Kebun Terong Sigadis Narsis

Kebun Terong Sigadis Narsis
Part 148


__ADS_3

     Kini Karlina sudah sampai di sebuah Mall yang lumayan mewah. Ada banyak para muda mudi yang datang entah itu bersama keluarganya, teman - temannya, bahkan pasangannya masing - masing.


     "Wah... Ramai sekali," batinnya tak berhenti melihat ke arah orang yang berlalu lalang keluar masuk sejak tadi.



     "Semoga saja ia ada disini," batinnya lagi lalu bergegas memarkirkan mobilnya.


     Selesai dengan urusannya di tempat parkiran, baru ia melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam mall tersebut.


     Matanya tak pernah lepas menyapu berbagai sudut mall untuk mencari sosok pria itu.


     Kini ia memutuskan untuk naik ke lantai atas setelah memastikan tidak ada di lantai bawah.


     Napasnya sedikit naik turun akibat lelah dan sejak tadi juga tak berhenti untuk berjalan dengan sepatu hak.


     "Ya ampun... Dia dimana sih? kakiku kayaknya udah mau bengkak ini," resahnya masih memaksakan kakinya untuk berjalan.


     Hingga akhirnya sampailah ia di tepat permainan yang banyak di gemari oleh anak - anak kecil sampai orang dewasa.



     Entah itu permainan melempar bola, mengambil boneka bahkan bermain mobil tanpa roda di atas lantai.


     Karna sudah tidak kuat lagi akhirnya ia memilih beristirahat di salah satu kursi panjang yang ada disitu.


     "Duh... Telapak kakiku udah merah lagi, mana berdenyutnya gak kira - kira." keluhnya sambil menghembuskan napas panjang.


     Matanya yang awalnya sibuk memperhatikan telapak kaki jadi berbinar saat melihat penjual es krim tepat di hadapannya.



     "Wah... Kebetulan banget ini, udah ma aku gerah banget." racaunya seorang diri.


     Saat ia berniat untuk bangkit kakinya malah tertekuk hingga ia jadi jatuh kembali dan itu bisa di bayangkan sendiri kan sakitnya bagaimana?


     Ya pasti sangat sakit! bahkan kalau saja ia tak sedikit menahan tubuhnya, mungkin saja hak sepatunya bisa patah tadi.


     Ia bingung harus bagaimana sekarang, ia sangat menginginkan es krim itu.


     Tiba - tiba sebuah pikiran terlintas di kepalanya ketika seorang pria berbadan tinggi dan berkulit putih susu lewat tepat di hadapannya.


     "Aduh mas... Boleh minta tolong gak mas? kayaknya darah kakiku lagi di serbu sama semut deh!" ucapnya sambil memaksakan senyuman.


     Pria yang berjalan sambil menunduk saat mendengar seseorang seperti memanggiknya ia pun menghampiri orang tersebut.

__ADS_1


     "Plup,"


     Sebuah pesan dari chat Waasap masuk, hingga ia yang hendak mengadahkan wajahnya jadi terhenti.


     Ia membuka ponselnya untuk membaca pesan masuk sambil bertanya kepada wanita yang ada di hadapannya tanpa menatapnya.


     "Maaf Bu! apa ada yang bisa saya bantu?" tanyanya masih fokus pada layar ponsel.


     "Ni orang serius mau tolongin gak sih? masak tanya gak natap orang yang minta tolongnya, nanti pas udah beli malah salah kasih ke orang lain lagi." batinnya merasa geram.


     "Tapi mengingat nasib tenggorokanku yang merana akibat tak bisa merasakan kesejukan es lembut, aku harus rela minta tolong juga meskipun agak menyebalkan sih!" batinnya lagi sambil mengernyitkan dahinya.


     "Tolong belikan saya satu Es krim rasa Vanilla, kalau anda mau boleh ambil uang saya dan kembalikan sisa kembaliannya nanti." jawabnya akhirnya.


     "Baiklah! harap tunggu sebentar ya Bu," responnya lalu berjalan membelakanginya.


     "Huh! malas sebenarnya aku di panggil ibu, masak iya wajahku yang turunan awet muda panggilannya kayak orang udah tuwir." lagi - lagi ia kembali meracau sendiri.


     Karlina juga tak dapat mengenal jelas wajah yang terus menunduk itu hingga akhirnya es krim yang ia pesan pun sampai.


     "Ini es krimnya," ucap pria itu.


     Karlina pun mengambilnya sambil mengucapkan terima kasih.


     "Dan ini uang kembaliannya ya... Maaf kurang sopan kepada anda tadi, karna saya ada pesan penting lalu memanggil anda dengan sebutan ibu." sambungnya yang membuat Karlina tersenyum.


