Kebun Terong Sigadis Narsis

Kebun Terong Sigadis Narsis
Part 174


__ADS_3

     Kini mereka sudah sampai di hadapan ibu dan Ayah Zaldira yang sejak tadi tampak cemas menunggu kedatangan mereka yang cukup lama.


     "Ibu! ayah! kenapa bengong aja?" tanya Zaldira bingung.


     Mereka yang sontak terkejut langsung membalikkan tubuh mereka menghadap ke asal suara.


     "Ya ampun Zal... Kamu ini dari mana aja sama Zamrud hah? ibu sama ayah udah khawatir banget tau..." respon sang ibu yang kini sudah bangkit dan memegang sebelah pipi putrinya.


     "Lho, ibu sama ayah ngapain cemas? gak perlu cemas begitu ya Bu... Yah... Zaldira sama kak Zamrud cuma mau antarin koper doang kok," jelasnya.


     "Tapi kok lama Za?" selidik sang ayah curiga.


     "Iya tadi agak lama yah karna tiba - tiba aja perut Zaldira mulas, mungkin aja efek belum pernah naik pesawat ya. Jadinya pas mau naik udah was - was duluan," resah Zaldira.


     "Hahaha kamu ini ada - ada aja sayang..." respon ibu Zakia sambil tertawa.


     Tanpa mereka sadari tiba - tiba saja Speaker petugas yang biasa memberitahukan informasi tentang penerbangan pun berkata tentang pesawat yang akan Zaldira tuju keberangkatannya.


     "Ibu ayah, Zaldira berangkat dulu ya... Tolong jaga kesehatan ibu dan ayah selagi Zaldira di negri paman... Zaldira janji, Zaldira akan belajar rajin - rajin sampai Zaldira sukses menjadi seseorang yang mampu membuat kalian ikut di pandang." tekatnya.


     Ibu Zakia dan pak Zakri sangat terharu saat mendengar apa yang putri mereka katakan, butiran kristal putih juga tak mampu mereka tahan lagi.


     Dan tanpa mereka sadari, saat mereka sedang berpelukan tiba - tiba orang tua Zamrud pun datang sambil melemparkan senyuman.


     "Lho! ma, pa. Ternyata mama sama papa bakal datang juga?" kaget Zamrud.


     "Iya dong mama sama papa pasti datang... Ini kan hari terakhir kami dapat bertemu dengan calon mantu yang akan berkerja keras di luar negri nanti," jelas sang mama.


     "Benar banget itu ma... Meskipun kami memang sedang agak sibuk hari ini, tapi tetap saja. Kami pasti akan meluangkan waktu untuk bisa menyaksikan keberangkatan mantu kami," sambung sang papa tak mau kalah.


     "Ya ampun nyonya bisa aja," senang Zaldira lalu bergegas memeluk sang mama.


     Tak lupa ia juga memeluk papa Zamrud baru melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam pesawat.


     Sebelum Zaldira benar - benar berjalan menjauh Zamrud sempat berbisik tepat di telinganya.


     "Zaldira, aku akan terus memakai Syalmu ini kapan pun dan di manapun sampai kau kembali lagi berada di sisiku."


     Zaldira yang mendengar hal itu hanya tersenyum sambil mengucapkan kata makasih dan tampa menunggu waktu lama ia sudah tak terlihat lagi karena sudah masuk ke dalam kerumunan orang yang juga ingin memasuki pesawat.

__ADS_1


     Ibu Zakia dan pak Zakri langsung bergegas ke arah dinding tembus pandang yang membuat mereka dapat melihat jalanan pesawat sebelum lepas landas atau pun mendarat.



     Terlihat jelas pesawat Zaldira yang sedang melaju dan tak berapa lama kemudian roda yang awalnya masih menempel pada jalan itu mulai masuk ke dalam lalu pesawat sudah betul - betul melayang naik semakin ke atas hingga menembus sang awan.




     "Selamat jalan Zaldira, semoga saja ini pilihan yang tepat untuk mu dan aku sangat berharap dapat bertemu denganmu beberapa tahun lagi." batin Zamrud berkaca - kaca.


     Ini cukup berat baginya, setelah ia mendapatkan seseorang yang sangat pas dengan dirinya malah perpisahan yang berujung rindu yang kini menghampirinya.


     Entahlah! apakah ia sanggup atau tidak, yang penting ia cukup senang karna sudah berhasil melepaskan gadis yang ia cintai mengejar impiannya sendiri tanpa perlu ia cegah lagi.


