
Disisi lain Firdaus masih tak dapat tidur dengan tenang setelah mendengar apa yang Miftah ucapkan padanya, entah kenapa ia jadi ikut merasakan sakit saat melihat matanya yang sedikit berkaca - kaca dibalik tatapan tajamnya.
Ia bingung dengan dirinya sendiri, harusnya ia merasa senang karna kerja kerasnya dapat dibantu oleh mama dan papanya untuk mempermudah impiannya, tapi dirinya jadi tak terkontrol saat berhadapan dengan orang tuanya.
Jika ia melihat mama dan papanya ia jadi teringat tentang Jannah bahkan ia hampir saja melupakan gadis yang dulu sempat ia kejar mati - matian hingga ia menerimanya.
Jannah bukan lah seorang gadis yang mudah terpicu dengan pria, ia lebih suka menyendiri dan menyibukkan dirinya untuk membaca sesuatu yang dapat menambah wawasannya maka tak jarang jika perpus menjadi tempat yang paling siring ia kunjungi.
Firdaus demi bisa berbicara dengannya malah ikut - ikutan rajin mengunjungi tempat yang membuat rasa bosannya memberontak meminta kebebasan, ia sudah pusing dengan buku pelajaran jadi sangat malas jika membaca walau pun hanya sekedar novel.
Jannah yang merasa selalu dibuntuti merasa curiga terhadapnya tapi ia lebih memilih berpikir positif kepada Firdaus karna yang terpenting baginya adalah meminjam buku lalu pergi dari tempat tersebut untuk mencari ketenangan.
Entah kenapa Firdaus sedikit kaku jika berbicara dengannya dibandingkan gadis lainnya yang dapat dengan mudah ia sapa tapi sekarang ia malah seperti robot yang terkontrol, bisa melihat tapi tak bisa berbuat apa - apa sebelum diaktifkan.
Tak jarang ia sampai ditegur oleh penjaga perpustakaan yang merupakan Kaka kelasnya sendiri saat ia masih duduk dikelas satu SMA sedangkan Jannah sendiri duduk dikelas satu SMP.
Jannah yang masih kecil tidak pernah merasa takut dan malu jika harus kearea perpus yang ruangannya berada dikawasan para santriwan, yang penting ia sudah mengikuti aturan jika menuju ke kawasan mereka ia harus menggunakan baju yang panjang tak lupa kaos kaki.
Sebenarnya banyak sekali yang menyukai Jannah pada saat itu karna ia juga terkenal dengan gadis yang imut dan lucu, sudah berapa kali Jannah menerima surat dari santriwan entah itu Kaka kelas atau pun teman sebayanya.
Namun tak satu pun berhasil diterima oleh nya karna saat mendapatkan surat yang berisi kata - kata romantis agar ia terbuai itu tak membuatnya hanyut sama sekali, dengan berani ia menjawab secara sopan agar sang penerima tidak merasa sakit hati akibat ucapannya meskipun lewat tinta yang ditumpahkan diatas secarik kertas putih.
🍃 Balasan Jannah 🍃
Wa'alaikum salam ya Akhi...
__ADS_1
Afwan ya Akhi...
Bukannya Jannah tidak menghargai permintaan Akhi tapi Akhi harus tau peraturan yang sudah ditetapkan dipondok ini...
Bukankah tujuan kita kesini untuk membahagiakan orang tuaku kita ?
Terus jika memang itu niat awal kita kenapa kita malah mencari pasangan yang belum tentu ia adalah jodoh kita...
Akhi harus fokus belajar dulu begitu pun dengan Jannah karna jika kita berpacaran itu pasti akan menggangu kefokusan kita dalam memahami pelajaran...
Takutnya dari berpacaran dapat menimbulkan sesuatu yang tidak kita inginkan Akhi...
Jadi Jannah harap akhi mau mengerti Jannah, Jannah pun masih kecil dan harus lebih banyak memahami sesuatu yang belum Jannah ketahui karna Jannah gak mau kecewain Abi dan umi Jannah yang ada di rumah...
