Jangan Sebut Namaku

Jangan Sebut Namaku
Jangan Ulangi Kesalahan


__ADS_3

 Bab 13.


Zara baru saja selesai melakukan syuting video klip salah satu grup band terkenal di Indonesia. Di saat orang lain tak mau memakai artis ini lagi karena terkena kasus kontroversialnya—mereka malah sengaja menggaet artis ini untuk semakin melejitkan nama band nya. Demikianlah yang dinamakan strategi marketing.


Dari pagi hingga pagi lagi Zara stay di sana—dan seperti biasa, dia tak jauh dari Grace. Lelaki gemulai yang selalu menemaninya dan melindunginya layaknya seperti anaknya sendiri.


“Dah jam 10 siang. Aku belum tidur sama sekali dari kemarin,” kata Zara mengeluh kepada Grace pada saat mereka berjalan keluar dari dalam sebuah gedung yang ada di kawasan Jakarta barat. “Tapi aku bersyukur masih dikasih sibuk begini.”


“Bener. Daripada nggak ada kerjaan,” ujar Grace menanggapinya, “sibuk juga bisa mengalihkan pikiranmu dari....”


“Apaan, sih, Grace. Jangan bahas-bahas itu. Aku tahu arahmu mau ke mana,” sela Zara ingin Grace mengalihkan soal bahasan, “aku nggak mau ingat-ingat dia lagi.”


“Bagus.” Grace mengangkat jempolnya. Keduanya berjalan dan saling bergandengan tangan untuk saling menguatkan satu sama lain. Sebab keduanya mempunyai beban dan permasalahan hidupnya masing-masing. Zara yang terlahir di keluarga broken home dan Grace yang terlahir dari ayah yang sangat keras padanya sehingga menyebabkan dia menjadi sedikit belok seperti sekarang.


Mulanya tidak ada yang aneh-aneh saat Zara dan Grace turun. Semua normal dan merasa aman dari kejaran wartawan. Namun pada saat mereka tiba di lobby, mereka langsung diserbu oleh banyak sekali wartawan yang entah sejak kapan menunggunya di sana—mereka tidak tahu. Sehingga keduanya sempat kewalahan dan terdorong-dorong oleh mereka yang berebut menodongkan kamera ke arah muka. Beruntung, ada beberapa security yang membantu melindungi Zara dan Grace untuk masuk ke dalam mobil.


“Zara!” teriak salah seorang wartawan dan yang lainnya.


“Zara minta waktunya sebentar, dong!”


“Zara, bagaimana tanggapan Zara tentang gosip prostitusi Anda yang saat ini sedang beredar?”


“Apa benar, Anda terlibat dalam kasus ini? Dan sedang di mana Anda pada saat terjadi penggerebekan?”


“Apa alasan Kak Zara waktu itu mencoba melakukan bundir?” (bunuh diri).


“Apa Zara juga tahu, saat ini sedang beredar kabar bahwa Ustaz Rayyan sebentar lagi akan menikah? Bagaimana tanggapan Zara? Bukankah sebelumnya diketahui kalian ada hubungan?”

__ADS_1


Zara hanya melambaikan tangannya dan mengisyaratkan kepada mereka bahwa dirinya tidak sedang bersedia untuk diwawancarai.


“Minta waktunya sebentar dong, Kak. Plis.”


Grace terus melindungi artisnya dari dorongan semua orang. Awalnya, dia masih bisa mengontrol emosi. Namun, seorang lelaki yang berani menarik pakaian Zara dari belakang membuat emosi Grace tak terkontrol hingga dia sampai mengeluarkan suara kodamnya, “Minggir brengsek! Zara mau masuk ke mobil! Minggir Lo, semua! Nggak punya adab, Lo narik-narik baju orang, brengsek!”


“Kasar amat nih, Banci. Dasar banci!” balas orang tersebut.


“Kalian yang kasar, njink! Kalian nggak kasih kami celah buat lewat. Zara lagi capek dan nggak bersedia untuk diwawancarai. Sesama manusia ngerti, dong! Respect!”


“Kami hanya minta waktunya sebentar, Kak,” sahut yang lain.


“Iya tapi Zaranya nggak mau, apa kalian nggak paham?” tak ingin makian berlanjut kasar, Grace sesegera mungkin masuk ke dalam mobil dan cabut dari tempat itu.


