
Selama perjalan Louis tak bergeming sedikitpun. Ana sadar Louis pasti sedang ketakutan terhadapnya, menurutnya itu hal yang wajar. Dia memang biasa berperan sebagai aktor di film action tapi pasti menggunakan darah palsu, namun kali ini ia melihat darah asli dan mengalami banyak kejadian buruk selama mengenal Ana.
"Lou.." seru Ana lirih.
"Hmm.. a..apa kau ingin sesuatu??" Tanya Louis terbata.
"Maaf aku membuatmu tidak nyaman.." Ana melihat kedua telapak tangannya. "Entah sudah berapa banyak aku menyakiti dan membunuh orang dengan kedua tanganku ini.." tambah Ana dengan nada yang penuh penyesalan.
Louis menatapnya dengan tatapan sendu. Tak jauh dari sana Louis melihat sebuah pemberhentian di pinggiran pantai. Ia memberhentikan mobilnya disana. Ia ingin sedikit menenangkan diri karena ia masih sangat deg degan dan takut.
"Jawab aku dengan jujur.. apa kau tadi sudah menyakiti seseorang??" Tanya Louis dengan nada sangat hati-hati.
"Hmm.." angguk Ana pelan masih menatap kedua telapak tangannya.
"Apa ia baik-baik saja?? Maksudku apa lukanya cukup parah??"
"..." Ana menggeleng cepat. "Aku membunuhnya.." ucapan itu meluncur mulus dari bibir merah Ana, membuat Louis tercengang tak percaya. Tubuhnya seakan membatu.
"A..aku rasa dia pasti masih hidup.. kita harus segera membawanya ke rumah sakit.." pinta Louis mencoba menenangkan dirinya yang ketakutan dan panik.
"Tidak.. dia benar-benar sudah mati.." geleng Ana yakin.
"Aku tidak menyangka kau bereaksi seperti ini terhadapku.. itu membuatku takut.. aku takut bagaiaman reaksi Bibi Layla dan Pak Kim jika tau semua ini.."
Louis memberanikan diri mengusap lengan kecil Ana. "Hei.. kau masih bisa berhenti melakukan hal ini.. A..aku akan membantumu berhenti melakukan hal keji ini.." Louis berusaha meyakini Ana yang tampak gusar.
"Kau bisa meninggalkan pengawalmu itu.. aku yakin mereka juga sudah menghasutmu kan? aku yakin sebenarnya kau tidak ingin menyakiti siapapun.. aku yakin mereka selalu menyuruhmu melakukan hal seperti ini kan? Apa ini sebuah sindikat mafia?? Gengster?? Siapa bos mafiamu?? Ki..kita bisa menjebaknya lalu meninggalkan mereka.. Kau bisa memutus kerja dengan mereka.. Kau tidak perlu lagi melakukan pekerjaan ini.." Tambah Louis masih belum mengerti situasi sebenarnya.
"Lou.. lihat aku.." timpal Ana lirih menatap Louis lekat lekat.
"Sekarang kau sedang melihatnya.. akulah bos mereka.." jawab Ana dengan mata berkaca kaca.
"A..apa?? Ka..kau??" Louis lagi-lagi dibuat shock akan pernyataan Ana. Matanya terbelalak tak percaya.
__ADS_1
"Aku bos mereka.. akulah yang justru selalu memerintah mereka melakukan banyak hal buruk.." jelas Ana lagi penuh penekanan.
Louis menarik nafas dalam-dalam memberanikan diri untuk mengutarakan isi kepala dan perasaannya. "Kau pasti bisa mengakhiri ini Ana.."
"Aku.. punya alasan melakukan ini semua.." geleng Ana pelan.
"Apa alasannya?" tanya Louis penasaran.
"..." Ana hanya diam tak bergeming.
"Kau tidak pernah tau berapa banyak manusia keji di dunia ini.. Aku selalu berusaha menghabisi mereka.. menyelamatkan banyak orang dari kekejian mereka.." sambung Ana dengan wajah tertunduk.
"Tapi kini sudah saatnya kau harus berhenti Ana.. mulailah memikirkan dirimu sendiri dan keluargamu.. kau harus bisa menghargai hidupmu.. maka dengan begitu baru kau bisa menghargai hidup orang lain.. berapa banyak pun manusia keji di luar sana.. pasti akan ada banyak manusia baik yang akan menyingkirkan mereka.. atau bahkan mungkin alam yang akan menghukum mereka nantinya.." Louis berusaha meyakini Ana yang mulai tampak goyah.
"Tidak mudah untukku berhenti sekarang.." geleng Ana menghapus air matanya. "Aku masih belum bisa menemukan kakak laki-lakiku.. dan masih ada satu hal lagi yang harus aku selesaikan.." tambah Ana lagi.
"Kakak laki-lakimu??" Tanya Louis yang tak yakin dengan apa yang di dengarnya.
"Hingga akhirnya Bibi Layla lah yang menyelamatkan kami.. Ia salah satu pengasuh kami, tapi aku tidak pernah melihat dia berlaku buruk pada siapapun, itu sebabnya aku percaya padanya.. Lalu ia membawa kami pergi dari panti asuhan itu, dan saat itulah aku bertemu ayah angkatku Thommas, Nayra dan Grandma Jane.."
"A..apa ini masa lalu yang di katakan Pak Kim??" Gumam Louis dalam hati.
