
Bab 25
Pukul 01:59 WIB.
Kejadian kecelakaan itu begitu cepat. Seperti yang dijelaskan oleh para saksi yang merupakan beberapa ojek online, pukul dua belas malam lewat beberapa menit, Mobil Zara meluncur dari arah barat dengan kecepatan normal. Mulanya terlihat biasa saja, namun tanpa diketahui penyebabnya—saat mendekati persimpangan, mobil tersebut tiba-tiba oleng dan menabrak pembatas jalan hingga menyusruk ke pinggir jalan raya. Sempat ada pergerakan, tapi tak berapa lama, mobil kembali berhenti.
“Bisa dijelaskan, pada saat kejadian kondisi jalannya seperti apa, Pak? Sedang ramai atau sepi?” tanya seorang aparat yang turun ke lokasi kejadian perkara. Tak hanya ada polisi, di sana juga ada beberapa orang warga setempat, jasa derek mobil, dan wartawan yang sedang meliput untuk mengambil keterangan dan gambar. Berita pun mulai tersebar, bahwa artis berinisial ZA mulai bikin onar lagi.
“Nah, itu dia, Pak. Untuk kondisi jalan sedang sepi. Ya, wajarlah namanya juga sudah tengah malam,” jawab seorang saksi tersebut.
“Ada berapa orang yang melihat kejadian ini?”
“Banyak, Pak. Orang saya biasa nunggu orderan di sini sambil ngopi sama teman-teman ojol yang lain. Eh, tiba-tiba ada mobil mewah nyusruk. Langsung rubung.”
“Pertanyaannya, ada berapa orang?” tanya Polisi itu mengulang.
“Nggak bisa ngitung saya. Soalnya nggak semuanya saya kenal.”
“Kira-kira saja.”
“Sepuluh, kurang lebih mah, kalau sama penjual kopinya tapi.”
Wawancara masih berlanjut sembari menyaksikan mobil Zara di angkut oleh jasa derek. Kerusakan lumayan parah karena bumper peyot di bagian depan dan lampu kiri pecah. Sementara Zara sendiri langsung dibawa pulang setelah di jemput oleh kedua orang tuanya. Anggota kepolisianlah yang menghubungi keluarganya karena mereka tak tahu bahwa Zara telah bersuami. Sebab hingga saat ini, pernikahan Zara masih disembunyikan dari media.
°°°
“Sudah jam tujuh dia belum sadar juga,” kata Miranda kepada suaminya setelah setengah malam menunggu, “apa kita bawa ke rumah sakit saja?”
“Tenanglah, dia pingsan bukan karena sakit, tapi karena mabuk.” Ruben berusaha menenangkan istrinya yang sedari tadi panik dan kalut, “sepertinya kita perlu memberitahu suaminya.”
“Tak ada tanggung jawab buat Fasad karena pernikahan mereka hanya pura-pura. Mami tahu itu, jadi biar Mami saja yang merawatnya.”
__ADS_1
“Ya, sudah. Kalau menurutmu itu baik.”
“Papi tolong hubungi bengkel. Tanyakan sama mereka, apa saja yang harus diperbaiki atau diganti. Kalau sudah selesai, minta tolong di antarkan langsung sama mereka ke rumah ini. Zara akan tinggal di rumah ini mulai sekarang.”
“Kamu yakin?” Ruben memastikan, “kamu belum meminta pendapatnya.”
“Aku akan memaksanya karena Zara tak akan pernah mau mendengarku, pendapatku, ocehanku, amarahku, semuanya.”
“Tidak semudah itu, Zara bukan lagi anak kecil yang bisa kamu bujuk. Dia itu sangat keras kepala sepertimu.”
“Aku akan berusaha mengendalikannya, Pi. Aku nggak mau kehilangan momen bersama anakku lagi. Apalagi Mike juga menyayangi kakaknya,” ujar Miranda pasti.
Ruben mengangguk. Kemudian melakukan apa yang baru saja istrinya perintahkan. Yaitu menghubungi orang-orang bengkel yang tengah memperbaiki mobil anak tirinya.
Miranda sendiri terus mengompres luka di kening Zara yang membengkak akibat terkena benturan. “Cepat sadar, Sayang ... Mike merindukanmu, ingin berbicara denganmu dan makan coklat bersama. Begitu juga dengan Mami.”
Sesekali Miranda mengecup singkat kening putrinya, karena dengan cara mencuri seperti inilah dia bisa mencurahkan kasih sayangnya.
“Kamu adalah belahan jiwaku yang sudah pernah kusia-siakan. Maafkan Mami, Nak, maafkan kesalahan kami....”
Tentu sangat rumit.
