Kebun Terong Sigadis Narsis

Kebun Terong Sigadis Narsis
Part 55


__ADS_3

     Papa Firdaus baru saja keluar rumah dan menyuruh salah satu bodyguard nya yaitu Sekar agar mengambil kunci garasi mobil untuknya dan Sekar dengan patuh langsung melaksanakan apa yang dipinta oleh tuannya.


     "Permisi tuan! garasi mobilnya sudah saya buka," beritahunya sedikit membungkukkan badan setelah beberapa menit pergi dari hadapannya.


"Baiklah! terima kasih ya Sekar! oh iya! nanti setelah saya mengeluarkan mobil saya kamu jangan lupa untuk menutup garasinya kembali ya," peringatnya.



"Baik tuan," responnya lalu izin untuk kembali berdiri di tempat semula.


     Papa Firdaus hanya mengangguk tanda mengizinkan kemudian mulai berjalan menuju garasi untuk mengambil mobil yang sudah ia pikirkan sejak tadi.


     Setelah memilih mobil pilihannya yang berwarna merah yang biasa ia gunakan untuk ke pantai ia pun langsung mengeluarkannya dari garasi menuju ke pintu gerbang.



     "Pa Firdaus udah siap nih," ucapnya girang lalu mulai duduk disamping papanya, karna merasa ada hal yang aneh jadi ia memilih untuk memerhatikan keanehan yang ia rasakan itu.


     "Lho pa! kok tumben papa pakai mobil ini? gak kayak biasanya! apa papa mau kepantai?" tanya Firdaus setelah menyadari merek mobil yang kini dikemudikan oleh sang papa.


     "Iya papa emang niatnya mau kepantai untuk melakukan Snorkeling," jawab sang papa setelah menyuruh Firdaus memakai sabuk pengaman lalu mulai melajukan mobilnya ketempat tujuan.


    🍃 Diperjalanan menuju pantai 🍃


     "Wah... Tadi papa bilang kita mau Snorkeling ya pa?" tanyanya memastikan.


"Iya... Kamu kayaknya gak percaya banget sama papa," ucapnya sambil menghembuskan nafas pelan.


     "Ya kan wajar Firdaus tanya lagi kepapa! selama ini bisanya kalau Firdaus pengen banget Snorkeling Firdaus kan perginya cuma sama teman - teman Firdaus," alasannya sambil melihat pemandangan kota disekelilingnya.


     "Benarkah? bukannya kemampuan berenang mu dulu masih sangat payah," ledek sang papa sambil terkekeh pelan.


"Itu kan dulu pa... Semanjak hari itu Firdaus selalu pergi kekolam renang untuk berlatih hingga Firdaus pernah berhasil berenang di kedalaman 40 meter," ucapnya terpaksa mengatakan hal itu tanpa berniat untuk menyombongkan diri agar sang papa percaya kepadanya.

__ADS_1


     "Masak iya sih!" remehnya.


"Papa masih saja suka meremehkan kemampuan Firdaus," dengusnya sambil melipat kedua tangan dibawah dada dengan pandangan tertuju kedepan.


     " Hahaha, iya papa percaya kok sama kamu tapi waktu kamu berenang di kedalaman 40 meter itu kamu melakukannya secara scuba diving apa free diving?" tanya sang papa yang membuat Firdaus bingung.


     Firdaus memang pernah berenang mengikuti temannya dan ia hanya mematuhi saja apa yang temannya suruh untuk dipakai tapi belum pernah mendapatkan penjelasan secara detail tentang apa yang ia gunakan itu jadi wajar saja jika ia masih merasa asing dengan dua kalimat yang diucapkan papanya.


     "Jika scuba diving itu merupakan penyelaman yang dilakukan menggunakan alat khusus sedangkan free daving tidak," jawabnya.


     "Maksudnya tidak apa pa?" tanya Firdaus masih belum mengerti.


"Maksudnya jika kita free daving berarti kita menyelam tapi tidak mengandalkan alat khusus karna kita hanya mengandalkan paru - paru saja... Palingan alat khusus yang kita gunakan cuma masker sama kaki katak," jelas papanya yang membuat Firdaus mengangguk mengerti.


     "O... Sepertinya yang sering Firdaus lakukan adalah scuba diving pa! kalau free daving kayaknya Firdaus masih belum mampu pa," ungkapnya.


