
Tak berapa lama kemudian seorang pelayan datang dan mengajak Miftah untuk mengikutinya. Miftah hanya diam, lalu mengikutinya dari belakang tanpa berbicara sepatah kata pun.
Sesampainya dimejanya ia sangat senang, karna meja yang akan ia duduki letaknya tepat dibelakang kursi sang nyonya.
"Alhamdulillah... Makasih banyak ya Rab..." batinnya merasa senang.
Setelah duduk ia pun memesan makanan pada pelayan yang hendak pergi meninggalkannya.
"Baiklah... Pesanan anda akan datang sebentar lagi, kalau begitu saya izin pamit ya..." ucapnya sopan.
Kini tak ada lagi yang memandang remeh kearahnya, mereka memilih bersikap biasa karena mereka berpikir jika Miftah adalah kenalan sang Manajer.
"Sial! kalau begini mana aku bisa dengar dengan jelas," batinnya merasa resah.
"Aha!" serunya saat sebuah ide melintas di otak cantiknya.
"Mbak! mbak!" panggilnya pada seorang pelayan yang baru saja lewat dihadapannya.
"Iya ada apa ya?" tanyanya.
"Aku mau minta tolong sama mbak," ucapnya dengan suara pelan.
"Maaf! mau minta tolong apa ya?" tanyanya lagi merasa bingung.
Miftah pun membisikkan sesuatu ditelinga si pelayan. Awalnya ia menolak. Cuma, karna Miftah terus mengancam dengan membawa nama sang Manajer akhirnya mau tidak mau pelayan tersebut memilih menurut.
Miftah kini dapat melihat dengan jelas jika sang pelayan sedang berjalan kearah meja sang Nyonya yang masih menunggu kedatangan Werdan.
"Permisi nyonya," ucapnya sopan dengan tubuh yang sedikit ia bungkukkan.
"Iya! ada apa ya?" tanyanya sambil menatap lekat sang pelayan.
"Ini nyonya, tadi ada seorang pria diluar yang menitipkan hpnya pada anda sebentar. Ia berpesan agar anda tidak membuka hpnya, tapi simpan saja disamping tas anda," ucapnya sambil menyerahkan benda pipih tersebut.
"Ada apa dengan anak itu? gak kayak biasanya dia nitip hp, pake ngelarang aku buka lagi saking cemasnya. Hello... Dia pikir aku sekepo itu apa dengan isi hpnya yang palingan penuh dengan ayang," resahnya.
"Emang dianya kemana sih?" tanyanya.
"Tuan tadi kebasahan nyonya, jadinya ia harus keluar lagi untuk membeli baju ganti. Karna tuan tidak ingin hpnya ikutan basah, ia memilih menitipkannya sebentar pada nyonya." beritahunya.
"Emang dia tadi udah sempat masuk kesini ya?" tanyanya lagi.
Pelayan tersebut dengan sekuat tenaga menjawab setiap pertanyaan nyonya dalam keadaan tenang, agar sang nyonya tidak curiga kepadanya.
"Tadi tuan memang sudah ingin masuk kesini... Cuma saat tuan turun tadi dan hampir memasuki Restoran hujan langsung turun begitu deras hingga membasahi bajunya, lagian tidak mungkin kan tuan masuk dalam keadaan basah kuyup begitu?" jelasnya.
"Baiklah kalau begitu," ucapnya percaya lalu mengulurkan tangan untuk menerima benda pipih tersebut.
"Kalau begitu saya izin pamit ya nyonya," pamitnya saat benda tersebut sudah diambil oleh sang nyonya.
"Baiklah! silahkan," ucapnya mengizinkan.
__ADS_1
Setelah direspon oleh sang nyonya ia pun langsung pergi dari hadapannya dengan jantung yang terus saja berdetak kencang saat itu.
"Ya ampun... Untung saja tadi aku lancar ketika berbicara, kalau tidak riwayatku bisa tamat nanti." batinnya merasa resah.
Miftah hanya tersenyum senang dari jauh, karna usahanya telihat berjalan mulus. Untung saja ia dapat merangkai kata - kata yang tepat agar si pelayan bisa menjawab pertanyaan nyonya yang tepat sasaran dengan apa yang ia pikirkan.
"Saya sudah menyelesaikan misi saya," ucapnya saat sudah berada dihadapan Miftah.
"Bagus! makasih ya! kalau begitu kamu boleh pergi," ucapnya yang tak berhenti memancarkan senyuman.
"Aduh... Mbak ini dari tadi cengar cengir aja! lah aku! dari tadi sibuk ngontrol detak jantungku yang hampir copot," batinnya sambil memasang tampang sedih.
"Kamu kenapa? Kok sedih gitu," tanya Miftah yang sontak saja menghancurkan lamunan pelayan tersebut.
"Eh! gak papa kok! iya sama - sama! kalau begitu saya pamit dulu ya..." ucapnya gelapkan.
Lalu tanpa menunggu jawaban dari Miftah, sosoknya dengan gesit melangkah lebar untuk pergi dari hadapannya.
Seakan - akan jika ia terus saja berdiri disitu takutnya tugas baru tak berapa lama akan menghampirinya.
