
Saat tengah membersihkan taman kantor, Ana menerima sebuah pesan di ponselnya.
"Jangan beri tahu siapapun tentang pertemuan kita.." tulis Leo membuat Ana merasa ambigu. Leo pasti mengetahui semuanya
"Ana.." seru Jane tiba-tiba mengagetkannya.
"****.." umpat Ana lirih karena terkejut oleh Jane.
"Ma..maaf aku mengagetkanmu.."
Ana segera bangkit dari duduknya. "Apa yang kau lakukan disini??"
"Bukankah kita harus meluruskan sesuatu??"
"Entahlah.. aku sedang bekerja sekarang.." ujar Ana acuh tak acuh menunjuk ke arah taman yang tengah ia bersihkan.
"Cih !! Bahkan aku bisa mengembalikan posisi presdir padamu dalam sekejap mata.." tukas Jane kesal.
"Tidak perlu.. aku merasa nyaman dengan pekerjaan ini.. aku juga punya banyak waktu luang.."
"Apa kau sudah kehilangan akal sehatmu??! Ini sama saja menghina nama baik keluarga kita !!"
"Huh ! Nama baik? Keluarga??! Aku pikir semuanya tidak ada yang berlaku di antara kita.."
"Ana.."
"Keluarga tidak pernah saling mengkhianati !!" Geram Ana menggeretakkan giginya.
"Dengarkan aku !!" Bentak Jane keras.
"Pergilah !! Aku tidak ingin membuang energi ku untuk berdebat denganmu.." timpal Ana mengangkut ember kecilnya yang berisi alat-alat perkebunannya.
"Apa yang kau lakukan di grey hospital tempo lalu?" Celetuk Jane menghentikan langkah Ana.
Ana menoleh ke arah Jane.
"Apa Layla memberitahumu?"
"Layla? Kau bertemu dengannya??"
Ana sulit mengartikan wajah kaget Jane, ia tidak tau apa itu ekspresi sesungguhnya atau bukan.
"Kau akan menyesal jika bermain-main denganku.."
"Kau mencurigaiku??" Tanya Jane
"Aku tidak akan mempercayai siapapun lagi sekarang.." imbuh Ana tegas.
"Aku punya semua akses sistem pengamanan di rumah sakit, tapi aku tidak pernah menemukan Layla disana.. bahkan saat aku melihat kau masuk ke gedung rumah sakit, aku tidak menemukanmu di kamera cctv lainnya.. kau menghilang begitu saja setelah keluar dari lift di lantai VIP.." jelas Jane tampak kebingungan.
"Kau memata-mataiku??"
"Tentu saja !! Aku sangat mengkhawatirkanmu !! Bagaimana bisa kau menghilang saat keluar dari lift.. bahkan aku tidak bisa menemukanmu dimanapun.."
Ana tertegun, ia merasa jika cctv itu telah di manipulasi.
__ADS_1
"Lihatkan aku sistem yang kau punya.." pinta Ana.
"Tentu saja.." angguk Jane cepat.
"Tapi tidak disini.." geleng Jane pelan. Ia melangkah pelan mendekati Ana.
"Perusahaan ini telah di sadap.." bisik Jane lirih.
Ana tercekat. Ia menatap sinis pada Jane.
"Ikut aku.." ujar Ana segera berlalu tampak berkomentar lagi.
Mereka memutuskan untuk pergi ke sebuah coffeeshop tak jauh dari perusahaan mereka.
Mereka duduk di ujung ruangan.
"Katakan semuanya padaku.."
"Saat aku tiba disini, aku khawatir padamu.. aku meminta bantuan kenalanku untuk membantuku mendapatkan akses cctv keamanan di perusahaan.. ia bilang cctv itu telah terkunci.. seseorang menguncinya.. dan tidak bisa di akses salam sekali.."
Ana hanya diam mendengarkan dengan seksama, seraya berpikir siapa yang melakukan itu.
"Lalu aku mendapat pesan dari nomor rahasia, ia mengatakan jika kau berada di grey hospital.. aku pikir penyakitmu kambuh.. itu sebabnya aku memeriksa cctv rumah sakit.. tapi aku sadar ada hal aneh.. kau menghilang setelah lift tiba di lantai VIP.. kau tak tertangkap kamera manapun di lantai itu.."
"Apa maksudmu cctv itu di manipulasi?? Ada rekamana cctv yang aslinya di tempat lain??"
"Aku rasa begitu.." angguk Jane yakin.
"Aku bertemu Layla dan B1 disana.."
