Jangan Sebut Namaku

Jangan Sebut Namaku
S2-Kau Membuatku Tersinggung


__ADS_3

166


“Jadi aku harus seperti apa, Bang?” tanya Alma berusaha menguatkan pertahanan dirinya agar tak sampai runtuh. Ingat Alma, ini masih permulaan. Bersabarlah! Jalan kalian masih sangat panjang, demikian batinnya berbisik.


“Lebih baik diam lah!” seru Umar.


“Jangan bikin rumah tangga kita rusak karena sebab sepele ...” Alma bersuara pelan, agar Umar juga mau merendahkan nada bicaranya.


“Kamu membuatku tersinggung,” Umar berterus-terang.


“Bahkan perlakuan mu dari kemarin lebih menyinggung perasaanku,” kata Alma tak mau kalah. Jika dibandingkan, tentu saja dia lebih sakit hati daripadanya. Tetapi Alma memilih diam. Tak ingin menyuarakan protes demi menjaga hubungan keduanya agar tetap selalu baik. “Kalau Abang merasa ucapan ku tadi membuatmu merasa begitu, cobalah untuk instrospeksi. Apa ada yang salah dalam dirimu?”


Kali ini Umar membisu.


“Sadarlah, Bang. Sikapmu kadang nggak menyenangkan. Bahkan sama orang yang sama sekali nggak punya masalah sama kamu. Dan semua itu disebabkan oleh suatu hal ....” Alma melangkah lebih dekat kepada Umar. “Karena Abang pernah gagal menikah, bukan begitu?”


“Jangan bicara omong kosong!” sanggah Umar.


“Aku nggak bicara omong kosong, Papamu yang mengatakannya sendiri. Kegagalan mu menikah dengan wanita itu memang banyak mengubah sikapmu yang sebelumnya lebih baik dari sekarang ini,” ujar Alma.


Alma berusaha memancingnya kemarin, dengan bertanya, “apa kamu punya masa lalu?”


Dengan harapan Umar mau terbuka dan berbagi supaya pria itu sedikit lebih lega. Sebab selama ini Umar bingung, harus berbagi kepada siapa. Pria itu menganggap semua orang tidak bisa bersahabat dengannya. Bahkan orang terdekatnya sekali pun.

__ADS_1


Tetapi Umar justru memilih untuk menutupinya. Tidak masalah. Demikian adalah haknya. Namun begitu, Alma tetap berterimakasih pada Umar. Karena secara tidak langsung, pria itu sedang berusaha menjaga perasaannya.


Selang beberapa menit, Umar beranjak dari tempatnya berdiri. Kemudian menjatuhkan tubuhnya di ranjang. Duduk membelakangi Alma.


“Jangan pernah menyuruhku pergi,” ucap Alma. Umar merasakan sebuah pelukan hangat menimpa punggung nya. Membuatnya merasa lebih tenteram.


♧♧♧


Keesokan harinya, Umar sudah kembali beraktivitas seperti biasa. Hanya saja, dia selalu berangkat siang karena sesantai itu dia bekerja. Dia hanya akan datang tepat waktu kala urgent, sisanya untuk mengecek laporan, mengontrol, terkadang sesekali membantu melayani pembeli apabila semua barista sedang keteteran.


“Biar aku yang melakukannya,” pinta Alma menangkap tangan Umar yang tengah mengancing kemejanya. Dia pun melayaninya dengan sepenuh hati agar dapat meraih sepenuhnya hati sang suami.


“Boleh aku ikut?” pinta Alma. “Aku bosan kalau harus di rumah sendirian.”


“Aku nggak ke mana-mana. Cuma ke Cafe saja ambil uang.”


“Gimana mau kencan? Orang kamu aja lagi kedatangan tamu bulanan.”


“Kencan nggak harus di isi dengan hal-hal intim.”


“Mus-ta-hil!” kata Umar mengejanya.


“Kenapa mustahil?”

__ADS_1


“Cepat ganti bajumu, katanya mau ikut.”


“Bisakah pakai bahasa yang lebih baik?”


“Ya, cepat ganti bajumu Alma Sayang ... jangan tunggu sampai kepala suamimu ini bertanduk rusa.”


Alma menggelengkan kepalanya. Suaranya halus, tetapi tidak sinkron dengan raut wajahnya yang menahan kesal.


Beberapa menit kemudian Alma keluar, gadis itu memakai dress berwarna biru pastel serta hijab dan purdah yang berwarna senada.


Umar pun melihat mereka berdua yang berdampingan di pantulan pintu kaca. Pria itu terlihat menahan senyum sehingga membuat Alma bertanya, ada apa dengannya?


“Kalau begini, aku jadi terlihat seperti mafia syariah,” jawab Umar tak lagi dapat menahan tawanya.


“Mana ada?” Alma ikut tertawa.


Keduanya menaiki mobil. Tidak ada lagi ketegangan seperti kemarin karena yang ada hari ini adalah canda tawa dari mereka berdua. Jalan-jalan, ngemol, main game, shopping, makan di restoran. Mereka kencan hingga menghabiskan waktu sampai seharian penuh.


Umar bahkan telah lupa, kapan terakhir kali dia memikirkan Sarah.


♧♧♧


Bersambung.

__ADS_1


Mohon maaf cuma sedikit. Otor lagi kurang sehat 🤧


Doain besok update normal dan banyak lagi, ya.


__ADS_2