"Permisi mbak... Ini pesanan anda sudah siap ya..." ucap salah seorang pelayan yang datang dengan membawa nampan yang berisi makanan dan minuman yang sejak tadi dipesannya.
"Oke... Terima kasih ya..." ucap Miftah.
"Sama - sama... Selamat menikmati ya..." ucapnya sambil tersenyum ramah dan Miftah pun langsung membalasnya lalu mulai melahap makanan yang ada dihadapannya usai membaca doa.
"Sayang banget duitku dipake buat beli makanan yang harganya ya... Gak kaleng - kaleng! habisnya kalau aku beli yang murah, aku malah dikira maling atau orang yang baru pertama kali masuk ketempat ini lagi, kan gak etis banget gitu yah." batinnya sedikit kesal.
Gerakan tangannya yang sibuk mengelap tiba - tiba saja terhenti saat melihat sosok yang menurut keyakinannya adalah orang sejak tadi ditunggu - tunggu oleh sang nyonya.
"Tunggu - tunggu! kayaknya itu pria yang bernama Werdan deh," curiganya.
Saat pria itu balas melihat kearahnya, Miftah langsung berpura - pura tidak melihat dan memalingkan wajahnya kearah lain dengan santai.
"Kamu kenapa sih? kok celingak - celinguk gitu?" tanya sang nyonya merasa heran dengan sikap Werdan.
"Enggak... Aku hanya merasa gak enak aja... Karna gadis itu sejak tadi meratiin aku terus," ungkapnya sambil duduk di kursi yang ada dihadapan nyonya.
"Emang siapa sih?" tanya nyonya penasaran.
"Itu tuh! gadis culun dengan kaca mata jadulnya! ia duduk tepat dibelakangmu," tunjuknya dengan jari telunjuknya.
Miftah yang merasa ditunjuk sedang berusaha semaksimal mungkin untuk acuh saja dan merasa ia tidak pernah melihatnya sejak tadi.
Sang nyonya mulai membalikkan tubuhnya dan ia kembali menghadap kearah depan usai mengetahui siapa sosok yang dimaksud oleh Werdan.
"Alah! itu biasa... Kayaknya dia orang baru disini... Tapi kalau gak salah ia memiliki hubungan baik dengan pak Manajer yang mengurus Restoran ini," responnya.
"Apa benar begitu?" tanyanya memastikan.
__ADS_1
"Ya ampun... Ya iyalah... Masak aku bohong sih..." ucapnya membela diri.
"Ya siapa tau... Kamu kan orangnya gak peka sama keadaan disekitarmu," cibirnya.
"Enak aja... Seenak jidat aja kamu ngomong begitu ke aku! huh! sorry benget ya..." elaknya membela diri.
"Ya udah terserah kamu aja deh!" ucapnya pasrah.
"Nah... Gitu dong sekali - kali. Jadi, lebih baik kita langsung ke intinya saja ya," putusnya.
"Oke! silahkan," setujunya sambil mempersilakan sang nyonya berbicara duluan dengan satu tangannya.
Sejak tadi mereka tampak serius saat berbicara, tak jarang ada sedikit perdebatan diantara mereka.
Kira - kira entah sudah berapa menit mereka habiskan waktu untuk membahas apa yang menjadi masalah mereka, lalu mereka mengakhirinya dengan wajah yang berbeda - beda ekpresi.
"Oh iya! ini!" ucap nyonya yang baru saja mengingat benda pipih yang sejak tadi ia letakkan disamping tas selempangnya di atas meja.
"Ini hp siapa? kenapa kamu memberikannya padaku hah?" tanyanya merasa bingung, lalu sang nyonya kembali menceritakan kejadian awal sebelum hp itu sampai ditangannya.
"Oh... Tapi itu bukan hpku, lebih baik kamu tinggalkan saja diatas meja itu, mungkin dia salah orang." usulnya.
"Baiklah kalau begitu," setujunya lalu mereka pun keluar secara bersamaan meskipun ekpresi mereka sudah kembali normal.
Miftah yang melihat kepergian mereka semakin jauh, mulai memanfaatkan kesempatan emasnya untuk kembali mengambil ponselnya dan ia sangat bersyukur karna rencananya berhasil tanpa harus dicurigai.
Setelah mengucapkan Alhamdulillah, ia langsung keluar dari tempat tersebut usai membayar apa yang sudah ia pesan tadi dengan perasaan riang.
_____________________________________
Hai kaka semuanya... 🤗
Makasih ya... Karna sudah mau mampir ke Novel kedua Star... 😇
"KEBUN TERONG SIGADIS NARSIS"
Star sangat berterima kasih bagi Kaka - Kaka yang sudah mau memberi Ranting, like, vote bahkan sampai membaca dan mengomentari karya star... 🙏😊
Star sangat senang hingga jadi lebih semangat... 😄
Dimana bulan disitu bintang 😀
Dimana gelap disitu terang 🤣
Terima kasih bila tlah datang 😆
Star beri ucapan salam sayang 😘
Oke... Sampai jumpa di part selanjutnya ya...
Makasih untuk Kaka - kaka yang selalu hadir...
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃🍃 🙏🙏🙏 🍃🍃🍃🍃🍃