Kebun Terong Sigadis Narsis

Kebun Terong Sigadis Narsis
Part 16


__ADS_3

          Disisi lain Firdaus kini sedang sibuk dengan dokumen kerjanya. Ia sama sekali tidak bisa tidur dari semalam, karna sibuk memikirkan ucapan papanya yang hampir membuatnya sangat dilanda frustasi.


     Seorang pengawalnya masuk sambil membawa seseorang disampingnya.


"Maaf bos! ini adalah orang yang anda butuhkan untuk membantu kelancaran rencana anda," ucap nya.



     Pengawal Firdaus


"Baiklah! kamu sudah boleh pergi," responnya pada pengawalnya.



"Sedangkan kamu langsung saja duduk di kursi yang ada hadapanku," pintanya acuh.


     "Baiklah! katanya kamu adalah mata - mata terhebat yang tak diragukan lagi cara kerjanya, tak lupa biayanya pasti sangat besar." ucap Firdaus memulai percakapan.


     "Benar pak! memangnya siapa yang ingin anda mata - matai?" tanyanya.


"Ini adalah setengah pembayaran untuk permulaan! jika kamu berhasil, maka aku akan menambah lebih banyak uang untukmu." jelasnya sambil menyodorkan sebuah amplop tebal yang telah di isi dengan uang senilai puluhan juta.



     Mata - mata Firdaus


"Terima kasih, saya akan menerimanya." responnya senang, lalu ia jadi terkejut saat mendengar permintaan tuannya itu.

__ADS_1



"Aku ingin kamu menyelidiki semua seluk beluk yang ada pada seorang gadis penjual terong," perintahnya.


     "Anda beneran jatuh cinta padanya?" selidiknya.


"Kamu tidak perlu banyak bertanya! selesaikan saja tugasmu! dan aku harap kamu memang bisa untuk diandalkan! berikan aku info tentangnya," geram Firdaus karena merasa tak nyaman dengan pertanyaan mata - matanya itu.


     "Apakah kau mengerti hah?!!!" gertaknya sambil menggebrak meja, sedangkan orang yang mendengar hanya mampu menelan Saliva dan berusaha menormalkan dengupan jantungnya yang hampir kabur dari tubuhnya.


     "Ba - ba baiklah pak! ka - ka kalau begitu saya pamit terlebih dahulu ya," izinnya sopan.


"Silahkan!" respon Firdaus.



"Dan ingat, waktu mu hanya dua hari! jika kamu tidak berhasil maka kamu akan tau sendiri akibat nya." ancam Firdaus yang semakin membuat bulu kuduk si mata - mata merinding.


     "Miftah, cepat atau lambat! mau tidak mau! kamu tetap harus menjadi istriku," ucapnya sambil tersenyum miring, hingga membuat pengawalnya yang bertugas membukakan pintu juga merasakan aura mengerikan dari dalam sana.


    "Kau benar - benar gila! bisa - bisanya kau memperkejakan aku dengannya," bisik mata - mata saat pintu telah ditutup.


"Maaf kawan! hanya kamu yang bisa ku harapkan! kalau tidak, nyawaku bisa tamat." cemasnya sedikit berbisik.


     "Dasar kamu ini! kamu benar - benar membuatku jadi sangat ketakutan sekarang," resahnya.


"Sabar..." ucapnya.

__ADS_1



"Kamu memang enak bilang sabar. Tapi aku benar - benar sudah seperti sasaran kematian yang tak akan lama lagi diakhirkan," dengusnya sambil melangkah pergi meninggalkan temannya tanpa senyuman.


     Sedangkan temannya itu hanya dapat menghembuskan nafas berat, sambil menggelengkan kepalanya kesana kemari saking pusingnya, mencoba untuk berpikir positif bahwa temannya itu pasti bisa menyelesaikan semua ini.


_____________________________________


Hai kaka semuanya... 🤗


Makasih ya... Karna sudah mau mampir ke Novel kedua Star... 😇


"KEBUN TERONG SIGADIS NARSIS"


Star sangat berterima kasih bagi Kaka - Kaka yang sudah mau memberi Ranting, like, vote, favorit bahkan sampai membaca dan mengomentari karya star... 🙏😊


Star sangat senang hingga jadi lebih semangat... 😄


Dimana bulan disitu bintang 😀


Dimana gelap disitu terang 🤣


Terima kasih bila tlah datang 😆


Star beri ucapan salam sayang 😘


Oke... Sampai jumpa di part selanjutnya ya...

__ADS_1


Makasih untuk Kaka - kaka yang selalu hadir...


   🍃🍃🍃🍃🍃  🙏🙏🙏  🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2