     "Oh iya! tidak masalah kok! harusnya saya yang minta maaf karna telah merepotkan kamu," responnya sambil meraih uang kembalian berjumlah puluhan rupiah itu.


     "Kalau begitu saya izin pamit ya," ucapnya sambil mengadahkan wajahnya tanpa di pinta oleh Karlina.


     Seketika tatapan mereka bertemu dan mereka jadi mematung saking tak percaya dengan apa yang mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri.


     "Karondra!" seru Karlina sambil membekap mulutnya dengan satu tangan yang masih memegang uang kembalian.


     "Karlina! apakah ini kamu Karlina?" tanyanya tak percaya sambil menurunkan tangan Karlina yang hampir memasukkan uang kedalam mulutnya.


     Karlina yang sangat terharu jadi tak merasakan lagi rasa sakit yang ada di kakinya, ia langsung bangkit dan melingkarkan kedua tangannya yang masih memegang es krim dan uang di leher Karondra.


     "Akhirnya aku bisa menemukanmu kak! sejak tadi aku sudah mencarimu kesana kemari tapi kau tak kunjung terlihat, hingga aku kelelahan dan memutuskan untuk beristirahat." beritahunya sedikit berbisik di telinganya.


     Karondra yang masih belum bisa mencerna apa yang sedang terjadi hanya mematung dalam pelukan Karlina yang begitu tiba - tiba.


     Ada rasa bahagia yang tumbuh di hatinya, tapi ia akhirnya kembali tersadar ketika mengingat Karlina sudah di miliki oleh pria lain dan ia baru bisa mengikhlaskannya sekarang.


     "Karlina! kenapa kau datang saat aku sudah berniat untuk melupakanmu? kenapa? bukannya kau sudah memiliki pria yang sudah sah menjadi milikmu? hingga kau mengabaikan suratku yang sejak dulu selalu ku kirimkan kepadamu dengan alasan aku masih mencintaimu," batinnya menjerit.

__ADS_1


     "Karodra!" ucapnya setelah melepaskan pelukannya.


     "Iya, ada apa?" tanyanya masih setengah sadar.


     "Bisakah kau mengajakku ketempat yang sedikit sepi? karna aku benar - benar ingin mengatakan suatu hal penting denganmu, dan itu hanya ada aku dan kamu." pintanya sambil menatap dalam ke arah matanya.


     "Untuk apa Karlina? apa kau tidak takut jika nanti kau terciduk oleh suamimu?" peringatnya.


     "Sudah jangan banyak bertanya! ini hal penting, apa kamu tidak sadar apa? sejak tadi orang yang lewat di hadapan kita tak pernah berhenti memandang kita tanpa berkedip." beritahunya hingga membuat Karondra melihat kebelakang dan benar saja, masih ada beberapa orang yang tak malingkan tatapannya dari mereka.


     "Kau benar Karlina! mari! aku akan mengajakmu kesuatu tempat," ajaknya sambil menarik tangan Karlina yang dengan susah payah mulai menyesuaikan langkah kakinya dengannya.


     Dan sekarang tibalah mereka di depan sebuah tangga.


     "Ayo naik," ajaknya masih tak melepaskan genggaman tangannya dari Karlina.


     Tapi Karlina menahannya karna kakinya sudah benar - benar bergetar, sejak tadi ia berusaha berjalan sambil menahan rasa sakit yang kini begitu terasa di bagian telapak kakinya.


     "Maaf Karondra! apakah tidak ada tempat lain yang sedikit sepi tanpa harus menaiki anak tangga?" tanyanya berusaha menutupi rasa sakitnya.


     "Lho! kamu kenapa? kenapa wajahmu tampak begitu pucat?" tanya Karondra panik, lalu matanya beralih melihat kaki Karlina yang sudah bergetar tak berhenti.


     "Ya ampun Kalina! kenapa sejak tadi kamu tidak bilang padaku jika kakimu sudah bengkak? apakah tadi kakimu sempat keseleo?" paniknya.


     "Enggak papa itu Karondra! sebentar lagi pasti sembuh kok!" responnya terpaksa berbohong.


     "Kamu! masih saja seperti dulu, sini biar aku bantu menggendongmu." tawarnya.


     "Tapi-" ucapannya terpotong.


     "Tidak ada tapi - tapian," responnya tak ingin di bantah.


     Karlina sampai terkejut jadinya dan melingkarkan tangannya di leher Karondra.


     "Ssst..." desisnya saat merasakan sedikit crim es krim yang mengenai leher belakangnya.


     "Ups! aku minta maaf, aku tidak sengaja dan aku sama sekali tidak-" lagi - lagi ucapannya terpotong.


     "Sudah... Tidak masalah kok! ayo kita naik sekarang," responnya dan Karlina hanya mengangguk pasrah.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆

__ADS_1


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇


__ADS_2