
Miftah, Firdaus, Dahra, Alterio, Permata dan Fahman ternyata sejak tadi sudah memerhatikan apa yang mereka bicaranya di balik tangga bagian bawah.
"Ya ampun... Selamat ya Rosa... Akhirnya kamu bisa kembali ke pelukan mantan suami yang nantinya bakal jadi suami idaman lagi..." goda Dahra yang sudah berjalan di hadapannya.
"Lho Dahra! bukannya tadi kamu pergi ke toilet? udah siap emang?" tanya Rosalia bingung.
"Hahaha, mana ada! aku minta maaf ya karena tadi aku cuma menipumu kok." beritahunya.
"Pasti kamu berniat untuk pergi karna Askari akan segera tiba di sini ya?" tebaknya.
"Nah! pintar! bener banget Rosa," responnya sambil menepuk tangannya.
"Iss... Sudah kuduga, pasti ada yang gak beres dari kamu sejak kamu ajak aku dari awal." resahnya.
"Tapi ujung - ujungnya kamu terjebak juga kan?" bangganya.
"Iya deh... Ku akui kepintaran dramamu," responnya mulai kesal lalu jadi terkekeh sendiri.
"Akhirnya mama dan papa bisa bersatu kembali nanti, kira - kita kapan rujuknya ma? pa?" tanya Miftah.
"Gak tau juga nak... Bukannya kamu mau nangkap kejahatan nyonya dulu?" peringat sang papa.
"Oh iya ya pa! soalnya tadi sore cuma Werdan saja yang telah terungkap," sedihnya.
"Udah gak usah sedih kayak gitu... Nanti kita akan cari cara untuk menangkapnya," hibur sang papa.
"Oke pa," respon Miftah sambil menyipitkan satu matanya.
Saat mereka sedang asyik berbincang tiba - tiba tatapan Miftah tak sengaja tertuju pada sebuah mobil hitam yang biasa di kendarai oleh sang nyonya.
"Pa! coba lihat ke sana deh, bukannya itu mobilnya istri papa?" tunjuk Miftah.
Yang lainnya jadi ikut melihat ke arah mana tangan Miftah tertuju.
"Eh! kamu benar nak! tapi kenapa dia terlihat membawa mobil begitu kencang ya?" pikirnya.
"Apa mungkin ini ada sangkut pautnya sama Werdan?" tebak Fahman.
"Bisa jadi kak! lebih baik kita ikuti saja kemana nyonya itu pergi," usul Permata yang di angguki Fahman.
"Baiklah kalau begitu! ayo kita ikuti kemana mobil itu pergi," ajak Fahman sambil menarik tangan Permata untuk menuruni tangga.
"Mas! sepertinya kita juga harus menyusul mereka," ucap Rosalia sambil menatap ke arah Askari.
__ADS_1
"Kamu benar Rosa, ayo!" responnya.
Tiba - tiba langkahnya terhenti saat mengingat jika ia pergi ke sini tanpa membawa mobilnya akibat di jemput oleh Alterio.
"Maaf Alterio! bisakah saya meminjam mobilmu untuk mengejarnya?" tanya Askari.
"Tentu saja! ini! ambillah, semoga saja kalian bisa menemukan titik terang setelah ini." doanya.
"Amiiin... Semoga saja! terima kasih ya," ucapnya.
"Sama - sama Askari," responnya sambil tersenyum.
"Berjuanglah ma! pa!" seru Miftah sambil mengangkat satu tangannya yang sudah mengepal.
"Iya sayang... Doain mama dan papa ya..." respon sang mama sambil menuruni anak tangga di belakang Askari yang tak pernah mau melepaskan genggaman tangannya dari Rosalia.
Disisi lain Fahman dan Permata yang sudah sampai di lantai bawah mulai bergegas menuju ke arah mobilnya.
"Ayo masuk Permata," pinta Fahman setelah membukakan pintu untuk Permata.
"Makasih banyak ya bang! harusnya Abang masuk aja ke mobil... Biar adek aja yang buka sendiri," responnya merasa tidak enak.
"Udah gak papa kok dek..." ucapnya sambil tersenyum dan Permata juga balas tersenyum.
Setelah Permata masuk, baru Fahman bergegas ke kursi mengemudi untuk melajukan mobilnya.
"Huh! untung saja kita sempat mengejar mobil ini dek," ucap Fahman sambil menghembuskan napas pelan.