"Tak apa putraku! kamu sudah bisa scuba diving aja papa udah bersyukur karna tidak semua orang mampu berenang hingga kedalaman 40 meter! temanmu berarti sangat hebat - hebat ya," puji papanya.


     "Makasih pa... Akhirnya papa mau juga percaya sama Firdaus," ucapnya senang.


     "Iya deh pa..." responnya yang masih terus tertawa sedangkan sang papa hanya ikut tersenyum melihat kearah putranya yang terlihat sangat bahagia.


     "Oh iya pa! Kalau free diving itu dilakukan sampai kedalaman berapa meter pa?" tanyanya penasaran.


"10 meter putraku dan selam bebas seperti itu cukup berbahaya untuk di lakukan jika kita masih belum memiliki pengalaman sebelumnya, tapi sangat sulit untuk melakukan free diving." jawabnya.


     "Sulit kenapa pa?" tanya Firdaus lagi.


"Karna kalau kita mau melakukan free diving kita harus memiliki sertifikat free deving yang resmi... Tak hanya itu saja! kalau kita benar - benar ingin ikut free deving kita harus ditemani oleh teman atau instruktur yang berpengalaman," jelasnya.


     "Terus kalau kita suka melakukan daving itu sampai berapa meter ya?" gumamnya tapi masih dapat didengar oleh sang papa.


"Bisa sampai kedalaman 300 meter putraku... Bahkan lebih dari itu tapi kalau Snorkeling alias berenang dipermukaan palingan cuma sampai lima meter," ucapnya menjawab gumaman Firdaus.

__ADS_1


     "Ya ampun dalam banget pa..." ucapnya merasa sangat terkejut.


"Itu sudah biasa bagi perenang yang sudah sangat handal..." beritahunya.



"Baiklah! kalau begitu Firdaus akan berusaha lebih giat lagi agar mampu melakukan free diving juga," tekatnya.


     "Cuman kalau kita baru perenang pemula lebih baik kita menggunakan pelampung," ucap papanya dan Firdaus hanya mengangguk sambil berkata "itu mah wajib banget bagi pemula biar gak tenggelam hingga membuatnya jadi tak terlalu beresiko nantinya," responnya sembil menatap papanya.


     Tanpa mereka sadari kini mereka sudah sampai disebuah pantai yang sangat sering dikunjungi oleh papanya karna pantai wisata ini kebetukan dimiliki oleh teman dekatnya jadi akan lebih mudah bagi mereka untuk mencari instruktur yang pas.


     "Assalamualaikum temanku," sapa papa pada seorang pria tinggi tegas dan sedikit berotot itu.


"Wa'alaikum salam... Akhirnya kamu sampai juga... Hampir saja gosong aku gara - gara menunggumu terus disini," canda temannya sambil memukul bahu papanya pelan.


     "Ya maaf! namanya juga masih diperjalanan... Kan tempat wisatamu ini lumayan jauh juga... Ya udah deh! yang penting sekarang aku dan putraku sudah sampai kan?" ucapnya.


     "Iya kamu benar! dan anakmu ini benar -benar mirip denganmu yah! tampan lagi! aku seperti melihat dirimu ketika muda dulu," pujinya.


"Hahaha emang iya! lagian cuma Firdaus satu - satunya anakku yang paling mirip denganku," bangganya.


     "Oke deh! mari kita naik kapal biar bisa cepat sampai ketempat yang ingin kita selami," ajak teman nya.


"Ya sudah ayo," responnya lalu merangkul Firdaus yang sejak tadi masih sibuk memandangi pantai tersebut.


     Firdaus pun mulai berjalan beriringan bersamaan papanya sedangkan temannya berada didepan untuk memimpin perjalanan hingga sampailah mereka didepan sebuah kapal patroli yang biasa digunakan untuk mengantar penumpang sampai ke tujuan penyelaman tergantung tingkatnya.



     Sejak tadi Firdaus masih sibuk melihat keindahan pantai yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya, biasanya ia hanya pergi ke pantai terdekat saja bersama teman - temannya.


     Walau pun laut yang sering ia kunjungi terkenal indah tapi lautan wisata yang dimiliki oleh teman papanya jauh lebih indah menurut penglihatannya, itu jelas terlihat dari kilauan air lautnya yang tampak sangat bening dan biru hingga membuatnya jadi tak sabar untuk menyelusuri apa yang ada didalamnya.

__ADS_1



__ADS_2