Wassalamu'alaikum
Begitulah balasan surat yang Jannah balas dan ia berikan langsung pada Akhinya ketika keadaan masih sangat sepi lalu tanpa memberi kesempatan untuk lawan berbicara ia langsung pergi dari hadapannya dalam keadaan kepala yang terus saja menunduk.
Saat membaca balasan surat dari Jannah bukannya marah dan menjauh ia malah semakin penasaran dan tertarik untuk lebih mengenalkannya semakin jauh.
Ia adalah Ahki Firdaus yang sangat banyak dikagumi oleh kaum hawa, buktinya sudah banyak sekali surat yang ia terima dari beberapa santriwati yang secara diam - diam mencuri waktu untuk memberikan sepucuk surat beserta hadiah berupa coklat.
Namun tak satu pun ia hiraukan, surat dari mereka malah ia buang ketempat sampah karna merasa muak dengan kata - kata yang menurutnya terlalu menggelikan.
Semenjak para santriwan tau jika Akhi Firdaus ditolak saat itulah mereka semua merasa malu dan segan untuk mengejarnya karna dipikiran mereka "Akhi Firdaus aja yang sangat tampan dan berbakat tak lupa kaya aja ditolak olehnya apa lagi kita."
__ADS_1
*Jannah merasa bahagia karna kehidupannya tak lagi terusik, ia jadi lebih fokus dalam mengerjakan sesuatu tanpa harus khawatir membalas jawaban dari setiap surat yang pernah ia dapatkan.
Beruntung para pengurus santriwati percaya bahwa Miftah tidak mungkin berpacaran atau memulai duluan untuk mengirim surat hingga ia tidak pernah berurusan dengan bagian keamanan*.
Firdaus hanya dapat melihat kearah langit melalui kaca jendelanya yang transparan dan sangat bening karna bi Ati selalu membersihkannya hingga berkilau tanpa debu sedikit pun.
Saat ia resah dan ingin mendapatkan ketenangan ia biasanya lebih memilih mendengarkan sholawat hasil rekamannya sambil menikmati keindahan langit malam.
Karna benar - benar tidak bisa tidur Firdaus pun memilih untuk keluar ke balkon kamarnya setelah membuka pintu kaca kamarnya lalu memilih duduk diatas kursi empuk yang ada diluar.
Dari atas dapat di lihat dengan jelas pemandangan taman yang terdapat kolam berenang ditengahnya, hembusan angin malam mulai menyambut kehadirannya sambil menggoyangkan sedikit rambut Firdaus.
Setelah memasang headset dan membuka rekaman baru ia menjadi rileks seketika, masalah tadi ia anggap seperti tidak pernah terjadi yang terpenting baginya sekarang adalah bagaimana caranya agar ia dapat menenangkan dirinya walau pun hanya sesaat.
Ia hanya menatap kosong pada langit malam yang tampak polos tanpa munculnya benda yang turut hadir menemaninya ketika ia sedang bersantai di balkon kamar saat malam tiba.
Namun semenjak pekerjaannya menumpuk akibat mencari cara untuk membuat Miftah dapat dekat dengannya ia jadi jarang ada waktu walau hanya sekedar duduk barang sebentar saja.
Ketika rasa lelahnya yang menjadi juara pada saat itu ia lebih memilih tidur dari pada bersantai dimalam hari meskipun itu mampu membuat beban yang ia rasakan jadi sedikit berkurang.
Dari dulu Firdaus sangat jarang merokok, semenjak ketahuan papanya ia selalu dimarahi bahkan uang jajannya saja sampai di sita karna ia menggunakannya hanya untuk membeli beberapa batang rokok yang tentu saja membahayakan kesehatannya.
Hingga ia menjadikan kopi sebagai minuman yang wajib ada saat ia sedang bersantai dimana pun dan kapanpun untuk menghilangkan sedikit rasa lelahnya setelah selesai bekerja tapi karna sekarang sudah lumayan larut ia hanya memilih untuk bersantai saja.
__ADS_1