Keduanya terjebak cinta masa lalu yang tak pernah usai.
Ruben dan Miranda adalah sepasang kekasih semenjak SMA hingga kuliah. Tapi pada saat hampir kelulusan, keduanya di hadapkan dengan sebuah kenyataan pahit. Bahwa Miranda ternyata sudah di jodohkan oleh orang tuanya dengan seorang pria bernama Purnawirawan. Adalah pria mapan dan matang yang usianya jauh di atas Miranda, karena mereka terpaut hingga lima belas tahun.
Ruben sendiri hanyalah pemuda biasa yang pada saat itu masih bergantung hidup dengan orang tua. Apa yang ia miliki tak mungkin bisa disamakan dengan Purnawirawan yang notabenenya memang sudah kaya semenjak lahir.
Saat Miranda memutuskan hubungan, di saat itulah, mereka tak saling berkabar lagi.
Tak mudah bagi Ruben mencoba untuk menerima kenyataannya dan menyembuhkan luka. Bahkan sempat mencoba menjalin hubungan dengan beberapa wanita lain, meski hatinya tetap saja berkiblat pada Miranda seorang.
__ADS_1
Tetapi ... apa boleh buat?
Setelah bertahun-tahun, mereka justru dipertemukan di perusahaan yang sama saat dia melamar pekerjaan. Ruben tidak tahu bahwa dia masuk ke dalam lingkaran mereka lagi.
Ruben tak mempunyai pilihan yang disebabkan oleh sulitnya mencari lowongan pekerjaan di kota ini. Secara kebetulan, Purnawirawan juga tak pernah mengetahui bahwa dialah orang yang pernah menjadi kekasih istrinya. Pria itu terlalu sibuk untuk mengurusi hal-hal kecil sebab statusnya sebagai direktur. Lagi pula, dia adalah orang yang sangat percaya terhadap istrinya, demikianlah yang membuatnya kecolongan.
Di tempatkan di bagian keuangan, membuat Ruben dan Purnawirawan sering bertemu dalam kesempatan yang sama. Terutama pada saat melakukan rapat.
Hingga pertemuan demi pertemuan dengan Miranda pun, juga kerap terjadi. Dan semenjak saat itulah hubungan keduanya kembali terjalin.
Miranda dan Ruben mengakui bahwa mereka masih saling cinta. Kepuasan dalam seksual, perhatian, serta usia yang lebih muda dibandingkan dengan suaminya sendiri, membuat Miranda kembali jatuh pada pesona mantan kekasihnya. Hingga membuat Miranda melupakan diri bahwa dia adalah seorang ibu.
Hubungan itu terjadi selama beberapa tahun. Mereka akan bertemu di suatu tempat pada saat Purnawirawan pergi ke luar kota, atau pada waktu-waktu tertentu selagi mempunyai kesempatan.
Menginjak usia Zara remaja, hubungan gelap itu akhirnya terbongkar. Oleh seseorang yang Purnawirawan perintahkan untuk menyelidiki, menandai dari gerak-gerik istrinya yang kian mencurigakan dan pandai berbohong. Keduanya tertangkap basah saat sedang berlibur di luar kota dan memesan kamar yang sama.
Tepat pada saat itulah, Purnawirawan jatuh sakit dirawat selama beberapa lama dan akhirnya meninggal dunia.
Dia adalah sosok lelaki setia dan sangat mencintai istrinya yang dikhianati sampai mati.
Sedangkan istrinya adalah wanita yang tak pernah bisa bersyukur diberikan suami sekaya dan sebaik dia.
Itulah yang membekas di hati Zara selama ini hingga menyisakan dendam yang teramat dalam. Siapa pun takkan mudah menerima kenyataan hidup yang sedemikian pahit. Terlebih—dengan tak tahu diri, pria itu malah menggantikan posisi papinya menjabat sebagai direktur di kantor.
Apakah dia terlihat orang yang baik?
Tentu saja tidak, bukan?
Sangat terlihat jelas di mata Zara bahwa mereka adalah orang-orang yang keji. Berselingkuh, membuat papinya meninggal, menelantarkannya, kemudian mengambil apa yang bukan menjadi haknya.
Penyesalan hanya tinggal penyesalan. Miranda dan Ruben akan selalu merasa bersalah dalam hidupnya. Bahkan sempat memutuskan untuk mengakhiri hubungan dan menghukum diri mereka sendiri selama beberapa waktu. Walau pada akhirnya—keduanya sama-sama tetap tak bisa saling melupakan.
__ADS_1
Kini mereka dalam tahap memperbaiki. Bersabar menunggu Zara hingga dia bisa memaafkan semua kesalahannya.
To be Continued.