Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)

Ineffable Life (Ms. Mafia & Mr. Idol)
Part 96 : Alia


__ADS_3

Pak Kim menunggu di ruang tunggu selama operasi Ana berlangsung. Setelah 3jam operasi masih tak kunjung selesai.


Pak Kim semakin gelisah. Ia lalu mendapat telepon dari Jane.


"Halo Nyonya Jane.."


"Kau dimana Pak Kim?" Tanyanya dengan nada datar.


"Saya sedang dirumah Nyonya.." ujarnya bohong.


"Apa kau ada bertemu Ana hari ini??"


"Hmm.. tentu.. sebelum dia berangkat perjalanan bisnis.."


"Apa?? Kemana dia??"


"Ke Australia Nyonya.."


"Apa yang dia lakukan disana?"


"Dia sedang menemui klien dan berusaha melobi para klien disana untuk proyek terbaru perusahaan tahun depan Nyonya.."


"Bukankah proyek itu dengan klien dari Jepang??"


"Tentu.. tapi.. para investor meminta partner tambahan yang berasal dari negara lain, itu sebabnya Ms.Grey ke Australia untuk menemui beberapa rekan lamanya.." Pak Kim berusaha terus tenang dalam kebohongannya.


"Kapan dia akan kembali??"


"Saya belum bisa pastikan Nyonya.. sepertinya akan butuh waktu yang lama.."


"Baiklah kalau begitu.." Jane segera memutus panggilannya, tanpa menunggu respon balasan dari Pak Kim.


Pak Kim segera menghela nafas panjang merasa lega. Sementara Jane yang merasa curiga menghubungi anak buahnya untuk mencari tau keberadaan Ana. Ia tidak ingin Ana membuat masalah lagi, setelah apa yang terjadi di negara E.


****


Louis lama menatap layar ponselnya, ia memasang foto Ana sebagai wallpapernya. Foto itu ia dapat dari internet, waktu di negara L dulu Ana sering melakukan photoshoot untuk di publish ke berbagai majalah ternama yang mengangkat profile hidupnya. Itu sebabnya Louis mendapat banyak koleksi bagus foto foto Ana. Ia melihat ponselnya dan sesekali melirik ke pergelangan tangannya. Foto foto mengerikan Franz dan Dominic waktu itu membuatnya tertekan.


Ia bingung harus bereaksi apa, ia juga merasa takut untuk melangkah lebih jauh bersama Ana. Padahal mereka belum sempat bersenang senang maupun menghabiskan waktu bersama seperti pasangan normal lainnya. Bahkan semenjak ia mulai memutuskan kencan dengan Ana, ia selalu terbawa perasaan dan membuat pekerjaannya sedikit berantakan. Fokusnya selalu terbagi bagi.

__ADS_1


Ia benar benar merasa kalut dengan apa yang ia rasakan saat ini.


****


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Ana selesai di operasi. Dokter dan perawat satu persatu mulai keluar.


"Ms.Grey masih dalam tahap observasi selama 1 jam kedepan, setelah itu ia sudah bisa masuk ke ruangannya.." ujar Dokter melepas masker dan kacamatanya.


"Terima kasih dokter.."


"Semoga saja ia segera membaik.. karena operasinya berjalan lancar.."


"Sekali lagi terima kasih banyak dokter.." angguk Pak Kim merasa lega.


Ia lalu berpikir sejenak dan segera menemui bagian administrasi. Ia membooking seluruh ruangan vvip yang ada di sepanjang lorong lantai 7 itu. Ada 6 ruang vvip disana. Dokter juga membantu Pak Kim memberitahu situasinya. Karena Pak Kim sudah menceritakan pada dokter itu jika keberadaan Ana disana harus dirahasiakan. Akhirnya mereka sepakat untuk merahasiakan keberadaan Ana dengan mengganti semua data diri Ana dengan nama samaran yaitu "Alia", di ambil dari penggalan nama Ana "Anavalia".


Ruang vvip di lantai 7 itu berada di sisi kiri gedung, sementara di sisi kanannya terdapat lorong berisi ruang vip plus. Kebetulan semua ruangan itu telah penuh, jadi tidak memungkinkan bagi mereka untuk mengosongkannya begitu saja.


Setelah semua di amankan, Pak Kim menata kamar inap Ana senyaman mungkin. Ia mengganti sprei dan sarung bantal tempat tidur Ana dengan satu set sprei berbahan sutera premium yang sangat nyaman dan lembut. Ia juga meletakkan pengharum ruangan ber-aromatheraphy vanila yang melegakan. Wangi itu sama dengan wangi parfum limited yang Ana gunakan, ia mengembangkan bisnis parfum ruangan, dan menciptakan wangi kesukaannya sendiri, yaitu dari wangi parfum tubuh miliknya yang tidak ia jual bebas di pasaran. Pak Kim benar benar sangat hati hati dalam menata kamar inap Ana agar ia merasa betah. Ia juga membeli satu set perawatan rambut untuk Ana yang beraroma vanilla kesukaan Ana, mulai dari shampoo, conditioner, serum, dan vitamin rambut. Waktu itu dokter menjelaskan apa efek samping dari kemoterapi yang akan Ana jalani. Salah satunya adalah kerontokan rambut yang ekstrim.


