Kebun Terong Sigadis Narsis

Kebun Terong Sigadis Narsis
Part 21


__ADS_3

         Disisi lain Zamrud sedang sibuk memilih bahan yang akan ia gunakan untuk tantangan memasak dirumahkan Miftah dengan Wahyu yang hanya mengikutinya kesana kemari.


     "Wahyu! kamu bantu aku mikir napa sih! aku pusing nih mau beli apa buat memasak nanti," resah Zamrud karena ia tidak pernah berbelanja di pasar sebelumnya semenjak dirumah, sebab semua kebutuhan memasak sudah disediakan oleh mamanya.


     Walau pun keluarga mereka kaya raya, tapi mereka tidak pernah menyewa pembantu untuk memasak karena mereka lebih suka masakan mama mereka yang kebetulan hanya bekerja sebagai seorang nyonya ditoko menjahitnya sendiri dengan anak buah  yang sangat banyak dan toko itu juga sangat terkenal dikalangan umum.


      Setiap hari toko mamanya harus menjahit beberapa ratus baju dalam seminggu, sedangkan Zamrud tugasnya kadang hanya membantu mengontrol saja karna ia juga mempunyai kesibukan sendiri sebagai pemilik kebun beraneka macam burung.

__ADS_1


     "Ya mana aku tau... Itu sih terserah kamu... Yang ada nanti kalau kamu kalah gara - gara usulanku kamu malah menyalahkanku," respon Wahyu.


     "Apa kamu bilang," geram Zamrud.


"Terserah kamu mau marah silahkan. Intinya aku gak bakal ikut campur dalam urusan mu ini, karna dapat berakibat fatal bagiku nyaman bagimu." ucap Wahyu resah sambil berlalu meninggalkannya setelah berkata "yasudah aku tunggu dimobilmu aja ya... Sambil baca komik, sedangkan kamu selamat berpusing - pusing oke."


     Dari jauh ia tak sengaja menangkap pemandangan yang mampu membuatnya kembali senang.

__ADS_1


"Wah... Kayaknya terong ungu itu menarik! lagian Miftah pasti lebih menyukai buah terong dari pada sayuran yang lain! lebih baik aku mengolah makanannya yang terbuat dari terong lah! dan yang pastinya super pedas." batinnya sambil tersenyum miring hingga membuat orang yang berlalu lalang mulai menatap heran kearahnya, tapi ia hanya menghiraukannya karna bayangan resep yang ada dikepalanya sudah berputar dan ia tinggal membelinya saja untuk dimasak dengan sepenuh hati.



   


    

__ADS_1


__ADS_2