"B*jingan tengik berdua itu.. aku akan menghabiskan mereka.." umpat Jane lirih.
"Apa? Ka.. Kau mau kemana??" Tanya Janr bingung
"Tentu saja kembali bekerja.." jawabnya santai.
"Apa kau mencurigai seseorang??" Tanya Jane merasa jika Ana telah mengetahui sesuatu.
Ana menggeleng cepat. Jikapun ada, dia tidak akan memberitahunya. Lalu Ana pun segera pergi.
Ia harus mendapatkan bukti yang Leo sebutkan terlebih dahulu, jika Jane benar-benar tidak terlibat.. ia akan mempertimbangkan Jane dalam list orang yang bisa di percaya.
****
Saat hari menjelang malam, Leo kembali mengirimi Ana pesan.
"Temui aku sekarang di dermaga tua.." tulisnya singkat.
Ana segera bergegas, bersiap-siap untuk menemui Leo. Saat lift meluncur ke bawah, ia bertemu Pak Kim yang datang dari lantai 7 cafetaria.
"Pak Kim.. kau belum pulang?" Tanya Ana basa-basi
"Belum.. bagaimana bisa aku pulang lebih dulu dari kau?" Ujarnya santai.
"Bukankah menyenangkan berbicara santai seperti ini denganku.. kita terasa sangat akrab kan.." imbuh Ana terkekeh.
__ADS_1
"Ya.. awalnya melakukannya memang sulit, namun kedua dan ketiga kalinya ternyata sangat mudah untuk dilakukan.."
"Sudah ku bilangkan.." ejek Ana tersenyum.
"Kau mau kemana?"
"Ah.. aku ada urusan sebentar.."
"Akhir-akhir ini kau tampak sangat sibuk.. kau juga sering menghilang tanpa kabar.." gerutu Pak Kim.
"Oh iya.. catat nomor ponselku yang baru.." ujar Ana mengeluarkan ponselnya, ia menunjukkan kontak nomornya yang baru, karena ia lupa dengan nomor ponselnya yang lama.
"Kau sudah membeli ponsel baru??" Tanya Pak Kim seraya mengetik nomor ponsel Ana pada layar ponselnya
"Tentu saja.."
Lift pun terbuka saat tiba di basement.
Ana dan Pak Kim keluar dari sana bersama.
"Kau jangan membuatku khawatir.. aku bisa mati karena serangan jantung jika mendengar kabar aneh tentangmu.." keluh Pak Kim.
"Hahaha.. orang baik sepertimu akan berumur panjang.. jangan khawatirkan itu Pak Kim.." gelak Ana meledek.
"Jadi kau mau kemana? Setidaknya kasih tau aku terus kemana kau pergi, jadi jika sesuatu terjadi, aku bisa segera menemukanmu.."
"Aku mau menemui Leo.."
"Leo? Siapa dia? Aku belum pernah mendengar namanya sebelumnya.." Pak Kim tampak berpikir keras mengingat-ingat nama itu.
"Aku juga baru mengenalnya.."
"Kau berkencan dengannya?"
"Mana mungkin !! Aku ada sedikit urusan dengannya.."
"Apa itu sangat penting?? Kau harus berhati-hati pada orang baru.."
"Aku tau.. tapi ini sangat penting.. ini menyangkut banyak hal.. dia punya salah satu kunci yang selama ini aku cari.. semoga itu bisa membantuku menyelesaikan semua masalahku ini.. aku ingin hidup dengan tenang Pak Kim.."
"Pastikan kalian bertemu di tempat ramai agar aman.."
"Ah.. tidak.. dia memintaku untuk menemuinya di dermaga tua.."
"Dermaga tua? Bukankah tempat itu sudah lama di tutup??"
"Ya.. aku tau.. tapi aku rasa akan aman bertemu dengannya disana.. dia tampak sangat ketakutan sekarang.. aku tidak tau apa yang mengejarnya.."
"Baiklah.. kabari aku jika terjadi sesuatu.." pinta Pak Kim mengerti.
"Baiklah.. aku pergi dulu.. Aku sedang buru-buru.." lambai Ana segera menuju mobilnya. Ia tampak segera menyetirkan mobilnya laju.
Pak Kim yang memperhatikannya hingga ia menghilang dari basement hanya menghela nafas berat.
"Semoga kau selalu baik-baik saja.. Dan mendapatkan apa yang kau inginkan.."
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan pernah bosan.. aku tidak akan berhenti menghasilkan yang terbaik untuk kalian semua.. saran dan masukkan dari kalian sangat berarti untukku.. (ig : tttaaa13)