
Keesokan paginya semua napi di keluarkan dari dalam sel untuk beraktivutas seperti biasa, ada yang membersihkan lapas, ada yg olahraga, ada yang mencuci pakaian dan lain sebagainya. Ana mendapat bagian mencuci pakaian. Ia di antar ke bagian gedung paling belakang. Di sana tampak cukup ramai pekerja. Ana di awasi seorang sipir. Ia segera mengambil seember besar handuk para tahanan. Ia menyeret keranjang itu menuju sebuah mesin cuci yang paling ujung. Namun saat hendak membuka penutup mesin cuci itu, seseorang menahannya.
"Tampaknya kau gadis yang cukup terkenal itu.." gumamnya menatap Ana intens.
Ana membalas tatapan wanita itu dingin.
"Hooooo.. Lihatlah cara dia menatapku.. Hahaha ternyata dia benar-benar bernyali.." ujarnya menertawai Ana di ikuti teman-temannya yang ikut meledek Ana.
"Menyingkirlah.." gumam Ana.
"Menyingkirlah.." ejek wanita itu menirukan gaya bicara Ana yang sinis. "Aku suka sekali adegan melompat dari jendela itu.. Wahh aku seperti melihat film action.. Hahaha.." gelak nya lagi.
Ana menghela nafas pelan. Ia menepis tangan wanita itu dari gagang penutup tabung mesin cuci. Namun wanita itu segera memegangi tangan Ana dengan keras. Tentu saja badan wanita itu 3x lipat lebih besar dari badan Ana. Tinggi dan berlemak. Ana hanya memiliki tinggi badan 169cm dengan berat badan 45kg yg mana dominan dengan otot. Sementara wanita itu kisaran tingginya 175cm dengan bobot lebih dari 100kg.
Tangan kanan wanita itu mencengkram tangan kiri Ana dengan kuat, sementara tangan kirinya menyentak batang leher Ana dan mencekiknya. Tubuh Ana terdorong tersandar ke mesin cuci, bahkan tubuhnya sedikit terangkat ke atas karena cekikannya yang keras.
Ana berusaha memberontak. tangan kanannya berusaha menggapai wajah wanita itu, seraya bergelinjang kesakitan. Ia semakin kesulitan bernafas. Namun wanita itu tampak tak peduli. Ia hanya terus tertawa cekikikan saat melihat Ana berontak.
"Hentikan !!!! Priiiitttt Priiitttt !!!" seru sipir penjaga segera berlari ke arah keduanya. Sipir itu sejak tadi tengah asik menghisap sab*-sab* pemberian anak buah wanita itu. Namun saat ia sadar jika Ana dalam bahaya, ia segera berlari berusaha memisahkan keduanya.
Pria itu melayangkan pukulan keras ke punggung wanita bertubuh besar itu, hingga ia melepaskan cengkramannya, ia melemar tubuh Ana ke atas lantai dengan mudah.
"Sialan !! Berani-beraninya kau memukulku !!!" hardik wanita itu menendang kaki sang sipir.
__ADS_1
"Ma.. Maaf.. Aku di minta untuk mengawasinya.." tukas sipir itu membela diri.
"Mengawasinya?? Kenapa kau harus mengawasinya !! Aku membayarmu dengan barang haram itu.. Berani-beraninya kau justru melindunginya !!!" bentak wanita itu murka.
Ana melihat pertengkaran keduanya seraya berusaha bangkit, kedua tangannya terdapat luka gores saat tubuhnya terjatuh ke atas lantai.
"Mengawasiku?? siapa yang menyuruhnya untuk mengawasiku?? Layla? Jane? Kak Lucas??" batinnya menebak-nebak dalam hati.
Ana berusaha bangkit. Namun wanita besar itu menyadarinya.
"Mau kabur kemana kau??" serunya.
"Aku tidak kabur kemana-mana.. Aku hanya ingin menyaksikan perseteruan ini.." gumam Ana terkekeh.
"Bahaya apanya?? Apa karena dia seperti seorang artis?? Aku ini fans nya.. Itu sebabnya aku ingin bermain-main dengannya !!" pekik wanita itu kesal.
"Aku mohon hentikan !!!!" balas pria itu marah.
"Biarkan saja !!" seru Ana tenang. "Biar dia lakukan apa yang dia inginkan.." imbuh Ana lagi.
Sipir itu tampak kebingungan mendengar pernyataan Ana.
"Tolol !! Menyingkir kau dari sini.." ujar wanita itu mendorong keras tubuh sipir tersebut.
__ADS_1
"Kau punya banyak nyawa rupanya.. Aku suka bermain dengan wanita sepertimu ini.. Wanita dengan nyali besar.. Ah.. Kau seperti seekor kucing dengan banyak nyawa.. Apa aku harus memanggilnya kitty?? Pushhh.. Kemarilah.." oceh wanita itu terus meledek dan mengejek Ana seraya terkekeh.
"Lalu.. Apa aku perlu memanggilmu tikus got?? Tubuhmu yang besar itu sangat menjijikkan.. Dan baumu benar-benar seperti got.." balas Ana meledek seraya menyengir.
"****** sialan !!!!" umpat wanita itu kesal melayangkan tinjunya, namun Ana berhasil mengelaknya. Ia membalas wanita itu dengan melayangkan pukulan keras tepat di bawah rahang kiri wanita itu hingga bunyi suara seperti tulang remuk terdengar jelas.
Krekkkk !!!
"Argghhhh !!!!" pekiknya seketika seraya memegangi rahangnya.
"Kenapa? Apa tulangmu sangat rapuh?? Begitu saja sudah kesakitan.." ledek Ana tertawa.
"Sialan !!!!!" pekiknya murka seraya terus memegangi rahang kirinya.
"Nyonya !! Kau baik-baik saja?" semua teman-temannya yang ada 8 orang itu tampak segera mengerumuninya. Wanita itu terus menjerit dan mengerang kesakitan.
Ana melihat tangan kanannya yang langsung memar merah. Pukulan itu tentu memang sangat keras dan tepat sasaran. Wanita itu akan mengalami di antara 3 kemungkinan, tulang rahangnya bergeser, patah tulang rahangnya, atau tulang rahangnya remuk. Tidak ada yang tau kesialan apa yang ia dapatkan.
"Dia sepertinya mematahkan rahangku !!!" seru wanita itu marah. Sipir tadi segera menghampirinya seraya berbisik.
"Itu sebabnya aku menyuruhmu berhenti mengganggunya !!!" bisik pria itu kesal dan marah pada wanita tersebut.
"Diam kau !! Kau benar-benar tidak berguna !!!!" pekiknya merengek.
__ADS_1