Kebun Terong Sigadis Narsis

Kebun Terong Sigadis Narsis
Part 100


__ADS_3

     Keesokan paginya Miftah baru saja keluar dari kamarnya, seperti biasa ia akan menuju ketempat kerjanya.


     Tatapan matanya dengan tajam melihat keseliling, suasana masih tampak begitu sunyi.


     "Tumben Kaka masih belum terlihat, apa mungkin Kaka udah duduk dimeja makan seperti biasa? tapi ini masih awal banget..." batinnya.


     "Biasanya aku kan siap - siapnya agak telat," batinnya lagi.


     Akhirnya Miftah memilih langsung turun dan bergegas menuju ke meja makan.


     Sesampainya di sana, sosok yang sejak tadi menghantui pikirannya masih saja tak kunjung datang.


     "Oh iya! ma! pa! kak Firdaus kemana ya?" tanyanya.


     Sang mama yang sejak tadi masih setia menunggu kedatangan mereka merasa heran.


     "Lho! kan biasanya turun sama kamu sayang... Dari tadi mama sama papa gak liat kedatangannya kok," jawabnya.


     "Iya! terus Firdaus dimana ya? apa masih dikamarnya?" gumam sang papa.


     "Oh! mungkin saja pa! kalau gitu coba Miftah cek aja ya pa! takutnya kak Firdaus sakit karna kena hujan semalam," cemasnya lalu langsung bangkit dari duduknya.


     "Ekhem! Kayaknya ada yang perhatian nih!" goda sang papa.


     "Is! si papa! kalau Firdaus beneran sakit gimana?" tegur sang mama.


     "Iya - iya..." responnya.


     Lalu mereka pun memilih untuk mengikuti Miftah dari belakang.


     Miftah terus saja melangkahi anak tangga dengan langkah cepat, ia benar - benar cemas dengan kondisi Firdaus saat ini.


     "Aduh... Langsung buka apa enggak ya pintunya," bimbangnya saat sudah dihadapan kamar Firdaus.


     "Udah ah! langsung buka aja," putusnya dan syukurlah ternyata Firdaus memang sedang berbaring di kasurnya.


     Miftah hanya mampu memandang Firdaus yang masih terlelap dengan tenang. Saat ia sedang berusaha menyentuh dahinya, ia sangat terkejut saat merasakan suhu panas yang ikut membakar kulitnya.


     "Ya ampun... Ternyata kak Firdaus demam," ucapnya tak menyangka.


     "Ini pasti karna Kaka kehujanan! harusnya aku tidak membiarkan Kaka ikut denganku," sambungnya merasa menyesal.


     Tanpa Miftah sadari Firdaus ternyata memang sudah terbangun sejak tadi dan matanya tak pernah berhenti menatapnya lekat.


     "Astagfirullah..." ucapnya merasa terkejut dan Firdaus malah tertawa.


     "Is! Kaka malah ketawa! jantungku hampir copot tau kak," batinnya merasa resah.


     "Aku sakit kok malah dimarahin," sedihnya.


     "Oh iya! maaf ya Kaka... Lagian Kaka kapan bangunnya coba," bingungnya.


     "Sebenarnya aku sejak tadi gak bisa tidur... Aku hanya mencoba memejamkan mataku saja... Dan setelah mendengar suara gagang pintu aku memilih untuk diam saja sampai aku merasakan ada tangan dingin yang memegang dahiku, tenyata kamu." jelasnya.


     "Berarti Kaka sempat dengar apa yang aku katakan tadi dong," tebaknya.

__ADS_1


     "Benar! kamu mengkhawatirkan Kaka kan? ayo... Ngaku kamu," jawabnya sambil tersenyum lebar.


     "Emmm... Enggak kok! aku cuma cemas aja," elaknya.


     "Cemas juga kan..? masih aja gak mau ngaku! padahal Rajamu ini udah tau lho..." godanya.


     "Iya deh iya..." pasrahnya.


     Tak berapa lama kemudian mama dan papa pun datang.


     "Sayang... Gimana keadaan Firdaus?" tanya sang mama yang sejak tadi ikut merasa cemas.


     "Kak Firdaus badannya panas banget ma..." jawabnya hingga membuat sang mama terkejut lalu langsung menelpon dokter pribadinya agar cepat datang kerumah.


     "Udah lah ma... Firdaus cuma demam biasa kok," ucapnya yang merasa jika tindakan mamanya sangat berlebihan.


     "Biasa gimana... Kamu ini masih aja susah ya kalau diobatin," cibir sang mama.


     "Firdaus beneran gak parah banget ma... Nanti juga demamnya turun... Semalam Firdaus udah minum obat kok... Jadi bilang aja gak jadi sama dokternya," beritahunya sambil menunjuk beberapa tablet obat yang ada diatas meja kecilnya.


     "Dari mama kamu dapat obat itu?" tanya sang mama.


     "Itu kan sisa obat Firdaus bekas demam kemarin itu... Dan belum kadaluarsa juga," jelasnya.


     "Baiklah kalau begitu, mama bilang gak jadi dulu sama dokternya ya..." ucapnya.