“Jangan klarifikasi ke mana pun, Zar. Ingat pesanku. Semua klarifikasimu itu nggak akan pernah diterima oleh mereka yang membenci kamu. Karena yang benci akan tetap benci,” kata Grace ketika mereka sudah dalam perjalanan.


“Sabar, ya,” balas Grace mengusap bahu teman di sampingnya. Dia tersenyum dan memberikan coklat untuknya, “Biar mood kamu jadi lebih baik.”


Gadis itu tersenyum mengingat bahwa hal ini juga pernah dilakukan oleh Mike untuknya. Tiba-tiba dia merindukan bocah itu dan berpikir, semoga Michael tidak di bully oleh teman-teman sekolahnya lantaran kabar buruk kakaknya yang tengah beredar saat ini. Semoga saja dia tidak malu mempunyai kakak sepertiku.


🌺🌺🌺


“Semoga Rayyan atau pun anak-anak kita yang lain, tidak mengalami nasib serupa seperti kita dulu ya, Mas,” ujar Vita kepada suaminya yang pernah merasakan perihnya dipoligami.


“Kita akan memberikannya pengertian,” kata Yudha memanggil putranya untuk duduk bersama di ruang tengah. Membahas masalah penting bab-bab tentang pernikahan dan segala konsekuensinya.


“Mumpung kita masih punya waktu dan masih di sini, Papa akan bertanya lagi denganmu. Apa kamu sudah benar-benar sudah mantap dan yakin akan menikahi Hamidah?” Sebab malam ini adalah malam terakhir bagi putranya menjadi seorang pria lajang.

__ADS_1


“Yakin, Pa,” jawab Rayyan tanpa ada keraguan lagi.


“Apa kamu sudah salat istikharah?”


“Sudah berulang kali, Pa. Dan jawabannya selalu dia yang hadir di dalam mimpiku.”


“Syukurlah kalau kamu sudah yakin dengan pilihanmu,” ujar Yudha bernapas lega, “dari awal, kami tidak pernah memaksakanmu untuk berjodoh dengan siapa pun. Kami hanya memperkenalkan kalian berdua, jika cocok, kalian akan kunikahkan. Tapi seandainya kamu punya pilihan lain, kami pun akan mendukung penuh siapa pilihanmu itu asalkan menurutmu itu yang paling baik."


Vita menambahkan nasihat yang baru saja diberikan oleh suaminya, “Setelah menikah, setiap laki-laki maupun perempuan akan selalu di uji kesetiaannya dengan cara yang berbeda-beda. Mama harap, kamu tidak akan memasukkan kursi lain di dalam rumah tanggamu dengan alasan apa pun, karena bisa menghancurkan kebahagiaan kalian. Bersikap tegas itu lebih baik daripada menjalankan pernikahan dengan keragu-raguan.”


“Benar, Nak,” Yudha menyahuti, “jangan ulangi kesalahan Papamu ini dan jadikanlah kisah kami sebagai pelajaran hidup kalian nanti.” Yudha mengisahkan deritanya menikahi dua wanita sekaligus yang mengakibatkan semuanya berakhir penuh luka.


“Poligami itu tidak seindah yang orang-orang bayangkan karena selain dapat menorehkan luka bagi ketiganya, juga dapat memasukkan kita ke dalam neraka apabila tidak ada keridoan istrimu yang lain. Mama pernah mengalaminya dan hampir selama itu yang Mama rasakan hanyalah sakit. Bohong besar kalau mereka bahagia. Mereka yang berpoligami hanya bahagia di depan orang-orang, tapi menangis di saat sendiri. Semua perempuan mempunyai rasa cemburu, semua laki-laki tidak memiliki keadilan seperti nabi, walau mereka sudah berusaha membagi kasihnya secara rata. Perbedaan perasaan akan tetap ada dan akan terlihat menonjol.”


“Aku janji nggak akan pernah melakukannya dan akan menjadikan Hamidah satu-satunya, Ma, Pa,” kata Rayyan begitu Vita selesai bicara.


“Semoga saja begitu,” ujar Yudha samar tersenyum, “hanya itu saja yang hendak kami sampaikan karena kamu pasti lebih tahu hukum pernikahan.”


“Mohon doanya, Pa, Ma. Semoga aku bisa jadi suami yang baik untuk Hamidah.”


“Itu pasti, Nak. Kami akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Semoga pernikahanmu bahagia.”


🌺🌺🌺


Bersambung.


Wajib Baca komen aku di kolom komentar supaya tahu alur cerita ini ya, guys👇

__ADS_1


__ADS_2