"Iya Abang benar, kalau sampai kita telat sedikit saja! kita pasti sudah kehilangan jejaknya," responnya sambil menatap ke arah Fahman yang di balas tatap olehnya.
🍆 Beberapa menit yang lalu 🍆
Sang nyonya yang telah lelah menunggu kerjaan suaminya selesai di ruangan kerjanya yang ada di kamar sebelah mereka memilih untuk tidur duluan karna rasa kantuk sudah menyerangnya.
"Hmmm... Mas... Sampai kapan sih kamu sibuk terus sama pekerjaanmu? kita suami istri saja tidak seperti suami istri pada umumnya, aku seperti wanita yang tak memiliki suami jika seperti ini." batinnya.
"Ada! tapi berasa tiada," batinnya lagi.
Tanpa ia sadari air matanya sudah mengalir membasahi pipinya.
"Ma... Pa... Aku tau kalian sudah tidak ada lagi di sampingku... Aku hanya bisa memeluk bayangan kasih sayang kalian dalam bayanganku, dan terkadang pernah masuk kedalam mimpi indahku." batinnya.
"Kenapa mama sama papa pergi begitu cepat? kenapa ma? kenapa pa? waktu itu aku masih kecil, aku masih haus kasih sayang kalian. Tante malah menjodohkanku dengan pria yang sama sekali gak aku cintai, dan itu membuat gairahku menurun." resahnya.
__ADS_1
"Aku kira setelah aku mendapatkan orang yang aku cintai meskipun dengan cara yang tak baik, ia akan balas mencintaiku lagi karna pesonaku." renungnya.
"Sekarang aku jadi belajar! jika paras bukanlah hal yang dapat menguasai segalanya, tapi hati lah yang telah menjadi Rajanya." pikirnya mengambil kesimpulan.
Karna tak ingin terlalu lama menunggu di depan ruangan kerja Askari, ia memilih untuk tidur lebih awal usai makan malam yang terasa begitu sunyi.
Akhir - akhir ini Askari tampak selalu menghindar jika ia sedang mencoba untuk mendekatinya.
Ia hanya menurut dan mau duduk bersamanya di saat jam makan saja.
Sang nyonya kini meraih gagang pintu dan membukanya untuk masuk kedalamnya.
Ia mulai mengganti daster yang biasa ia pakai bersantai di dalam rumah dengan baju tidurnya.
Sebelum menghempaskan tubuhnya di atas kasur, ia memilih untuk menggosok gigi terlebih dahulu.
Kini ia sudah berbaring di kasur empuknya usai menyelesaikan urusannya di kamar mandi.
Mimpi indah sudah mulai bersiap - siap untuk membuatnya bahagia di bawah alam sadarnya.
Dan saat ia sudah tertidur baru Askari selesai menyelesaikan tugasnya dan sebuah panggilan dari Alterio pun masuk.
Untung Askari sudah di berikan nomor ponsel Alterio oleh putrinya.
Ketika telponan mereka berakhir, Askari bergegas kekamarnya untuk mengganti bajunya menggunakan baju yang lumayan bagus.
Sebelum keluar dari kamarnya ia sempat menatap wajah seorang wanita yang kini sudah menjadi istri sahnya.
"Maafkan aku Karlina, karna hingga saat ini aku masih belum bisa untuk menganggapmu ada didalam hati kecilku. Aku tau! kamu sudah berusaha keras untuk membuatku tertarik padamu, tapi aku benar - benar minta maaf! karna hantiku masih berpihak kepada Rosalia hingga kau tidak memiliki ruang sedikit pun untuk ikut masuk kedalamnya." ucapnya.
"Harusnya jika kau sudah tau bila kehidupanmu sejak dulu sudah penuh kesedihan, kau lebih baik memilih pria yang sangat tulis mencintaimu. Hingga kau bisa bahagia saat hidup bersamanya!" sambungnya.
"Aku tau kau sangat menginginkan buah hati di umurmu yang tak lagi bisa di bilang muda, tapi aku lebih tak ingin lagi merampas kesucianmu tanpa rasa cinta yang ada di hatiku." resahnya lalu melangkah meninggalkan kamar.
Setelah setengah jam usai kepergian Askari, mata Karlina jadi terbuka akibat terganggu dengan bunyi ponsel yang mengusik indra pendengarannya.
Entah apa yang seseorang itu katakan, hingga ia jadi bergegas bangkit dan segera menuju ke lokasi yang di perintahkan oleh lawan bicaranya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
__ADS_1
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