     "Oke ma..." responnya merasa senang.


     "Oh iya! Kaka kan belum makan! jadi Miftah ambilin makanannya dulu ya," tawarnya.


     "Ma... Pa... Mama sama papa udah makan belum? kalau belum mama sama papa langsung makan aja ya... Soal kak Firdaus biar Miftah aja yang urus..." tawarnya sambil tersenyum manis.


     "Ya ampun... Mantunya mama emang the best banget deh! ya udah kalau gitu! mama sama papa percaya kok sama kamu," responnya balas tersenyum manis kearah Miftah.


     "Malahan mulut Firdaus yang terasa hampar bisa nikmat aja kalau nanti disuapin sama Miftah..." goda sang papa sambil terkekeh pelan.


     "Dasar papa! suka gak sadar kalau papa juga gitu," komen sang mama.


     "Benar banget ma," ucap Firdaus turut senang saat mama membelanya.


     "Je... Mama malah gitu! gak kompak ah," ucap sang papa jadi hilang semangat.


     "Udah... Papa pasti udah lapar kan dari tadi? mendingan kita langsung capcus makan aja ya..." putus sang mama sambil menarik lengan suaminya dan menggandeng.


     "Iye deh... Terserah mama aja," pasrah sang papa.


     Kedua insan tersebut akhirnya hilang dari pandangan mata keduanya, yang sejak tadi hanya mematung menatap punggung keduanya yang terus berjalan menjauh.


     "Oh iya! Kaka mau makan pakai apa? nasi goreng?" tanya Miftah.


     "Gak ah... Itu berminyak... Apa lagi tenggorokanku agak sakit," tolaknya.


     "Hmm... Kalau kuah bening mau gak?" tanyanya lagi.


     "Emangnya ada? kan kalau pagi bi Ati cuma masak nasi goreng," ucapnya malah balik bertanya.

__ADS_1


     "Ya aku buatin lah Kaka..." responnya.


     "Apa itu tidak menyita waktumu? kan bentar lagi kamu mau berangkat kerja," ucapnya merasa tidak enak dengan Miftah.


     "Udah Kaka biasa aja... Lagian Kaka sakit karna Miftah juga... Anggap aja Miftah masak sebagai rasa terima kasih Miftah buat Kaka..." ucapnya.


     "Makasih ya Ratuku... Kamu baik banget deh sama Rajamu ini," responnya sambil tersenyum bahagia, bahkan ia sampai memperlihatkan rentetan gigi putihnya yang bersih dan rapi.


    "Udah Kaka... Gak perlu sungkan sama Miftah ma..." beritahunya.


     "Oke deh!" jawab Firdaus.


     "Kalau gitu Miftah tinggal masak dulu yah..." pamitnya.


     "Iya... Hati - hati masaknya! jangan pikirin aku terus... Entar jarinya keiris sayur lagi! eh! maksudnya pisau," ucapnya terlalu bersemangat bahkan ia sampai salah mengucapkan sesuatu.


     "Hahaha Kaka ini... Langsung tampak segar aja! padahal masih pucat itu mukanya," respon Miftah sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.


     "Lagian Rajamu ini terlalu senang, sebab sang Ratu mau menawarkan masakannya untuknya." ungkapnya yang lagi - lagi hanya membuat Miftah menggeleng - gelengkan kepalanya dengan suara tawa yang sudah susah payah ditahannya.


     Usai pamit untuk terakhir kalinya baru Miftah keluar dari kamar Firdaus, lalu bergegas menuju dapur untuk memasak kuah bening.


     Didapur Miftah langsung saja berperang dengan beberapa sayuran yang akan ia cincang sebagai bahan untuk membuat kuah bening nanti.


     Tak perlu menunggu waktu lama, kuah bening pun jadi. Dengan senyuman yang terus mengembang, ia langsung menuangkannya kedalam mangkok ukuran sedang.



     Ia juga menaruh nasi dan juga lauk pauk diatas sebuah piring. Setelah menaruhnya diatas nampan dengan rapi, baru ia membawanya kekamar Firdaus.


     Saat diperjalanan ia sempat ditanya oleh mama dan papa, hingga ia mendapat pujian oleh mereka dan Miftah hanya mengucapkan terima kasih lalu bergegas pergi karna tak ingin membuat Firdaus menunggu lama.


_____________________________________


Hai kaka semuanya... 🤗


Makasih ya... Karna sudah mau mampir ke Novel kedua Star... 😇


"KEBUN TERONG SIGADIS NARSIS"


Star sangat berterima kasih bagi Kaka - Kaka yang sudah mau memberi Ranting, like, vote bahkan sampai membaca dan mengomentari karya star... 🙏😊


Star sangat senang hingga jadi lebih semangat... 😄


Dimana bulan disitu bintang 😀


Dimana gelap disitu terang 🤣


Terima kasih bila tlah datang 😆


Star beri ucapan salam sayang 😘


Oke... Sampai jumpa di part selanjutnya ya...


Makasih untuk Kaka - kaka yang selalu hadir...

__ADS_1


   🍃🍃🍃🍃🍃  🙏🙏🙏  🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2