     Bibirnya tak berhenti merekahkan senyuman yang penuh arti, air mata yang sejak tadi di tahannya kini juga telah mengalir deras melalui pipinya.


     Ia hanya mampu menggigit bibir bawahnya pelan, bayangan masa lalunya sebelum perpisahan ini berputar kembali membuatnya rapuh.


     Pak Zerdio yang baru kali ini melihat putranya menangis cukup memahami apa yang kini di rasakan oleh putranya itu.


     "Kau hebat nak! kau hebat mampu melepaskan gadis yang sangat kau cintai meninggalkan kamu demi impiannya. Papa bangga padamu, karna itu tandanya kamu tidak egois nak. Meskipun kamu memiliki harta, kamu tidak juga memaksa sesuatu dengan kebendakmu saja." ucapnya dalam keadaan masih menepuk pundak Zamrud.


     Zamrud yang mendengar hal itu langsung menoleh ke arah papanya dan mulai memeluknya erat untuk mengeluarkan rasa yang membuat hatinya masih merasa sesak sejak tadi.


     "Iya pa! Zamrud bersyukur banget sama diri Zamrud karna sudah berhasil menghilangkan ego yang sempat bersemayam sejak tadi," responnya.


     Mamanya dan orang tua Zaldira sangat terharu saat melihatnya. Mereka turut merasakan hal yang Zamrud rasakan dan berusaha menahan itu semua.


     Setelah cukup tenang Zamrud melepaskan pelukannya dari sang papa, lalu mereka mulai pulang kerumah setelah saling bersalaman antara satu sama lain.


     Sedangkan itu di dalam pesawat Zaldira terus saja melihat keluar jendela. Rasa berat itu kembali hadir di hatinya dan berusaha untuk ia buang jauh - jauh karna tak ingin harus kembali menangis.


     "Selamat tinggal Indonesia, tempat yang sangat aku cintai dan penuh kenangan. Aku janji tak akan membahagiakan keluarga bahkan saudaraku saja, tapi juga mengharumkan nama negaraku dengan kepintaranku." batinnya yang masih dapat melihat tanah Indonesia dari atas sana.


     Kini pandangannya masih saja fokus pada kaca jendela pesawat, ia duduk dengan seorang gadis berkacamata yang sejak tadi tampak terus memperhatikannya.


     "Hai," sapanya tat kala Zaldira melihat kearahnya.

__ADS_1


     "Hai juga," balas Zaldira berusaha tersenyum.


     "Kamu pasti mahasiswa baru di luar negri nanti kan?" tanyanya.


     "Iya kaka benar, aku mau ke negri pamanku yang ada di Inggris." jelasnya.


     "Wah... Benarkah? tujuan kita sama tau... Aku juga mau berangkat ke sana." beritahunya.


     "Kebetulan sekali berarti ya," respon Zaldira yang mulai merasa nyaman berbicara dengan lawannya.


     "Iya kamu benar, aku juga awal - awal pergi sempat termenung juga kayak kamu. Tapi lama - lama aku jadi terbiasa sendiri," jelasnya.


     "Kaka benar, semuanya membutuhkan waktu. Semoga saja aku bisa cepat - cepat terbiasa sepertimu juga ya..." harapnya.


     "Amiiin ya rabbal a'lamin..." responnya.


     "Lho! agama Kaka juga Islam?" tanyanya kaget.


     "Iya dong... Memangnya kalau orang yang beragama Islam meski menggunakan kerudung semua? kan enggak," jawabnya.


     "Maaf kak, wajah Kaka benar - benar seperti bukan dari Indonesia. Kan rata - rata mayoritas orang Indonesia beragam Islam." ungkapnya.


      "Kamu benar, wajahku memang tidak mirip orang Indonesia karena orang tuaku adalah orang Inggris." jelasnya.


     "Lalu waktu Kaka berkunjung ke Indonesia Kaka kerumah siapa?" tanya Zaldira yang semakin penasaran.


     "Ya aku berkunjung kerumah pamanku yang ada di Indonesia," jelasnya.


     "Hahaha ya ampun kita terbalik ya berarti, aku yang malah ke negara pamanku sedangkan Kaka malah kenegara paman Kaka." tawanya.


     "Eh! iya ya, aku baru sadar." responnya yang ikut - ikutan tertawa.


     Sepanjang perjalanan mereka masih asyik mengobrol sampai tak sadar jika pesawat tak lama lagi juga akan mendarat ke tempat tujuan pemberhentian.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆

__ADS_1


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇


__ADS_2