"Saat aku di adopsi keluarga Grey aku justru berpisah dengan kakakku Lucas.. banyak yang bilang ia berada di negara ini.. Namun aky tidak tau pasti.. yang pasti saat ini aku tidak akan berhenti sebelum aku bertemu dengannya hidup atau mati.. Aku yakin dia masih hidup dan baik-baik saja.. Dia selalu ada untukku di saat aku dalam rasa ketakutan.. ia selalu membawakan makanan bahkan selimut untukku, padahal dia sendiri juga sedang terluka.. ia selalu menghiburku disaat aku merasakan sakit yang tak tertahankan.." Ana menatap lurus ke depan. Wajahnya yang cantik sempurna tampak sangat menderita.
"Dan kau tau apa bagian menariknya??" tanya Ana dengan mata berkaca kaca.
"Panti asuhan itu milik Grandma Jane.." imbuhnya tersenyum sinis.
Louis terperanjat dan tercengang kaget. Ia tak habis pikir dengan semua cerita Ana
"Aku yakin, dia pasti baik baik saja.. dan kau pasti akan segera menemukannya.." timpal Louis mencoba mencairkan suasana dan menyemangati Ana.
"Kau sangat buruk dalam hal menghibur orang.." ujar Ana terkekeh geli.
__ADS_1
"Apa kau tau bagaimana ciri-cirinya?? Mungkin aku bisa membantumu.. Kau tau aku ini pria yang sangat populer saat ini.. mungkin itu bisa sangat membantu.. kau bisa menggunakan aku untuk menemukan kakakmu.." celetuk Louis terkekeh dengan bangga diri.
Ana mencoba berpikir keras. "Yang aku ingat ia punya bekas luka bakar di pergelangan tangan kirinya.. tangannya pernah tersiram minyak panas saat ia berusaha menolongku.. dan ia memiliki tahi lalat di leher sebelah kanan.. hanya itu yang aku ingat.." Ana mencoba mengingat-ingat tanda bekas luka di tangan Lucas.
"Ingatanmu tidak begitu membantu.. itu kurang detail.. jaman sekarang bisa saja mereka melakukan operasi plastik untuk menghilangkan bekas luka bakar.. atau menggunakan laser untuk menghilangkan tahi lalat yg ada di seluruh tubuh.." tukas Louis sinis.
"Setidaknya kau bisa saja mencobanya dulu.. dan mungkin saja dia tidak menghilangkan bekas luka itu agar aku bisa menemukannya.. karena dia tau aku sangat mengingat bekas lukanya itu.." Ana berusaha bersikap positif untuk menyemangati dirinya sendiri.
"Baiklah.. aku akan melakukan yang terbaik.. Tapi kau harus berjanji padaku.. jika kau sudah menemukan kakakmu Lucas.. kau akan meninggalkan geng-gengan mu itu.. itu sangat berbahaya Ana.. aku tidak habis pikir bagaimana wanita sepertimu bisa terlibat dengan dunia gelap seperti itu.." Louis terus mengomel tanpa henti. Ia sadar kini Ana sudah merasa lebih baikan.
"Aku janji.." angguk Ana cepat.
***
Louis merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya yang sangat empuk dan besar. Ia meraih ponselnya dan memposting sebuah pesan di akun media sosialnya. Ia mengatakan bahwa sedang mencari kerabatnya dengan ciri-ciri yang di sebutkan Ana tadi.
Dia sangat berharap Ana dapat hidup lebih baik lagi. Karena ia yakin dan tau Ana adalah orang yang baik. Ia sempat mengulik beberapa berita tentang perjalanan karir Ana sebelumnya di negara L. Ia memiliki sebuah penampungan untuk anak-anak dan tunawisma yang terlantar. Ia juga dijuluki sebagai duta Wanita karena sudah banyak menyelamatkan wanita dari kasus pelecehan seksual maupun kekerasan dalam rumah tangga.
Ia membangun banyak sekolah, rumah sakit dan tempat ibadah di beberapa negara lain yang pernah ia kunjungi. Itu kenapa Louis semakin yakin dengan sifat asli Ana yang sebenarnya sangat baik.
Pikirannya kembali mengingat-ingat kebersamaannya dengan Ana malam itu. Ana berani membuka sedikit dirinya untuk Louis. Setidaknya itu agar Ana juga merasa lega. Tapi saat mereka akan berpisah tadi Ana sempat mengenggam lama dan erat tangan Louis tanpa mengatakan sepatah katapun. Ana hanya melihat ke arah tangan Louis yang ia genggam tanpa bergeming.
Louis merasakan debaran degup jantungnya yang tak beraturan tiap Ana menatapnya.
Sejak ia memposting pesan di akun medsosnya banyak sekali notif masuk dalam waktu singkat. Tak menunggu lama mereka juga langsung mengirimkan foto2 orang yang memiliki ciri serupa. Ia berencana akan memperlihatkan foto2 itu pada Ana, karena hanya Ana yang tau bagaimana bentuk dan posisi pasti dari bekas luka bakar dan tahi lalat kakaknya itu. Ia yakin Ana akan senang melihat banyak orang yang peduli padanya jika ia bisa membuka dirinya untuk orang lain.
---------->
bonus untuk membantu pembaca semua mimpi indah..😍😍🤣🤣
__ADS_1