Jangan Sebut Namaku

Jangan Sebut Namaku
Akhir kata


__ADS_3

Khusus untuk pembaca setia tersayang yang sangat boodeeman, boodeewati dan bondowoso.


Hah, akhirnya selesai juga. Empat bulan saya menulis di judul ini. Jujurly, ini adalah novel terpanjang ku sepanjang sejarah karena bisa menulis hampir 250 ribu kata. Nggak ada yang kurang, ya. Semua sudah punya porsi kebahagiaannya masing-masing.


Aku nggak mau lanjut lagi di judul ini, ya? Karena apa?

__ADS_1


Kalau dipanjangin jelas ceritanya nggak bakalan selesai karena konflik selalu akan ada aja dan nggak bakal rampung dikupas dalam waktu singkat. Panjaaaangggggg, berpuluh-puluh bab.


Dan satu lagi, aku juga nggak mau Abah Haikal menua dan mati, hihihi. (Kisah ini sangat lucu, di prekuel season dua judul Tak Sanggup Berbagi)


Mohon maaf atas segala kesalahanku selama menulis, atau kurang ramah kepada pengunjung. Aku cuma manusia biasa yang punya banyak sekali khilaf dan salah. Kadang sebagai penulis, aku juga nggak selalu punya mood yang bagus. Suka agak sensi kalau baca komentar cenderung kasar atau kurang pantas.

__ADS_1


Mohon dimaklumi dan dimaafkan, ya. Kita legowo aja.


Jangan lupa mampir ke novel-novel aku yang lebih seru, Babay! Sampai jumpa lagi!


Kiss from me, I love you!

__ADS_1


__ADS_2