleponnya dengan emoticon gembok, ia terus menduga duga apa maksud dari arti gembok itu.
Apa artinya dia sudah mengunci hati Ana dari godaan pria lain, atau bahwa Ana sudah menguncinya sebagai miliknya seorang.
Louis pun tertawa lepas, dan salah tingkah sendiri seperti orang gila.
Sementara ia menamai kontak Ana dengan emoticon love berwarna ungu sejak Ana mengajaknya kencan pertama kali saat di rumah sakit waktu itu.
****
Mr.Lee kini duduk berhadapan dengan Pak Kim yang kini tengah berada di ruangannya.
"Maaf saya tidak mengabari anda sepanjang hari karena ada hal mendesak Mr.Lee.."
__ADS_1
"Tidak apa-apa Pak Kim.. namun hanya saja klien kita dari Jepang merasa sedikit kecewa, karena pembahasan proyek perencanaan untuk tahun depan tidak berjalan lancar.. jujur saja karena proyek itu di kelola langsung oleh Ms.Grey dan anda.. jika salah satu dari kalian tidak hadir tentu saja itu jadi sangat mengecewakan.. tapi tenang saja.. aku sudah meminta mereka untuk memahami kondisi kita saat ini.."
"Saya minta maaf untuk itu Mr.Lee, saya akan segera menghubungi mereka untuk menyampaikan permohonan maaf secara pribadi.."
"Tentu saja Pak Kim.. bagaimanapun kita sangat berharap proyek ini berjalan lancar.."
"Saya mengerti Pak.. saya akan lebih hati hati lagi mulai sekarang.."
"Jadi.. berapa lama Ms.Grey akan melakukan perjalanan bisnis?" Tanya Mr.Lee sambil meraih cangkir kopinya di atas meja.
"Kali ini akan cukup lama.. karena banyak pekerjaan mendesak yang harus segera diselesaikan hingga tuntas.. mungkin nanti Ms.Grey akan menghubungi Ana untuk menjelaskan lebih lanjut.."
"Baiklah kalau begitu.."
"Dan ini.." Pak Kim mengeluarkan map abu abu dari tasnl jinjingnya, lalu menyodorkan map itu pada Mr.Lee.
"Apa ini??"
"Ms.Grey meminta saya untuk memberikan map ini pada anda secepat mungkin.. itu sebabnya saya menemui anda saat ini juga.."
Mr.Lee membuka kaitan yang mengunci tutup map itu, mengintip ke bagian depan berkas di dalamnya. Lalu ia tampak terkejut dan tertegun.
"Apa Ms.Grey baik baik saja?" Tanya Mr.Lee tiba tiba.
"Tentu saja.. ada apa Mr.Lee??"
"Tidak.. tiba tiba saja aku merasa sangat mengkahwatirkannya.." geleng Mr.Lee dengan raut wajah penuh kecemasan.
"Baiklah kalau begitu.. saya pamit dulu Mr.Lee.. saya masih harus melanjutkan pekerjaan saya.."
"Baiklah.. terima kasih Pak Kim.." ujar Mr.Lee segera ikut berdiri saat Pak Kim bangkit dari duduknya lalu pamit pergi.
Mr.Lee segera menuju meja kerjanya, membuka map itu dan mengeluarkan semua isi berkas yang ada di dalamnya, terdapat 30 lembar surat penting di dalamnya. Mr.Lee segera memakai kacamatanya, membaca setiap detail isi surat surat penting itu. Ia yakin sesuatu telah terjadi pada Ana, karena tiba tiba saja Ana pergi tanpa mengatakan apapun. Dan memberikan map itu tanpa kabar apapun melalui Pak Kim.
Ia terus bertanya tanya apa yang telah terjadi. Karena di satu sisi ia keberatan dengan keputusan Ana sebelumnya. Dan justru keputusan itu ada di tangannya. Mau tidak mau dia memang harus segera mengumumkan keinginan Ana itu cepat atau lambat.
__ADS_1
****