"Saya akan menjelaskan beberapa kondisi Ms.Grey ke depannya agar anda tidak terlalu khawatir.."


Dokter itu mengangguk sedih.


"Ia akan mengalami kerontokan rambut yang ekstrim, bahkan berpotensi harus di botakkan, lalu ia bisa saja mengalami depresi berat karena rasa sakit yang tak tertahankan.. jadi kita harus mengawasinya dengan sangat ekstra agar ia tidak melakukan hal yang gegabah.. ia juga akan lebih sering muntah darah yang cukup berat, sehingga ia harus transfusi darah 1-2 kali selama seminggu pertama.. pencucian darah yang harus ia jalani minimal 1 bulan sekali.. lalu.."


"Tunggu dokter.. saya.. saya benar benar belum bisa mencerna apapun yang anda katakan.. sayaa.." Pak Kim memijat keningnya. Raut wajah ceria Ana terus terlintas di benaknya. Mendengar ucapan dokter barusan membuat ia tiba tiba tidak bisa mendengar perkataan dokter itu.


"Saya mengerti kondisi terpukul anda saat ini Pak Kim.. tapi kita harus melakukan segala cara.. Ms.Grey sudah menolak semua tawaran saya untuk menyembuhkan penyakitnya.. namun ia terus saja menolak.. ia hanya selalu meminta resep obat.. bahkan obat obatan hanya akan berpengaruh paling banyak 20% saja untuk tubuhnya.."


"Lakukan apapun yang terbaik dokter.. apapun itu.. saya akan memberikan pengertian padanya.. dia harus menyetujui pengobatan ini.."


"Saya juga berharap begitu Pak Kim.."


"Saya akan memberi pengertian padanya.."


****


"Apa kau ingin aku pindah kemari Pak Kim??" Celetuk Ana yang susah berbicara karena kondisinya saat ini.

__ADS_1


Di mulutnya terpasang selang makanan, selang itu berguna untuk memasukkan makanan yang sudah di cairkan agar langsung masuk ke pencernaannya, ia juga masih terbaring tak berdaya di tempat tidur yang tengah di dorong perawat dari ruang observasi ke kamar inap nya.


"Saya hanya ingin anda merasa lebih nyaman Ms.Grey.."


"Sepertinya tidak.. anda seperti berencana ingin menahanku lebih lama disini.." timpal Ana yang sudah mengetahui rencana Pak Kim.


"Jangan pikirkan apapun.. saya menghabiskan banyak uang untuk semua ini.."


"Huh.. bahkan sekarang kau membicarakan soal uang padaku.. aku akan membayar lebih untuk semuanya.. bahkan kau bisa mengambil semua uangku jika kau mau.." celetuk Ana lirih menyunggingkan senyum tipis khas-nya.


"Tolong bantu saya Tuan untuk memindahkan Ms.Grey ke tempat tidurnya.." imbuh perawat meminta pertolongan Pak Kim.


Dengan hati-hati Pak Kim mendekati Ana dan mengikuti instruksi perawat itu bagaimana cara yang tepat untuk memindahkan Ana ke atas tempat tidurnya.


"Apa anda sudah merasa nyaman??" Tanua Pak Kim melihat Ana yang tampak tidak nyaman.


"Hmm.." angguk Ana menyeringai menahan rasa nyeri di perutnya.


"Apa anda baik baik saja?" Tanya Pak Kim khawatir melihat ekspresi wajah Ana.


"Sepertinya efek biusnya akan segera hilang.." rintihnya.


"Saya akan mengambilkan obat pereda rasa sakit untuk anda Ms.Grey.. tunggu sebentar.." ujar perawat itu segera keluar membawa tempat tidur dorongnya.


"Apa anda ingin sesuatu??" Tanya Pak Kim lagi.


"Aku merindukan mainan baruku.. bahkan  belum sampai sehari aku menggunakannya.."


"Mainan baru??"


"Vape-ku.."


"Bahkan anda benar benar menginginkan itu di kondisi seperti ini.."


"Mulutku terasa pahit sekali.." keluhnya mengecap-ecap lidahnya. "Selang di mulutku ini benar benar menyiksa.." gerutunya lagi.


"Itu untuk membantu anda makan pasca operasi.. dan Anda hanya bisa makan makanan cair untuk beberapa waktu.."


"Apa aku bisa meminum wine dengan selang ini??" Celetuk Ana bercanda sambil terkekeh geli.

__ADS_1


__ADS_2