
"Hai lagi ngapain tu?" tanya Zamrud pada Miftah yang sedang asyik berbicara dengan Zaldira.
"Yah... Aku dikacangin... Udah kayak kambing congek aja..." ambek Zamrud seperti anak kecil.
"Aduh... Kak Zamrud ini cewek apa cowok sih sebenarnya? kok gak mirip banget gayanya sama kenyataan," cibir Zaldira.
"Suka - suka aku lah! mau aku caper kek! enggak kek! bukan urusanmu tau," respon Zamrud sambil menatap malas kearah Zaldira.
"Hei... Hei... Dari pada kalian ribut - ribut, mendingan kalian bantu aku buat taruh pupuk dikebunku agar cepat siap." ucap Miftah yang sudah merasa tak nyaman.
"Tau... Mereka dari tadi emang berantem mulu kerjaannya! pusing ini pala sama kuping," resah Wahyu yang baru saja tiba dan mendengar suara perdebatan.
"Hei mana ada kuping pusing," komen Zamrud.
__ADS_1
"Kamu udah gedek kan? jadi udah pasti tau kalau kuping itu sakit bukan pusing! jadi aku gak perlu repot - repot ngomong detail," jelas Wahyu yang sedang berusaha menahan rasa takutnya saat menghadapi sang singa kelaparan.
"Udah... Udah... Ayo kita mulai pemupukan aja dari pada abis waktu karna bertengkar.
"Cegah Miftah sambil memberikan satu orang satu karung pupuk berukuran sedang.
"Ini nama pupuknya apa kak?" tanya Zaldira penasaran.
"Oh... Itu NPK GOLD DGW sedangkan yang dipegang oleh kak Zamrud itu namanya HX DAP gunanya untuk memberikan unsur - unsur hara yang dibutuhkan tanaman terong... Pupuk ini diproduksi oleh PT HEXTAR FERTILIZER INDONESIA sebagai pupuk dasar tanaman terong," jelas Miftah hingga mereka dibuat kagum karna Miftah sangat paham bahkan hafal dengan nama PT - PTnya sekaligus meskipun usianya masih terbilang muda, tapi jiwa dia dalam mengolah bisnis terong ini benar - benar tidak dapat diragukan lagi.
"Apa kamu bilang? coba ulangi sekali lagi! sepertinya telingaku agak tersumpal tadi sama angin jadi kurang jelas," pinta Zamrud penuh penekanan hingga membuat Wahyu hanya menggeleng - gelengkan kepala dengan mata yang tak berhenti berkedip untuk mengisyaratkannya pada Miftah agar ia mau menolongnya.
Miftah yang sudah tak tega mau tidak mau menuruti keinginan Wahyu.
__ADS_1
"Kaka... Gimana kalau Kaka memupukkan tanamannya sama aku aja sedangkan Zaldira sama Kak Wahyu? kalau Kaka gak mau gak papa juga sih, aku sama kak Wahyu aja deh." ucap Miftah lembut lalu langsung berjalan meninggalkan mereka, tapi langkahnya terhenti saat Zamrud berkata "Eh! eh! iya... Iya... Kan belum sempat jawab akunya..." kejut Zamrud sambil berjalan menyusul Miftah dan berdiri disampingnya.
"Kali ini kamu selamat kawan! tapi jangan harap lain waktu oke," ucap Zamrud sambil menatap nanar kearahnya lalu berusaha memasang wajah manis ketika tatapannya berjumpa dengan Miftah.
Saat Zamrud dan Miftah sudah sedikit menjauh, barulah ketenangan sedikit demi sedikit sudah ia rasakan kembali.
"Syukurlah..." ucapnya lega.
"Ayo Kaka kita langsung kerjain tugas kita," ajak Zaldira sambil tersenyum.
"Oke! mari," respon Wahyu membalas senyuman dari Zaldira.
Akhirnya suasana menjadi sunyi karna semua orang sudah sibuk mengerjakan tugasnya masing - masing.
__ADS_1
Pancaran kebahagiaan tak henti - hentinya memancar dari wajah Zamrud saat dirinya sedang bersama dengan Miftah, ia merasa seperti bermimpi tapi ini sungguh nyata.
Jantungnya saja tak berhenti berdetak dengan kencang. Meskipun ia tidak tau apakah Miftah merasakan hal sama dengannya, tapi yang terpenting baginya untuk saat ini adalah ia dapat bersama dengan gadis yang sangat ia cintai dan entah kapan cintanya akan dibalas kembali meski hanya dalam mimpi ia sungguh sangat bersyukur tapi sayangnya satu pun tidak pernah ia alami.